<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kredit Perbankan Tumbuh 8,54% di Juli 2023 Jadi Rp6.656 Triliun</title><description>Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kredit perbankan pada Juli 2023 tumbuh 8,54% menjadi Rp6.656 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/31/320/2874821/kredit-perbankan-tumbuh-8-54-di-juli-2023-jadi-rp6-656-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/31/320/2874821/kredit-perbankan-tumbuh-8-54-di-juli-2023-jadi-rp6-656-triliun"/><item><title>Kredit Perbankan Tumbuh 8,54% di Juli 2023 Jadi Rp6.656 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/31/320/2874821/kredit-perbankan-tumbuh-8-54-di-juli-2023-jadi-rp6-656-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/31/320/2874821/kredit-perbankan-tumbuh-8-54-di-juli-2023-jadi-rp6-656-triliun</guid><pubDate>Kamis 31 Agustus 2023 18:29 WIB</pubDate><dc:creator>Cahya Puteri Abdi Rabbi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/31/320/2874821/kredit-perbankan-tumbuh-8-54-di-juli-2023-jadi-rp6-656-triliun-u7NCCPU713.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kredit perbankan tumbuh (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/31/320/2874821/kredit-perbankan-tumbuh-8-54-di-juli-2023-jadi-rp6-656-triliun-u7NCCPU713.jpg</image><title>Kredit perbankan tumbuh (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8wOC80LzE2MjI4NC81L3g4ajZna3k=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kredit perbankan pada Juli 2023 tumbuh 8,54% menjadi Rp6.656 triliun. Kredit perbankan pada periode yang sama tahun 2022 lalu sebesar Rp6.159 triliun.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar mengatakan, pertumbuhan kredit perbankan ditopang oleh peningkatan kredit ritel tumbuh 13,13%, serta kredit konsumsi yang tumbuh 9,25%. Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) pada Juli 2023 tumbuh 6,62% menjadi Rp8.042 triliun, dengan giro dan deposito yang menjadi penopang utama.

BACA JUGA:
Cara BI Jaga Likuiditas Perbankan Tetap Longgar


&amp;ldquo;Untuk likuiditas industri perbankan pada Juli 2023, dapat kami laporkan kondisinya memadai dengan rasio-rasio likuiditas yang terjaga,&amp;rdquo; kata Mahendra dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta pada Kamis (31/8/2023).
Di samping itu, rasio alat likuid terhadap Non-Core Deposit dan alat likuid terhadap DPK masing-masing sebesar 118,37% dan 26,57%. Mahendra menyebut, angka tersebut jauh di atas ambang batas ketentuan masing-masing yang sebesar 50% dan 10%.

BACA JUGA:
Kredit Perbankan Diramal Meningkat pada Triwulan III-2023


Di sisi lain, risiko kredit di Juli 2023 terjaga dengan rasio non performing loan (NPL) net sebesar 0,8% dan NPL gross sebesar 2,51%. Sementara untuk permodalan berada dalam kondisi solid dengan Capital Adequacy Ratio atau CAR perbankan di angka 27,46%.
Lebih lanjut, Mahendra menyampaikan bahwa pihaknya tengah  mempertimbangkan untuk memberhentikan program restrukturisasi kredit  Covid-19 pada 2024 mendatang. Pemberhentian program tersebut, kata  Mahendra, juga termasuk sektor yang mendapatkan perpanjangan.
Mahendra melaporkan, per Juli 2023 kredit yang direstrukturisasi  terus melanjutkan penurunan menjadi terus Rp339,13 triliun, dengan  debitur yang turun menjadi 1,44 juta debitur dan dengan coverage  Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) sebesar 29,7%.
&amp;ldquo;Kami optimistis bahwa penurunan yang terus berlangsung sampai akhir  Maret tahun depan, pada gilirannya akan dapat dicover oleh CKPN yang  terbentuk, yang kami harapkan  masih akan terus meningkat dalam beberapa  bulan ke depan,&amp;rdquo; pungkas Mahendra.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8wOC80LzE2MjI4NC81L3g4ajZna3k=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kredit perbankan pada Juli 2023 tumbuh 8,54% menjadi Rp6.656 triliun. Kredit perbankan pada periode yang sama tahun 2022 lalu sebesar Rp6.159 triliun.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar mengatakan, pertumbuhan kredit perbankan ditopang oleh peningkatan kredit ritel tumbuh 13,13%, serta kredit konsumsi yang tumbuh 9,25%. Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) pada Juli 2023 tumbuh 6,62% menjadi Rp8.042 triliun, dengan giro dan deposito yang menjadi penopang utama.

BACA JUGA:
Cara BI Jaga Likuiditas Perbankan Tetap Longgar


&amp;ldquo;Untuk likuiditas industri perbankan pada Juli 2023, dapat kami laporkan kondisinya memadai dengan rasio-rasio likuiditas yang terjaga,&amp;rdquo; kata Mahendra dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta pada Kamis (31/8/2023).
Di samping itu, rasio alat likuid terhadap Non-Core Deposit dan alat likuid terhadap DPK masing-masing sebesar 118,37% dan 26,57%. Mahendra menyebut, angka tersebut jauh di atas ambang batas ketentuan masing-masing yang sebesar 50% dan 10%.

BACA JUGA:
Kredit Perbankan Diramal Meningkat pada Triwulan III-2023


Di sisi lain, risiko kredit di Juli 2023 terjaga dengan rasio non performing loan (NPL) net sebesar 0,8% dan NPL gross sebesar 2,51%. Sementara untuk permodalan berada dalam kondisi solid dengan Capital Adequacy Ratio atau CAR perbankan di angka 27,46%.
Lebih lanjut, Mahendra menyampaikan bahwa pihaknya tengah  mempertimbangkan untuk memberhentikan program restrukturisasi kredit  Covid-19 pada 2024 mendatang. Pemberhentian program tersebut, kata  Mahendra, juga termasuk sektor yang mendapatkan perpanjangan.
Mahendra melaporkan, per Juli 2023 kredit yang direstrukturisasi  terus melanjutkan penurunan menjadi terus Rp339,13 triliun, dengan  debitur yang turun menjadi 1,44 juta debitur dan dengan coverage  Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) sebesar 29,7%.
&amp;ldquo;Kami optimistis bahwa penurunan yang terus berlangsung sampai akhir  Maret tahun depan, pada gilirannya akan dapat dicover oleh CKPN yang  terbentuk, yang kami harapkan  masih akan terus meningkat dalam beberapa  bulan ke depan,&amp;rdquo; pungkas Mahendra.</content:encoded></item></channel></rss>
