<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PLTU Suralaya Disuntik Mati, Erick Thohir: Tetap Tak Kurangi Polusi Udara</title><description>Berhentinya operasional Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Suralaya unite 1-4 milik disebut tidak mengurangi polusi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/01/320/2875063/pltu-suralaya-disuntik-mati-erick-thohir-tetap-tak-kurangi-polusi-udara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/09/01/320/2875063/pltu-suralaya-disuntik-mati-erick-thohir-tetap-tak-kurangi-polusi-udara"/><item><title>PLTU Suralaya Disuntik Mati, Erick Thohir: Tetap Tak Kurangi Polusi Udara</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/01/320/2875063/pltu-suralaya-disuntik-mati-erick-thohir-tetap-tak-kurangi-polusi-udara</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/09/01/320/2875063/pltu-suralaya-disuntik-mati-erick-thohir-tetap-tak-kurangi-polusi-udara</guid><pubDate>Jum'at 01 September 2023 08:47 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/01/320/2875063/pltu-suralaya-disuntik-mati-erick-thohir-tetap-tak-kurangi-polusi-udara-YbnNKR4WuB.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri BUMN Erick Thohir sebut disuntik matinya PLTU Suralaya tak kurangi polusi. (Foto: Kementerian BUMN)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/01/320/2875063/pltu-suralaya-disuntik-mati-erick-thohir-tetap-tak-kurangi-polusi-udara-YbnNKR4WuB.jpg</image><title>Menteri BUMN Erick Thohir sebut disuntik matinya PLTU Suralaya tak kurangi polusi. (Foto: Kementerian BUMN)</title></images><description>


JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir membeberkan berhentinya operasional Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Suralaya unite 1-4 milik tidak mengurangi polusi. Pembangkit listrik berbahan batu bara itu milik PT PLN (Persero).
Dia mengatakan dari data terakhir yang diperoleh bahwa berhentinya PLTU Suralaya unite 1-4 tidak berdampak signifikan bagi pengurangan polusi.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Merger BUMN Galangan Kapal, Ini Alasan Erick Thohir

&quot;Okelah, PLTU ini disalahkan. kita matikan suralaya 1,2,3,4, tetapi apa? data terakhir tidak mengurangi polusi ternyata, tapi tetap kita matikan, karena ini komitmen sama-sama kita menjaga polusi,&quot; ujar Erick saat rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI, Kamis, 31 Agustus 2023.
Erick memastikan polutan di DKI Jakarta dan kawasan lain merupakan musuh bersama karena itu harus diatasi secara bersama pula. Hanya saja, memberhentikan operasional PLTU di pulau Jawa dalam jangka pendek dan menengah bukan menjadi solusi.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

LRT Jabodebek Gangguan, Erick Thohir: Jangan Jadi Bangsa yang Dikit-Dikit Ngeluh

Dia mempertanyakan, bila sejumlah pembangkit listrik batu bara dimatikan, dari mana sumber kelistrikan yang bisa didapatkan masyarakat? Erick menilai hal ini harus dapat diatasi bersama.
&quot;Tentu kita mendorong green economy, tadi kita memastikan ketika pembangkit-pembangkit di Jawa dimatikan, tapi kita mendukung, kita harus bersepakat juga solusi listriknya dari mana?,&quot; tanya dia.Penanganan polusi, lanjut Erick, harus didasarkan pada peta jalan atau blueprint. Pasalnya, Indonesia membutuhkan waktu jangka panjang untuk menyelesaikan persoalan itu.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Merger Citilink dan Pelita, Erick Thohir: Garuda Tidak Jadi

Dia mencontohkan otoritas China dan Brazil membutuhkan waktu 6-10 tahun untuk mengatasi polusi udara di Beijing dan San Paulo. Panjang waktu tersebut pun perlukan pemerintah Indonesia agar bisa menangani polusi di Jakarta.
&quot;Kita ingin ada percepatan, karena Beijing perlu 6 tahun, San Paulo butuh 10 tahun. Jadi Jakarta tidak mungkin juga 3 bulan ini diselesaikan masalah polusi. polusi ini harus kita lawan bersama-sama, harus ada bener blue print yang menyeluruh untuk menyelesaikan ini sama-sama,&quot; tutur Erick.</description><content:encoded>


JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir membeberkan berhentinya operasional Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Suralaya unite 1-4 milik tidak mengurangi polusi. Pembangkit listrik berbahan batu bara itu milik PT PLN (Persero).
Dia mengatakan dari data terakhir yang diperoleh bahwa berhentinya PLTU Suralaya unite 1-4 tidak berdampak signifikan bagi pengurangan polusi.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Merger BUMN Galangan Kapal, Ini Alasan Erick Thohir

&quot;Okelah, PLTU ini disalahkan. kita matikan suralaya 1,2,3,4, tetapi apa? data terakhir tidak mengurangi polusi ternyata, tapi tetap kita matikan, karena ini komitmen sama-sama kita menjaga polusi,&quot; ujar Erick saat rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI, Kamis, 31 Agustus 2023.
Erick memastikan polutan di DKI Jakarta dan kawasan lain merupakan musuh bersama karena itu harus diatasi secara bersama pula. Hanya saja, memberhentikan operasional PLTU di pulau Jawa dalam jangka pendek dan menengah bukan menjadi solusi.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

LRT Jabodebek Gangguan, Erick Thohir: Jangan Jadi Bangsa yang Dikit-Dikit Ngeluh

Dia mempertanyakan, bila sejumlah pembangkit listrik batu bara dimatikan, dari mana sumber kelistrikan yang bisa didapatkan masyarakat? Erick menilai hal ini harus dapat diatasi bersama.
&quot;Tentu kita mendorong green economy, tadi kita memastikan ketika pembangkit-pembangkit di Jawa dimatikan, tapi kita mendukung, kita harus bersepakat juga solusi listriknya dari mana?,&quot; tanya dia.Penanganan polusi, lanjut Erick, harus didasarkan pada peta jalan atau blueprint. Pasalnya, Indonesia membutuhkan waktu jangka panjang untuk menyelesaikan persoalan itu.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Merger Citilink dan Pelita, Erick Thohir: Garuda Tidak Jadi

Dia mencontohkan otoritas China dan Brazil membutuhkan waktu 6-10 tahun untuk mengatasi polusi udara di Beijing dan San Paulo. Panjang waktu tersebut pun perlukan pemerintah Indonesia agar bisa menangani polusi di Jakarta.
&quot;Kita ingin ada percepatan, karena Beijing perlu 6 tahun, San Paulo butuh 10 tahun. Jadi Jakarta tidak mungkin juga 3 bulan ini diselesaikan masalah polusi. polusi ini harus kita lawan bersama-sama, harus ada bener blue print yang menyeluruh untuk menyelesaikan ini sama-sama,&quot; tutur Erick.</content:encoded></item></channel></rss>
