<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Permintaan Rumah Mewah di Jakarta Meningkat Pasca Pandemi, Ini Buktinya</title><description>Permintaan rumah mewah di Jakarta meningkat pasca pandemi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/01/470/2875619/permintaan-rumah-mewah-di-jakarta-meningkat-pasca-pandemi-ini-buktinya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/09/01/470/2875619/permintaan-rumah-mewah-di-jakarta-meningkat-pasca-pandemi-ini-buktinya"/><item><title>Permintaan Rumah Mewah di Jakarta Meningkat Pasca Pandemi, Ini Buktinya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/01/470/2875619/permintaan-rumah-mewah-di-jakarta-meningkat-pasca-pandemi-ini-buktinya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/09/01/470/2875619/permintaan-rumah-mewah-di-jakarta-meningkat-pasca-pandemi-ini-buktinya</guid><pubDate>Jum'at 01 September 2023 21:01 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/01/470/2875619/permintaan-rumah-mewah-di-jakarta-meningkat-pasca-pandemi-ini-buktinya-eSQIjbDUJ2.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Permintaan rumah mewah naik pasca pandemi (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/01/470/2875619/permintaan-rumah-mewah-di-jakarta-meningkat-pasca-pandemi-ini-buktinya-eSQIjbDUJ2.jpeg</image><title>Permintaan rumah mewah naik pasca pandemi (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8wNy80LzE1NjM5OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Permintaan rumah mewah di Jakarta meningkat pasca pandemi. Hal itu berdasarkan hasil riset tentang Perkembangan Industri Realestat yang dilakukan oleh DPP REI Jakarta.
Hasilnya 63% developer yang menjadi responden tersebut berpendapat bahwa sebanyak perumahan menengah atas paling menarik untuk dikembangkan karena ramai peminat.

BACA JUGA:
5 Artis Indonesia Punya Rumah Mewah di Kawasan Menteng


Wakil Ketua DPD Real Estatate Indonesia (REI) DKI Jakarta Bidang Riset dan Hubungan Luar Negeri Chandra Rambey mengungkapkan ramainya permintaan rumah untuk kelas menengah atas itu juga tidak luput dari pengaruh pemulihan ekonomi pasca pandemi, yang mana kalangan menengah atas cenderung lebih cepat recovery dibanding masyarakat kalangan bawah.
&quot;Makanya memang yang bisa untuk recovery, dan recovery - nya cepat adalah menengah ke atas juga. Tentu pengembang melihatnya dari sisi itu. Berarti yang harus kita kembangkan adalah market yang punya pasar, yaitu menengah ke atas,&quot; ujar Chandra dalam paparannya pada acara Peluncuran Hasil Riset Perkembangan Industri Real Estate di Jabodetabek, Jumat (1/9/2023).

BACA JUGA:
4 Rumah Mewah Artis di Depok, Ada yang Punya Showroom Mobil Sendiri


Bahkan hal peningkatan permintaan rumah kelas menengah atas itu juga berkontribusi paling besar terhadap kinerja sepanjang tahun berjalan 2023. Sebanyak 60,1% developer menilai perumahan menengah atas punya kontribusi pada kinerja positif di tahun 2023. Sedangkan untuk penjualan rumah kelas bawah hanya 28,1%.
Padahal hasil riset pada tahun 2020 menunjukan 65,5% developer mengaku produk perumahan kelas bawah/RST/FLPP paling berkontribusi dalam kinerja terbaik.
&quot;Permintaan rumah menengah atas setelah pandemi meningkat. Sebenarnya  kita bisa rasakan, yang paling terdampak pandemi adalah yang paling  bawah, karena social safetynya habis tergerus. Nah kalau yang atas pasti  lebih kuat menahan dampak dari pandemi,&quot; tambah Chandra.
Peningkatan permintaan rumah mewah itu akhirnya membuat developer di  Jakarta saat ini mayoritas atau 55,52% mengembangkan proyek perumahan  menengah dan atas. Sedangkan hanya 28,47% developer yang saat ini tengah  menggarap perumahan bawah/RST/FLPP.
Sekedar informasi tambahan, riset REI ini dilakukan secara kualitatif  dan kuantitatif dengan metode pengumpulan data primer berupa survey  melalui penyebaran kuesioner atau wawancara. Responden yang dituju  adalah para pengembang anggota REI DKI Jakarta, dengan kurun waktu  survey selama &amp;plusmn; 3 bulan dari April - Juli 2023.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8wNy80LzE1NjM5OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Permintaan rumah mewah di Jakarta meningkat pasca pandemi. Hal itu berdasarkan hasil riset tentang Perkembangan Industri Realestat yang dilakukan oleh DPP REI Jakarta.
Hasilnya 63% developer yang menjadi responden tersebut berpendapat bahwa sebanyak perumahan menengah atas paling menarik untuk dikembangkan karena ramai peminat.

BACA JUGA:
5 Artis Indonesia Punya Rumah Mewah di Kawasan Menteng


Wakil Ketua DPD Real Estatate Indonesia (REI) DKI Jakarta Bidang Riset dan Hubungan Luar Negeri Chandra Rambey mengungkapkan ramainya permintaan rumah untuk kelas menengah atas itu juga tidak luput dari pengaruh pemulihan ekonomi pasca pandemi, yang mana kalangan menengah atas cenderung lebih cepat recovery dibanding masyarakat kalangan bawah.
&quot;Makanya memang yang bisa untuk recovery, dan recovery - nya cepat adalah menengah ke atas juga. Tentu pengembang melihatnya dari sisi itu. Berarti yang harus kita kembangkan adalah market yang punya pasar, yaitu menengah ke atas,&quot; ujar Chandra dalam paparannya pada acara Peluncuran Hasil Riset Perkembangan Industri Real Estate di Jabodetabek, Jumat (1/9/2023).

BACA JUGA:
4 Rumah Mewah Artis di Depok, Ada yang Punya Showroom Mobil Sendiri


Bahkan hal peningkatan permintaan rumah kelas menengah atas itu juga berkontribusi paling besar terhadap kinerja sepanjang tahun berjalan 2023. Sebanyak 60,1% developer menilai perumahan menengah atas punya kontribusi pada kinerja positif di tahun 2023. Sedangkan untuk penjualan rumah kelas bawah hanya 28,1%.
Padahal hasil riset pada tahun 2020 menunjukan 65,5% developer mengaku produk perumahan kelas bawah/RST/FLPP paling berkontribusi dalam kinerja terbaik.
&quot;Permintaan rumah menengah atas setelah pandemi meningkat. Sebenarnya  kita bisa rasakan, yang paling terdampak pandemi adalah yang paling  bawah, karena social safetynya habis tergerus. Nah kalau yang atas pasti  lebih kuat menahan dampak dari pandemi,&quot; tambah Chandra.
Peningkatan permintaan rumah mewah itu akhirnya membuat developer di  Jakarta saat ini mayoritas atau 55,52% mengembangkan proyek perumahan  menengah dan atas. Sedangkan hanya 28,47% developer yang saat ini tengah  menggarap perumahan bawah/RST/FLPP.
Sekedar informasi tambahan, riset REI ini dilakukan secara kualitatif  dan kuantitatif dengan metode pengumpulan data primer berupa survey  melalui penyebaran kuesioner atau wawancara. Responden yang dituju  adalah para pengembang anggota REI DKI Jakarta, dengan kurun waktu  survey selama &amp;plusmn; 3 bulan dari April - Juli 2023.</content:encoded></item></channel></rss>
