<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cari Solusi untuk Atasi Polusi di Kota Metropolutan   </title><description>Solusi ini harus dibuat dengan tepat supaya tujuan meningkatkan kualitas udara bisa langsung kena</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/01/320/2875372/cari-solusi-untuk-atasi-polusi-di-kota-metropolutan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/09/01/320/2875372/cari-solusi-untuk-atasi-polusi-di-kota-metropolutan"/><item><title>Cari Solusi untuk Atasi Polusi di Kota Metropolutan   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/01/320/2875372/cari-solusi-untuk-atasi-polusi-di-kota-metropolutan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/09/01/320/2875372/cari-solusi-untuk-atasi-polusi-di-kota-metropolutan</guid><pubDate>Jum'at 01 September 2023 15:30 WIB</pubDate><dc:creator>Kharisma Rizkika Rahmawati</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/01/320/2875372/cari-solusi-untuk-atasi-polusi-di-kota-metropolutan-0fFTtyRVU4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Cari Solusi Atasi Polusi di Kota Metropolutan. (foto :Okezone.com/Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/01/320/2875372/cari-solusi-untuk-atasi-polusi-di-kota-metropolutan-0fFTtyRVU4.jpg</image><title>Cari Solusi Atasi Polusi di Kota Metropolutan. (foto :Okezone.com/Antara)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8zMS8xLzE2OTk3MS81L3g4bmxwdm8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;mdash; Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio menyampaikan bahwa Jakarta membutuhkan solusi atau strategi yang tepat untuk mengatasi kualiatas udara buruk dan tidak sehat saat ini.
Solusi ini harus dibuat dengan tepat supaya tujuan meningkatkan kualitas udara bisa langsung kena. Menurutnya, perlu strategi perencanaan transportasi first dan last mile serta push-pull untuk mengurangi polusi udara di Ibu Kota Jakarta.

BACA JUGA:
Kendaraan Pribadi Wajib Dibatasi Bila Ingin Polusi Udara Teratasi&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&amp;ldquo;Pemerintah perlu mengembangkan layanan angkutan umum dengan melakukan integrasi secara utuh dan juga menyediakan layanan lanjutannya, seperti perencanaan first mile dan last mile,&amp;rdquo; katanya, Jumat (1/9/2023).
Adapun maksud push-pull, perlu adanya peran dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

&amp;ldquo;Kebijakan push strategy oleh pemerintah daerah dan pull strategy dilakukan oleh pemerintah pusat,&quot; katanya.

BACA JUGA:
 Kualitas Udara di Jakarta Siang Ini Masih Tidak Sehat&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Push-pull juga dilakukan dengan cara, antara lain melakukan pengelolaan atau manajemen pengaturan waktu dan ruang untuk akses kendaraan pribadi, yakni pengaturan ruang jalan dan juga pengaturan ruang parkir.
Strategi ini, bisa mendorong masyarakat menggunakan transportasi umum dengan tujuan mengurangi polusi udara di Jakarta yang kualitasnya makin memburuk.&amp;ldquo;Jika dicek, statusnya makin memburuk meski PLTU dalam posisi shutdown, misalnya karena pemeliharaan,&amp;rdquo; ujarnya.
Soal polusi udara di Jakarta, Agus meminta pemerintah untuk menentukan solusi untuk polusi udara.
Masyarakat juga agar bersabar dengan tetap mengurangi emisi dari kendaraan pribadi.
&amp;ldquo;Semua solusi yang berkait dengan polusi udara memang perlu perencanaan dan kajian yang matang. Kalau mau beres segera, ngimpi kali ye,&amp;rdquo; katanya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8zMS8xLzE2OTk3MS81L3g4bmxwdm8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;mdash; Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio menyampaikan bahwa Jakarta membutuhkan solusi atau strategi yang tepat untuk mengatasi kualiatas udara buruk dan tidak sehat saat ini.
Solusi ini harus dibuat dengan tepat supaya tujuan meningkatkan kualitas udara bisa langsung kena. Menurutnya, perlu strategi perencanaan transportasi first dan last mile serta push-pull untuk mengurangi polusi udara di Ibu Kota Jakarta.

BACA JUGA:
Kendaraan Pribadi Wajib Dibatasi Bila Ingin Polusi Udara Teratasi&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&amp;ldquo;Pemerintah perlu mengembangkan layanan angkutan umum dengan melakukan integrasi secara utuh dan juga menyediakan layanan lanjutannya, seperti perencanaan first mile dan last mile,&amp;rdquo; katanya, Jumat (1/9/2023).
Adapun maksud push-pull, perlu adanya peran dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

&amp;ldquo;Kebijakan push strategy oleh pemerintah daerah dan pull strategy dilakukan oleh pemerintah pusat,&quot; katanya.

BACA JUGA:
 Kualitas Udara di Jakarta Siang Ini Masih Tidak Sehat&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Push-pull juga dilakukan dengan cara, antara lain melakukan pengelolaan atau manajemen pengaturan waktu dan ruang untuk akses kendaraan pribadi, yakni pengaturan ruang jalan dan juga pengaturan ruang parkir.
Strategi ini, bisa mendorong masyarakat menggunakan transportasi umum dengan tujuan mengurangi polusi udara di Jakarta yang kualitasnya makin memburuk.&amp;ldquo;Jika dicek, statusnya makin memburuk meski PLTU dalam posisi shutdown, misalnya karena pemeliharaan,&amp;rdquo; ujarnya.
Soal polusi udara di Jakarta, Agus meminta pemerintah untuk menentukan solusi untuk polusi udara.
Masyarakat juga agar bersabar dengan tetap mengurangi emisi dari kendaraan pribadi.
&amp;ldquo;Semua solusi yang berkait dengan polusi udara memang perlu perencanaan dan kajian yang matang. Kalau mau beres segera, ngimpi kali ye,&amp;rdquo; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
