<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Erick Thohir Akan Bubarkan 133 Anak-Cucu BUMN Bulan Depan</title><description>Menteri BUMN Erick Thohir akan membubarkan 133 anak cucu perusahaan pelat merah bulan depan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/31/320/2874878/erick-thohir-akan-bubarkan-133-anak-cucu-bumn-bulan-depan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/31/320/2874878/erick-thohir-akan-bubarkan-133-anak-cucu-bumn-bulan-depan"/><item><title>Erick Thohir Akan Bubarkan 133 Anak-Cucu BUMN Bulan Depan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/31/320/2874878/erick-thohir-akan-bubarkan-133-anak-cucu-bumn-bulan-depan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/31/320/2874878/erick-thohir-akan-bubarkan-133-anak-cucu-bumn-bulan-depan</guid><pubDate>Kamis 31 Agustus 2023 19:41 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/31/320/2874878/erick-thohir-akan-bubarkan-133-anak-cucu-bumn-bulan-depan-ufj3wfxMBy.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Erick Thohir bubarkan anak cucu BUMN (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/31/320/2874878/erick-thohir-akan-bubarkan-133-anak-cucu-bumn-bulan-depan-ufj3wfxMBy.jpg</image><title>Erick Thohir bubarkan anak cucu BUMN (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8yMC80LzE2OTQ1My81L3g4bmNrY2M=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Menteri BUMN Erick Thohir akan membubarkan 133 anak cucu perusahaan pelat merah bulan depan. Pembubaran anak dan cucu perusahaan pelat merah masih terus dilakukan Kementerian BUMN selaku pemegang saham.
Rencana penutupan anak dan cucu perusahaan negara ini pun disampaikan Menteri BUMN, Erick Thohir, kepada Komisi VI DPR RI. Dia mengaku, banyak perusahaan yang tak lagi membukukan untung, bahan cenderung merugi.

BACA JUGA:
Merger BUMN Galangan Kapal, Ini Alasan Erick Thohir


&quot;Saya tutup 133 anak-cucu (BUMN), jadi mungkin nanti, Pak Wamen, bulan depan kita tutup lagi,&quot; ungka Erick dalam rapat kerja (raker) bersama Komisi VI DPR RI, Jakarta, Kamis (31/8/2023).
Erick tak ingin BUMN hanya melahirkan anak-cucu tanpa izin atau pun hanya menggerogoti bisnis induk usaha, tanpa memberikan kontribusi.

BACA JUGA:
Realisasi Anggaran Kementerian BUMN Capai Rp146,31 Miliar, Erick Thohir Ungkap Program Prioritasnya


Menurutnya, perseroan negara harus bisa mendorong pertumbuhan makro ekonomi nasional hingga menjadi satu ekosistem yang inklusif terhadap pihak swasta dan UMKM.
&quot;Kalau memang BUMN yang melahirkan anak-cucu tanpa izin atau pun BUMN yang punya anak cucu tapi menggerogoti filosofi kebersamaan kita bahwa BUMN bukan menara gading, tapi BUMN ekosistem membangun kebersamaan di tengah ekonomi kita yang terbuka bersama swasta, UMKM atau investasi,&quot; ucapnya.
Sejalan dengan langkah penyehatan perusahaan, Erick mengungkap adanya  keberhasilan restrukturisasi BUMN. Berbeda dengan penutupan atau  pembubaran perusahaan, upaya ini diambil untuk menyelamatkan perusahaan  pelat merah.
&quot;Kalau kita lihat restruk Garuda yang waktu itu polemiknya sangat  berat, tidak hanya ada kasus korupsi, tetapi juga bagaimana pada saat  covid dan hari ini Garuda kita lihat laba sebelum pajak dan lain-lain  sudah mencapai Rp 3 triliun, artinya Garuda sudah di arahnya yang  benar,&quot; bebernya.
Tak cuma itu, dia mengungkap kesuksesan restrukturisasi PT Perkebunan  Nusantara (PTPN) yang menanggung utang puluhan triliun. Namun, hasil  restrukturisasi dinilai sudah bisa memberikan dampak positif.
&quot;Hari ini PTPN terbukti bisa kontribusi angka yang luar biasa untuk  juga next menjadi program pemerintah industrialisasi pangan. Karena  turunan dari pangan itu banyak sekali, apakah menjadi biofuel atau  menjadi hal-hal yang lain,&quot; tutur Erick.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8yMC80LzE2OTQ1My81L3g4bmNrY2M=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Menteri BUMN Erick Thohir akan membubarkan 133 anak cucu perusahaan pelat merah bulan depan. Pembubaran anak dan cucu perusahaan pelat merah masih terus dilakukan Kementerian BUMN selaku pemegang saham.
Rencana penutupan anak dan cucu perusahaan negara ini pun disampaikan Menteri BUMN, Erick Thohir, kepada Komisi VI DPR RI. Dia mengaku, banyak perusahaan yang tak lagi membukukan untung, bahan cenderung merugi.

BACA JUGA:
Merger BUMN Galangan Kapal, Ini Alasan Erick Thohir


&quot;Saya tutup 133 anak-cucu (BUMN), jadi mungkin nanti, Pak Wamen, bulan depan kita tutup lagi,&quot; ungka Erick dalam rapat kerja (raker) bersama Komisi VI DPR RI, Jakarta, Kamis (31/8/2023).
Erick tak ingin BUMN hanya melahirkan anak-cucu tanpa izin atau pun hanya menggerogoti bisnis induk usaha, tanpa memberikan kontribusi.

BACA JUGA:
Realisasi Anggaran Kementerian BUMN Capai Rp146,31 Miliar, Erick Thohir Ungkap Program Prioritasnya


Menurutnya, perseroan negara harus bisa mendorong pertumbuhan makro ekonomi nasional hingga menjadi satu ekosistem yang inklusif terhadap pihak swasta dan UMKM.
&quot;Kalau memang BUMN yang melahirkan anak-cucu tanpa izin atau pun BUMN yang punya anak cucu tapi menggerogoti filosofi kebersamaan kita bahwa BUMN bukan menara gading, tapi BUMN ekosistem membangun kebersamaan di tengah ekonomi kita yang terbuka bersama swasta, UMKM atau investasi,&quot; ucapnya.
Sejalan dengan langkah penyehatan perusahaan, Erick mengungkap adanya  keberhasilan restrukturisasi BUMN. Berbeda dengan penutupan atau  pembubaran perusahaan, upaya ini diambil untuk menyelamatkan perusahaan  pelat merah.
&quot;Kalau kita lihat restruk Garuda yang waktu itu polemiknya sangat  berat, tidak hanya ada kasus korupsi, tetapi juga bagaimana pada saat  covid dan hari ini Garuda kita lihat laba sebelum pajak dan lain-lain  sudah mencapai Rp 3 triliun, artinya Garuda sudah di arahnya yang  benar,&quot; bebernya.
Tak cuma itu, dia mengungkap kesuksesan restrukturisasi PT Perkebunan  Nusantara (PTPN) yang menanggung utang puluhan triliun. Namun, hasil  restrukturisasi dinilai sudah bisa memberikan dampak positif.
&quot;Hari ini PTPN terbukti bisa kontribusi angka yang luar biasa untuk  juga next menjadi program pemerintah industrialisasi pangan. Karena  turunan dari pangan itu banyak sekali, apakah menjadi biofuel atau  menjadi hal-hal yang lain,&quot; tutur Erick.</content:encoded></item></channel></rss>
