<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kendaraan Pribadi Wajib Dibatasi Bila Ingin Polusi Udara Teratasi   </title><description>Kualitas udara buruk di Jabodetabek mesti jadi perhatian masyarakat</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/01/320/2875202/kendaraan-pribadi-wajib-dibatasi-bila-ingin-polusi-udara-teratasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/09/01/320/2875202/kendaraan-pribadi-wajib-dibatasi-bila-ingin-polusi-udara-teratasi"/><item><title>Kendaraan Pribadi Wajib Dibatasi Bila Ingin Polusi Udara Teratasi   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/01/320/2875202/kendaraan-pribadi-wajib-dibatasi-bila-ingin-polusi-udara-teratasi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/09/01/320/2875202/kendaraan-pribadi-wajib-dibatasi-bila-ingin-polusi-udara-teratasi</guid><pubDate>Jum'at 01 September 2023 12:15 WIB</pubDate><dc:creator>Kharisma Rizkika Rahmawati</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/01/320/2875202/kendaraan-pribadi-wajib-dibatasi-bila-ingin-polusi-udara-teratasi-oxZyZwxCW7.jfif" expression="full" type="image/jpeg">Kendaraan Pribadi di Jakarta Harus Segera Dibatasi. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/01/320/2875202/kendaraan-pribadi-wajib-dibatasi-bila-ingin-polusi-udara-teratasi-oxZyZwxCW7.jfif</image><title>Kendaraan Pribadi di Jakarta Harus Segera Dibatasi. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Kualitas udara buruk di Jabodetabek mesti jadi perhatian masyarakat. Pasalnya, para pengguna kendaraan pribadi belum begitu mengerti terhadap dampak negatif yang dihasilkan dari perilakunya.
&amp;ldquo;Ada negative externalities atau eksternalitas negatif yang merupakan konsekuensi negatif dari aktivitas ekonomi (konsumsi atau produksi) pada pihak ketiga yang tidak terkait,&amp;rdquo; ujar Guru Besar Ilmu Lingkungan Hidup Universitas Diponegoro Prof Sudharto P Hadi, Jumat (1/9/2023).

BACA JUGA:
 Kualitas Udara di Jakarta Siang Ini Masih Tidak Sehat&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Menurutnya, beberapa hal negatif bisa dihasilkan dari penggunaan kendaraan pribadi dan industri, yaitu polusi udara yang bisa berakibat fatal pada kesehatan.

&amp;ldquo;Untuk itu, penting kiranya publik sadar betul terkait negative externalities tersebut,&amp;rdquo; katanya.

BACA JUGA:
PLTU Suralaya Disuntik Mati, Erick Thohir: Tetap Tak Kurangi Polusi Udara

Dia mencontohkan, di Bali waktu perayaan Hari Raya Nyepi, masyarakat di dilarang melakukan aktivitas, apalagi berkendara dengan kendaraan bermotor.
&amp;ldquo;Saat itu polusi udara di Bali sangat rendah,&amp;rdquo; kata Sudharto.Oleh karena itu, Jakarta bisa menerapkan meski tidak perlu mengambil langkah ekstrim seperti perayaan Nyepi di Bali dengan tidak beraktivitas.
&amp;ldquo;Bisa dilakukan dengan cukup mengurangi penggunaan kendaraan pribadi saja. Itu sudah cukup mengurangi polusi di Jakarta,&amp;rdquo; ujarnya.
Apalagi sektor transportasi masih tercatat menempati urutan tertinggi penyumbang polutan di Jakarta. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengungkapkan sumber polusi udara di Ibu Kota Jakarta dan sekitarnya berasal dari kendaraan dengan kontribusi 44%.</description><content:encoded>JAKARTA - Kualitas udara buruk di Jabodetabek mesti jadi perhatian masyarakat. Pasalnya, para pengguna kendaraan pribadi belum begitu mengerti terhadap dampak negatif yang dihasilkan dari perilakunya.
&amp;ldquo;Ada negative externalities atau eksternalitas negatif yang merupakan konsekuensi negatif dari aktivitas ekonomi (konsumsi atau produksi) pada pihak ketiga yang tidak terkait,&amp;rdquo; ujar Guru Besar Ilmu Lingkungan Hidup Universitas Diponegoro Prof Sudharto P Hadi, Jumat (1/9/2023).

BACA JUGA:
 Kualitas Udara di Jakarta Siang Ini Masih Tidak Sehat&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Menurutnya, beberapa hal negatif bisa dihasilkan dari penggunaan kendaraan pribadi dan industri, yaitu polusi udara yang bisa berakibat fatal pada kesehatan.

&amp;ldquo;Untuk itu, penting kiranya publik sadar betul terkait negative externalities tersebut,&amp;rdquo; katanya.

BACA JUGA:
PLTU Suralaya Disuntik Mati, Erick Thohir: Tetap Tak Kurangi Polusi Udara

Dia mencontohkan, di Bali waktu perayaan Hari Raya Nyepi, masyarakat di dilarang melakukan aktivitas, apalagi berkendara dengan kendaraan bermotor.
&amp;ldquo;Saat itu polusi udara di Bali sangat rendah,&amp;rdquo; kata Sudharto.Oleh karena itu, Jakarta bisa menerapkan meski tidak perlu mengambil langkah ekstrim seperti perayaan Nyepi di Bali dengan tidak beraktivitas.
&amp;ldquo;Bisa dilakukan dengan cukup mengurangi penggunaan kendaraan pribadi saja. Itu sudah cukup mengurangi polusi di Jakarta,&amp;rdquo; ujarnya.
Apalagi sektor transportasi masih tercatat menempati urutan tertinggi penyumbang polutan di Jakarta. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengungkapkan sumber polusi udara di Ibu Kota Jakarta dan sekitarnya berasal dari kendaraan dengan kontribusi 44%.</content:encoded></item></channel></rss>
