<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menko Luhut: Penanganan Polusi Udara Butuh Waktu 1 Tahun</title><description>Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebut penanganan polusi udara tak bisa diselesaikan dalam waktu singkat</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/01/320/2875599/menko-luhut-penanganan-polusi-udara-butuh-waktu-1-tahun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/09/01/320/2875599/menko-luhut-penanganan-polusi-udara-butuh-waktu-1-tahun"/><item><title>Menko Luhut: Penanganan Polusi Udara Butuh Waktu 1 Tahun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/01/320/2875599/menko-luhut-penanganan-polusi-udara-butuh-waktu-1-tahun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/09/01/320/2875599/menko-luhut-penanganan-polusi-udara-butuh-waktu-1-tahun</guid><pubDate>Jum'at 01 September 2023 20:31 WIB</pubDate><dc:creator>Heri Purnomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/01/320/2875599/menko-luhut-penanganan-polusi-udara-butuh-waktu-1-tahun-gqWtscxoVw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Penanganan polusi udara butuh waktu 1 tahun (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/01/320/2875599/menko-luhut-penanganan-polusi-udara-butuh-waktu-1-tahun-gqWtscxoVw.jpg</image><title>Penanganan polusi udara butuh waktu 1 tahun (Foto: Okezone)</title></images><description>


JAKARTA - Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebut penanganan polusi udara tak bisa diselesaikan dalam waktu singkat. Adapun dalam penanganannya tersebut akan memakan waktu yang tidak sedikit. Luhut menyatakan bahwa penanganan polusi ini akan selesai dalam waktu 1 tahun.
&quot;Kami semua kerjakan sekarang begitu terintegrasi dan imbauan. Kita tak perlu saling salahkan, karena ini nggak akan selesai sebulan dua bulan, it is take 3 months, atau bahkan 1 tahun baru bisa diselesaikan,&quot; kata Luhut di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (1/9/2023).

BACA JUGA:
WFH hingga Ganjil Genap 24 Jam Tak Bisa Selesaikan Akar Masalah Polusi Udara

Luhut menjelaskan penanganan apa saja yang tengah pemerintah lakukan, di antaranya yakni melakukan kajian program Kemitraan Indonesia Australia untuk Perekonomian (Prospera).
Di mana dalam kajian tersebut berguna untuk melakukan apa yang yang menjadi penting dilakukan untuk penanganan polusi udara.

BACA JUGA:
Cari Solusi untuk Atasi Polusi di Kota Metropolutan 

Kemudian mempercepat proses kendaraan listrik untuk dapat digunakan oleh seluruh masyarakat Indonesia. Pasalnya kata Luhut penyebab terbesar polusi udara yakni sektor transportasi. Kemudian melakukan uji emisi pada kendaraan yang emisi karbonnya tinggi.
&quot;Sekarang kita sudah tahu, kendaraan itu transportasi itu penyebab yang parah. Kita percepat proses EV dan kemudian anda lihat ada pengecekan karbon emisi daripada mobil motor sudah mulai dilakukan,&quot; katanya.Kemudian, pemerintah akan memproduksi water mist generator untuk  dipasang di gedung-gedung untuk menyeprotkan air wilayah yang memiliki  polusi tinggi.
Hal itu guna menekan polusi udara. Meski begitu Luhut mengatakan bahwa hal tersebut membutuhkan waktu yang lama.
Selanjutnya yakni pemerintah akan lebih dulu mengidentifikasi  Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) pada sektor Industri. Bahkan ia  akan menutupnya. Kemudian akan digantikan oleh PLN untuk mengaliri  listrik dengan diberikan harga murah.
&quot;Tentu kita kasih insentif ke mereka ini lagi dibicarain, tentu PLN  mungkin dapat penugasan, daripada rugi dia nggak dipakai jadi dipakai  ini dulu,&quot; katanya.</description><content:encoded>


JAKARTA - Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebut penanganan polusi udara tak bisa diselesaikan dalam waktu singkat. Adapun dalam penanganannya tersebut akan memakan waktu yang tidak sedikit. Luhut menyatakan bahwa penanganan polusi ini akan selesai dalam waktu 1 tahun.
&quot;Kami semua kerjakan sekarang begitu terintegrasi dan imbauan. Kita tak perlu saling salahkan, karena ini nggak akan selesai sebulan dua bulan, it is take 3 months, atau bahkan 1 tahun baru bisa diselesaikan,&quot; kata Luhut di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (1/9/2023).

BACA JUGA:
WFH hingga Ganjil Genap 24 Jam Tak Bisa Selesaikan Akar Masalah Polusi Udara

Luhut menjelaskan penanganan apa saja yang tengah pemerintah lakukan, di antaranya yakni melakukan kajian program Kemitraan Indonesia Australia untuk Perekonomian (Prospera).
Di mana dalam kajian tersebut berguna untuk melakukan apa yang yang menjadi penting dilakukan untuk penanganan polusi udara.

BACA JUGA:
Cari Solusi untuk Atasi Polusi di Kota Metropolutan 

Kemudian mempercepat proses kendaraan listrik untuk dapat digunakan oleh seluruh masyarakat Indonesia. Pasalnya kata Luhut penyebab terbesar polusi udara yakni sektor transportasi. Kemudian melakukan uji emisi pada kendaraan yang emisi karbonnya tinggi.
&quot;Sekarang kita sudah tahu, kendaraan itu transportasi itu penyebab yang parah. Kita percepat proses EV dan kemudian anda lihat ada pengecekan karbon emisi daripada mobil motor sudah mulai dilakukan,&quot; katanya.Kemudian, pemerintah akan memproduksi water mist generator untuk  dipasang di gedung-gedung untuk menyeprotkan air wilayah yang memiliki  polusi tinggi.
Hal itu guna menekan polusi udara. Meski begitu Luhut mengatakan bahwa hal tersebut membutuhkan waktu yang lama.
Selanjutnya yakni pemerintah akan lebih dulu mengidentifikasi  Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) pada sektor Industri. Bahkan ia  akan menutupnya. Kemudian akan digantikan oleh PLN untuk mengaliri  listrik dengan diberikan harga murah.
&quot;Tentu kita kasih insentif ke mereka ini lagi dibicarain, tentu PLN  mungkin dapat penugasan, daripada rugi dia nggak dipakai jadi dipakai  ini dulu,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
