<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bahlil Sebut Orang Terkaya Indonesia Siap Danai Pembangunan IKN, Siapa Orangnya?</title><description>Menteri Investasi Bahlil Lahadalia menyebut orang terkaya Indonesia siap mendanai pembangunan IKN Nusantara.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/31/470/2874853/bahlil-sebut-orang-terkaya-indonesia-siap-danai-pembangunan-ikn-siapa-orangnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/31/470/2874853/bahlil-sebut-orang-terkaya-indonesia-siap-danai-pembangunan-ikn-siapa-orangnya"/><item><title>Bahlil Sebut Orang Terkaya Indonesia Siap Danai Pembangunan IKN, Siapa Orangnya?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/31/470/2874853/bahlil-sebut-orang-terkaya-indonesia-siap-danai-pembangunan-ikn-siapa-orangnya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/31/470/2874853/bahlil-sebut-orang-terkaya-indonesia-siap-danai-pembangunan-ikn-siapa-orangnya</guid><pubDate>Kamis 31 Agustus 2023 19:08 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/31/470/2874853/bahlil-sebut-orang-terkaya-indonesia-siap-danai-pembangunan-ikn-siapa-orangnya-0wNoKE7wYW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bahlil sebut orang kaya Indonesia siap danai pembangunan IKN (Foto: BKPM)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/31/470/2874853/bahlil-sebut-orang-terkaya-indonesia-siap-danai-pembangunan-ikn-siapa-orangnya-0wNoKE7wYW.jpg</image><title>Bahlil sebut orang kaya Indonesia siap danai pembangunan IKN (Foto: BKPM)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8xOC8xLzE2ODE5MC81L3g4bWxuaGc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Investasi Bahlil Lahadalia menyebut orang terkaya Indonesia siap mendanai pembangunan IKN Nusantara. Bahlil mengatakan sudah ada beberapa konglomerat di Indonesia yang siap berkontribusi dalam pembangunan IKN.
Bahlil menjelaskan saat ini sudah ada konsorsium yang terdiri dari para pengusaha Indonesia yang siap menanamkan modalnya di IKN yang diketuai oleh bos perusahaan Agung Sedayu Group. Sedangkan anggotanya Salim Group yang merupakan induk dari Indofood, dan GROUP Sinar Mas.

BACA JUGA:
PUPR Gelontorkan Rp35,37 triliun untuk IKN pada 2024, Ini Daftar Proyeknya 


&quot;Yang sudah masuk itu pak Aguan (Agung Sedayu), Pak Anthony Salim (Indofood), kemudian Pak Franky Widjaja (Sinar Mas). Mereka sudah punya konsorsium,&quot; ujar Bahlil di Ice BSD, Kamis (31/8/2023).
Bahlil menjelaskan para konglomerat tersebut siap melakukan groundbreaking atau peletakan batu pertama pada bulan September mendatang. Masing-masing dari mereka akan menggarap fasilitas kota, mulai dari rumah sakit, seolah, pusat perbelanjaan dan hiburan.

BACA JUGA:
2 Perusahaan Ini Bakal Garap 66 Tower PNS dan Hankam di IKN 


&quot;Bisa dong bisa (peletakan batu pertama bulan September), sedikit lagi kok (proses di Otorita IKN) selesai,&quot; sambungnya
Lebih lanjut Bahlil menjelaskan pada pembangunan IKN tahap awal ini memang diprioritaskan untuk para pelaku usaha di dalam Negeri terlebih dahulu. Sebab saat ini masalah lokasi lahan juga belum sepenuhnya bisa dilakukan pembangunan.
Sehingga ketersediaan lahan terbatas, karena pembangunan juga masih fokus dilakukan pada Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP). Sehingga para investor dalam negeri juga bisa nantinya mendapatkan kawasan-kawasan yang premium paling dekat dengan pusat kota nantinya.

Setelah itu baru Investor dari luar negeri diharapkan mulai masuk  untuk mendanai IKN. Mengingat ke depannya pembangunan IKN sendiri juga  bakal mengandalkan pendanaan dari luar negeri. Bahkan kantong Pemerintah  dari APBN hanya berkontribusi 20% untuk pembangunan infrastruktur  dasar, sedangkan sisanya dicari lewat investasi.
&quot;Tahap pertama kita prioritaskan dalam negeri dulu, khususnya untuk  membangun hotel, taman-taman, gedung-gedung, sekolah, rumah sakit, Mall,  dan sebagian fasilitas-fasilitas umum,&quot; kata Bahlil.
Di samping itu, Badan Otorita IKN mencatat hingga saat ini setidaknya  terdapat 256 lebih perusahaan menyatakan surat minat investasi ke IKN.  Dari total LOI tersebut ada 8 perusahaan yang siap untuk melakukan  pembangunan.
Adapun ke 8 perusahaan yang siap melakukan groundbreaking antara  lain, Pakuwon Group, RS. Hermina, Jakarta International School, Ciputra  Gorup, PT PP (Persero), Jambuwuluk Hotels &amp;amp; Resort, Vassanta  Innopark, hingga Agung Sedayu Group, yang belum lama ditunjuk untuk  memimpin konsorsium PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri) investasi di  IKN.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8xOC8xLzE2ODE5MC81L3g4bWxuaGc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Investasi Bahlil Lahadalia menyebut orang terkaya Indonesia siap mendanai pembangunan IKN Nusantara. Bahlil mengatakan sudah ada beberapa konglomerat di Indonesia yang siap berkontribusi dalam pembangunan IKN.
Bahlil menjelaskan saat ini sudah ada konsorsium yang terdiri dari para pengusaha Indonesia yang siap menanamkan modalnya di IKN yang diketuai oleh bos perusahaan Agung Sedayu Group. Sedangkan anggotanya Salim Group yang merupakan induk dari Indofood, dan GROUP Sinar Mas.

BACA JUGA:
PUPR Gelontorkan Rp35,37 triliun untuk IKN pada 2024, Ini Daftar Proyeknya 


&quot;Yang sudah masuk itu pak Aguan (Agung Sedayu), Pak Anthony Salim (Indofood), kemudian Pak Franky Widjaja (Sinar Mas). Mereka sudah punya konsorsium,&quot; ujar Bahlil di Ice BSD, Kamis (31/8/2023).
Bahlil menjelaskan para konglomerat tersebut siap melakukan groundbreaking atau peletakan batu pertama pada bulan September mendatang. Masing-masing dari mereka akan menggarap fasilitas kota, mulai dari rumah sakit, seolah, pusat perbelanjaan dan hiburan.

BACA JUGA:
2 Perusahaan Ini Bakal Garap 66 Tower PNS dan Hankam di IKN 


&quot;Bisa dong bisa (peletakan batu pertama bulan September), sedikit lagi kok (proses di Otorita IKN) selesai,&quot; sambungnya
Lebih lanjut Bahlil menjelaskan pada pembangunan IKN tahap awal ini memang diprioritaskan untuk para pelaku usaha di dalam Negeri terlebih dahulu. Sebab saat ini masalah lokasi lahan juga belum sepenuhnya bisa dilakukan pembangunan.
Sehingga ketersediaan lahan terbatas, karena pembangunan juga masih fokus dilakukan pada Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP). Sehingga para investor dalam negeri juga bisa nantinya mendapatkan kawasan-kawasan yang premium paling dekat dengan pusat kota nantinya.

Setelah itu baru Investor dari luar negeri diharapkan mulai masuk  untuk mendanai IKN. Mengingat ke depannya pembangunan IKN sendiri juga  bakal mengandalkan pendanaan dari luar negeri. Bahkan kantong Pemerintah  dari APBN hanya berkontribusi 20% untuk pembangunan infrastruktur  dasar, sedangkan sisanya dicari lewat investasi.
&quot;Tahap pertama kita prioritaskan dalam negeri dulu, khususnya untuk  membangun hotel, taman-taman, gedung-gedung, sekolah, rumah sakit, Mall,  dan sebagian fasilitas-fasilitas umum,&quot; kata Bahlil.
Di samping itu, Badan Otorita IKN mencatat hingga saat ini setidaknya  terdapat 256 lebih perusahaan menyatakan surat minat investasi ke IKN.  Dari total LOI tersebut ada 8 perusahaan yang siap untuk melakukan  pembangunan.
Adapun ke 8 perusahaan yang siap melakukan groundbreaking antara  lain, Pakuwon Group, RS. Hermina, Jakarta International School, Ciputra  Gorup, PT PP (Persero), Jambuwuluk Hotels &amp;amp; Resort, Vassanta  Innopark, hingga Agung Sedayu Group, yang belum lama ditunjuk untuk  memimpin konsorsium PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri) investasi di  IKN.</content:encoded></item></channel></rss>
