<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Operasional Kereta Cepat Semakin Dekat, Kualitas Jaringan Jadi Fokus XL Axiata</title><description>XL Axiata fokus meningkatkan kualitas jaringan di sepanjang jalur Kereta Cepat Jakarta-Bandung.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/01/278/2875487/operasional-kereta-cepat-semakin-dekat-kualitas-jaringan-jadi-fokus-xl-axiata</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/09/01/278/2875487/operasional-kereta-cepat-semakin-dekat-kualitas-jaringan-jadi-fokus-xl-axiata"/><item><title>Operasional Kereta Cepat Semakin Dekat, Kualitas Jaringan Jadi Fokus XL Axiata</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/01/278/2875487/operasional-kereta-cepat-semakin-dekat-kualitas-jaringan-jadi-fokus-xl-axiata</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/09/01/278/2875487/operasional-kereta-cepat-semakin-dekat-kualitas-jaringan-jadi-fokus-xl-axiata</guid><pubDate>Jum'at 01 September 2023 17:34 WIB</pubDate><dc:creator>Nasya Emmanuela Lilipaly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/01/278/2875487/operasional-kereta-cepat-semakin-dekat-kualitas-jaringan-jadi-fokus-xl-axiata-fzpkrEGG2n.jpg" expression="full" type="image/jpeg">XL tingkatkan jaringan di sepanjang jalur kereta cepat (Foto: XL)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/01/278/2875487/operasional-kereta-cepat-semakin-dekat-kualitas-jaringan-jadi-fokus-xl-axiata-fzpkrEGG2n.jpg</image><title>XL tingkatkan jaringan di sepanjang jalur kereta cepat (Foto: XL)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8xMi8xLzE2OTE0NS81L3g4bjY0bHo=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; XL Axiata fokus meningkatkan kualitas jaringan di sepanjang jalur Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Pasalnya, kenyamanan pelanggan di sepanjang jalur kereta menjadi prioritas perusahaan.
Apalagi, kereta cepat diprediksi akan menjadi sarana penunjang mobilitas masyarakat, yang tentu juga membutuhkan kenyaman akses data saat berada di dalam kereta. Layanan transportasi kereta cepat pertama di Indonesia ini akan menghubungkan Jakarta dan Bandung dengan waktu tempuh 30-45 menit saja.

BACA JUGA:
Pemerataan Infrastruktur, XL Axiata Gencar Bangun Jaringan 4G di Pelosok NTT


XL Axiata juga memastikan ketersediaan layanan di seluruh stasiun pemberhentian yaitu Stasiun Halim di Jakarta Timur, Stasiun Karawang di Kabupaten Karawang, Stasiun Padalarang di Bandung Barat, hingga Stasiun Tegalluar di Kabupaten Bandung.
Plt. Group Head Technology Strategy &amp;amp; Assurance XL Axiata, Tetra Siti Sarah, mengatakan, perusahaan tentunya menyambut baik hadirnya sarana transportasi massa yang mampu menghubungkan Jakarta dan Bandung secara cepat. Kereta cepat ini dihadirkan untuk menunjang tingginya mobilitas masyarakat di kedua kota besar tersebut.

BACA JUGA:
XL Axiata (EXCL) Anggarkan Belanja Modal Rp8 Triliun, Ada untuk IKN


&amp;ldquo;Sejak setahun belakangan ini, kami pun secara rutin melakukan pengecekan kualitas layanan jaringan XL Axiata di sepanjang jalur dan stasiun yang dilalui. Sejauh ini, kami pastikan bahwa jaringan dan layanan XL Axiata telah tersedia di sebagian besar jalur yang dilalui, termasuk di seluruh stasiun pemberhentiannya sendiri,&amp;rdquo; paparnya, Jumat (1/9/2023).
Tetra menambahkan, karena sebagian jalur kereta cepat berada di area rural, jauh dari lokasi pemukiman penduduk, dan merupakan jalur yang sama sekali baru, maka di sejumlah titik XL Axiata masih perlu meningkatkan kualitas jaringannya. Peningkatan kualitas jaringan akan terus XL Axiata lakukan seiring dengan semakin dekatnya operasional kereta cepat.
Menurutnya, kenyamanan pelanggan di sepanjang jalur kereta menjadi  prioritas perusahaan. Apalagi, kereta cepat diprediksi akan menjadi  sarana penunjang mobilitas masyarakat, yang tentu juga membutuhkan  kenyamanan akses data saat berada di dalam kereta.
Saat ini, seluruh rute layanan kereta cepat Jakarta-Bandung telah  terlayani oleh lebih dari 520 BTS 4G. Jaringan XL Axiata di seluruh  provinsi Jawa Barat terdapat lebih dari 28.700 BTS dengan mayoritas  merupakan BTS 4G. Sementara itu, di provinsi DKI Jakarta sendiri  terdapat lebih dari 10.200 BTS, dengan mayoritas merupakan BTS 4G.
Hingga saat ini, jaringan 4G XL Axiata telah melayani 58 juta  pelanggan dengan jangkauan layanan di lebih dari 61 ribu desa/kelurahan,  5.700 kecamatan, dan 469 kabupaten di 38 provinsi Indonesia. Didukung  lebih dari 150 ribu BTS dengan mayoritas BTS 4G, serta jaringan tulang  punggung fiber optik yang membentang sepanjang lebih dari 130 ribu km,  menopang jaringan data yang tersebar di sebagian besar kepulauan  Indonesia yang sangat luas.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8xMi8xLzE2OTE0NS81L3g4bjY0bHo=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; XL Axiata fokus meningkatkan kualitas jaringan di sepanjang jalur Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Pasalnya, kenyamanan pelanggan di sepanjang jalur kereta menjadi prioritas perusahaan.
Apalagi, kereta cepat diprediksi akan menjadi sarana penunjang mobilitas masyarakat, yang tentu juga membutuhkan kenyaman akses data saat berada di dalam kereta. Layanan transportasi kereta cepat pertama di Indonesia ini akan menghubungkan Jakarta dan Bandung dengan waktu tempuh 30-45 menit saja.

BACA JUGA:
Pemerataan Infrastruktur, XL Axiata Gencar Bangun Jaringan 4G di Pelosok NTT


XL Axiata juga memastikan ketersediaan layanan di seluruh stasiun pemberhentian yaitu Stasiun Halim di Jakarta Timur, Stasiun Karawang di Kabupaten Karawang, Stasiun Padalarang di Bandung Barat, hingga Stasiun Tegalluar di Kabupaten Bandung.
Plt. Group Head Technology Strategy &amp;amp; Assurance XL Axiata, Tetra Siti Sarah, mengatakan, perusahaan tentunya menyambut baik hadirnya sarana transportasi massa yang mampu menghubungkan Jakarta dan Bandung secara cepat. Kereta cepat ini dihadirkan untuk menunjang tingginya mobilitas masyarakat di kedua kota besar tersebut.

BACA JUGA:
XL Axiata (EXCL) Anggarkan Belanja Modal Rp8 Triliun, Ada untuk IKN


&amp;ldquo;Sejak setahun belakangan ini, kami pun secara rutin melakukan pengecekan kualitas layanan jaringan XL Axiata di sepanjang jalur dan stasiun yang dilalui. Sejauh ini, kami pastikan bahwa jaringan dan layanan XL Axiata telah tersedia di sebagian besar jalur yang dilalui, termasuk di seluruh stasiun pemberhentiannya sendiri,&amp;rdquo; paparnya, Jumat (1/9/2023).
Tetra menambahkan, karena sebagian jalur kereta cepat berada di area rural, jauh dari lokasi pemukiman penduduk, dan merupakan jalur yang sama sekali baru, maka di sejumlah titik XL Axiata masih perlu meningkatkan kualitas jaringannya. Peningkatan kualitas jaringan akan terus XL Axiata lakukan seiring dengan semakin dekatnya operasional kereta cepat.
Menurutnya, kenyamanan pelanggan di sepanjang jalur kereta menjadi  prioritas perusahaan. Apalagi, kereta cepat diprediksi akan menjadi  sarana penunjang mobilitas masyarakat, yang tentu juga membutuhkan  kenyamanan akses data saat berada di dalam kereta.
Saat ini, seluruh rute layanan kereta cepat Jakarta-Bandung telah  terlayani oleh lebih dari 520 BTS 4G. Jaringan XL Axiata di seluruh  provinsi Jawa Barat terdapat lebih dari 28.700 BTS dengan mayoritas  merupakan BTS 4G. Sementara itu, di provinsi DKI Jakarta sendiri  terdapat lebih dari 10.200 BTS, dengan mayoritas merupakan BTS 4G.
Hingga saat ini, jaringan 4G XL Axiata telah melayani 58 juta  pelanggan dengan jangkauan layanan di lebih dari 61 ribu desa/kelurahan,  5.700 kecamatan, dan 469 kabupaten di 38 provinsi Indonesia. Didukung  lebih dari 150 ribu BTS dengan mayoritas BTS 4G, serta jaringan tulang  punggung fiber optik yang membentang sepanjang lebih dari 130 ribu km,  menopang jaringan data yang tersebar di sebagian besar kepulauan  Indonesia yang sangat luas.</content:encoded></item></channel></rss>
