<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Merger Citilink dan Pelita, Erick Thohir: Garuda Tidak Jadi</title><description>Menteri BUMN Erick Thohir mengonfirmasi merger antara Citilink Indonesia dan Pelita Air Service (PAS).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/01/320/2874783/merger-citilink-dan-pelita-erick-thohir-garuda-tidak-jadi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/09/01/320/2874783/merger-citilink-dan-pelita-erick-thohir-garuda-tidak-jadi"/><item><title>Merger Citilink dan Pelita, Erick Thohir: Garuda Tidak Jadi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/01/320/2874783/merger-citilink-dan-pelita-erick-thohir-garuda-tidak-jadi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/09/01/320/2874783/merger-citilink-dan-pelita-erick-thohir-garuda-tidak-jadi</guid><pubDate>Jum'at 01 September 2023 03:24 WIB</pubDate><dc:creator>Hafizhuddin </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/31/320/2874783/merger-citilink-dan-pelita-erick-thohir-garuda-tidak-jadi-7wEbf6HLlw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Erick Thohir tegaskan hanya Citilink dan Pelita Air yang merger (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/31/320/2874783/merger-citilink-dan-pelita-erick-thohir-garuda-tidak-jadi-7wEbf6HLlw.jpg</image><title>Erick Thohir tegaskan hanya Citilink dan Pelita Air yang merger (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8yMC80LzE2OTQ1My81L3g4bmNrY2M=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Menteri BUMN Erick Thohir mengonfirmasi merger antara Citilink Indonesia dan Pelita Air Service (PAS). Sementara Garuda Indonesia tidak jadi merger dan tetap premium.
Rencana penggabungan kedua maskapai penerbangan nasional tersebut ditargetkan dapat terlaksana dalam rentang waktu tahun ini atau awal tahun mendatang.

BACA JUGA:
Rencana Merger Garuda Indonesia, Citilink dan Pelita Air Bisa Bikin Harga Tiket Pesawat Turun?


&quot;Garuda tetap di premium, lalu Citilink sama Pelita merger, tapi kita lihat pembukuannya seperti apa, kalau bisa tahun ini, ya tahun ini, kalau tidak awal tahun depan,&quot; kata Erick saat ditemui di kawasan DPR RI, Kamis (31/8/2023).
Citilink Indonesia sendiri adalah anak perusahaan Garuda Indonesia dengan kepemilikan saham sebesar 67% dan 33% lainnya dikantongi PT Aerowisata.

BACA JUGA:
Rencana Merger Garuda Indonesia-Citilink dan Pelita Air, Alvin Lie: Harus Tahu Dulu Sakitnya Apa


Sementara saham Pelita Air dimiliki PT Pertamina (Persero), selaku BUMN di sektor minyak dan gas bumi (migas). Pelita merupakan anak usaha Pertamina yang bergerak di sektor penerbangan.
Tahapan merger 2 perusahaan tersebut sudah mencapai 30% dan terus digodok Kementerian BUMN, termasuk konsolidasi pembukuan keuangan kedua maskapai.
&quot;Ya sudah, kalau detail nanti ada lawyer, ada. Baru 30% (prosesnya) baru kajian,&quot; katanya.
Terkait komposisi pemegang saham Garuda Indonesia pasca tuntasnya  proses restrukturisasi utang pada akhir tahun lalu. Kini Garuda  64,54%-nya dimiliki pemerintah, 7,99% Trans Airways, 7,99% publik dan  4,83% kreditor.
Baca selengkapnya: Erick Thohir: Garuda Tetap Premium, Hanya Citilink-Pelita Air yang Merger</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8yMC80LzE2OTQ1My81L3g4bmNrY2M=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Menteri BUMN Erick Thohir mengonfirmasi merger antara Citilink Indonesia dan Pelita Air Service (PAS). Sementara Garuda Indonesia tidak jadi merger dan tetap premium.
Rencana penggabungan kedua maskapai penerbangan nasional tersebut ditargetkan dapat terlaksana dalam rentang waktu tahun ini atau awal tahun mendatang.

BACA JUGA:
Rencana Merger Garuda Indonesia, Citilink dan Pelita Air Bisa Bikin Harga Tiket Pesawat Turun?


&quot;Garuda tetap di premium, lalu Citilink sama Pelita merger, tapi kita lihat pembukuannya seperti apa, kalau bisa tahun ini, ya tahun ini, kalau tidak awal tahun depan,&quot; kata Erick saat ditemui di kawasan DPR RI, Kamis (31/8/2023).
Citilink Indonesia sendiri adalah anak perusahaan Garuda Indonesia dengan kepemilikan saham sebesar 67% dan 33% lainnya dikantongi PT Aerowisata.

BACA JUGA:
Rencana Merger Garuda Indonesia-Citilink dan Pelita Air, Alvin Lie: Harus Tahu Dulu Sakitnya Apa


Sementara saham Pelita Air dimiliki PT Pertamina (Persero), selaku BUMN di sektor minyak dan gas bumi (migas). Pelita merupakan anak usaha Pertamina yang bergerak di sektor penerbangan.
Tahapan merger 2 perusahaan tersebut sudah mencapai 30% dan terus digodok Kementerian BUMN, termasuk konsolidasi pembukuan keuangan kedua maskapai.
&quot;Ya sudah, kalau detail nanti ada lawyer, ada. Baru 30% (prosesnya) baru kajian,&quot; katanya.
Terkait komposisi pemegang saham Garuda Indonesia pasca tuntasnya  proses restrukturisasi utang pada akhir tahun lalu. Kini Garuda  64,54%-nya dimiliki pemerintah, 7,99% Trans Airways, 7,99% publik dan  4,83% kreditor.
Baca selengkapnya: Erick Thohir: Garuda Tetap Premium, Hanya Citilink-Pelita Air yang Merger</content:encoded></item></channel></rss>
