<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PLTU Besar Disuntik Mati, Polusi Udara Jakarta Normal?</title><description>Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Suralaya sebesar 1,6 Gigawatt (GW) dalam posisi mati</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/02/320/2875898/pltu-besar-disuntik-mati-polusi-udara-jakarta-normal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/09/02/320/2875898/pltu-besar-disuntik-mati-polusi-udara-jakarta-normal"/><item><title>PLTU Besar Disuntik Mati, Polusi Udara Jakarta Normal?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/02/320/2875898/pltu-besar-disuntik-mati-polusi-udara-jakarta-normal</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/09/02/320/2875898/pltu-besar-disuntik-mati-polusi-udara-jakarta-normal</guid><pubDate>Sabtu 02 September 2023 17:02 WIB</pubDate><dc:creator>Nasya Emmanuela Lilipaly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/02/320/2875898/pltu-besar-disuntik-mati-polusi-udara-jakarta-normal-cL46rHhxhC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">PLTU Disuntik Mati, Polusi Udara Kembali Normal. (Foto: Okezone.com/PLN)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/02/320/2875898/pltu-besar-disuntik-mati-polusi-udara-jakarta-normal-cL46rHhxhC.jpg</image><title>PLTU Disuntik Mati, Polusi Udara Kembali Normal. (Foto: Okezone.com/PLN)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8zMS8xLzE2OTk3MS81L3g4bmxwdm8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Suralaya sebesar 1,6 Gigawatt (GW) dalam posisi mati atau shutdown. Namun apakah dengan dimatikannya PLTU ini, polusi udara Jakarta dan sekitarnya kembali normal?
&amp;ldquo;Meski beberapa PLTU besar di sekitar Jakarta sudah dimatikan, ternyata polusi udara masih pada status tidak sehat. Jadi memang harus dicari titik penghasil emisinya agar solusi yang dijalankan bisa tepat sasaran,&amp;rdquo; ujar  Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto, Sabtu (2/9/2023).

BACA JUGA:
Atasi Polusi Udara, Modifikasi Cuaca di Jabodetabek Berlanjut hingga 9 September&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Oleh karena itu, dirinya berharap pemerintah untuk melacak sumber polutan secara akurat.
&amp;ldquo;isu ini merebak sebelum investment plan dari JETP yang di dalamnya mengatur kebijakan investasi untuk penghentian PLTU dan diarahkan penyebabnya langsung divonis PLTU, padahal belum tentu juga,&amp;rdquo; kata Mulyanto.

BACA JUGA:
Uji Emisi Bakal Jadi Syarat Perpanjang STNK Tekan Polusi Udara, Sudah Tepatkah?

Pemerintah juga perlu lebih akurat dalam melacak sumber polutan yang mengakibatkan belum terkendalinya polusi udara di Jakarta.
&amp;ldquo;Jangan hanya menyebutkan sektor-sektornya saja. Tapi titik di mana penghasil emisinya,&amp;rdquo; katanya.Sampai saat ini, pemerintah masih kesulitan menemukan titik-titik penghasil emisi berupa polutan yang mengakibatkan udara Jakarta makin tidak sehat dan mengajak pemerintah memitigasi sumber polusi.
&amp;ldquo;Pemerintah harus clear dari data, lalu ambil kebijakan-kebijakan yang langsung menyasar, komprehensif dan efektif. Ini harus ditangani serius,&amp;rdquo; katanya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8zMS8xLzE2OTk3MS81L3g4bmxwdm8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Suralaya sebesar 1,6 Gigawatt (GW) dalam posisi mati atau shutdown. Namun apakah dengan dimatikannya PLTU ini, polusi udara Jakarta dan sekitarnya kembali normal?
&amp;ldquo;Meski beberapa PLTU besar di sekitar Jakarta sudah dimatikan, ternyata polusi udara masih pada status tidak sehat. Jadi memang harus dicari titik penghasil emisinya agar solusi yang dijalankan bisa tepat sasaran,&amp;rdquo; ujar  Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto, Sabtu (2/9/2023).

BACA JUGA:
Atasi Polusi Udara, Modifikasi Cuaca di Jabodetabek Berlanjut hingga 9 September&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Oleh karena itu, dirinya berharap pemerintah untuk melacak sumber polutan secara akurat.
&amp;ldquo;isu ini merebak sebelum investment plan dari JETP yang di dalamnya mengatur kebijakan investasi untuk penghentian PLTU dan diarahkan penyebabnya langsung divonis PLTU, padahal belum tentu juga,&amp;rdquo; kata Mulyanto.

BACA JUGA:
Uji Emisi Bakal Jadi Syarat Perpanjang STNK Tekan Polusi Udara, Sudah Tepatkah?

Pemerintah juga perlu lebih akurat dalam melacak sumber polutan yang mengakibatkan belum terkendalinya polusi udara di Jakarta.
&amp;ldquo;Jangan hanya menyebutkan sektor-sektornya saja. Tapi titik di mana penghasil emisinya,&amp;rdquo; katanya.Sampai saat ini, pemerintah masih kesulitan menemukan titik-titik penghasil emisi berupa polutan yang mengakibatkan udara Jakarta makin tidak sehat dan mengajak pemerintah memitigasi sumber polusi.
&amp;ldquo;Pemerintah harus clear dari data, lalu ambil kebijakan-kebijakan yang langsung menyasar, komprehensif dan efektif. Ini harus ditangani serius,&amp;rdquo; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
