<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menko Airlangga: ASEAN Jadi Mesin Pertumbuhan Global dan Tujuan Investasi</title><description>Airlangga Hartarto memimpin rangkaian The 23rd ASEAN Economic Community Council (AECC) Meeting.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/03/320/2876305/menko-airlangga-asean-jadi-mesin-pertumbuhan-global-dan-tujuan-investasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/09/03/320/2876305/menko-airlangga-asean-jadi-mesin-pertumbuhan-global-dan-tujuan-investasi"/><item><title>Menko Airlangga: ASEAN Jadi Mesin Pertumbuhan Global dan Tujuan Investasi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/03/320/2876305/menko-airlangga-asean-jadi-mesin-pertumbuhan-global-dan-tujuan-investasi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/09/03/320/2876305/menko-airlangga-asean-jadi-mesin-pertumbuhan-global-dan-tujuan-investasi</guid><pubDate>Minggu 03 September 2023 17:28 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/03/320/2876305/menko-airlangga-asean-jadi-mesin-pertumbuhan-global-dan-tujuan-investasi-8tdtmjaCZ5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Perekonomian Airlangga Bicara Soal Ekonomi Global (Foto: Dok Kemenko Perekonomian)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/03/320/2876305/menko-airlangga-asean-jadi-mesin-pertumbuhan-global-dan-tujuan-investasi-8tdtmjaCZ5.jpg</image><title>Menko Perekonomian Airlangga Bicara Soal Ekonomi Global (Foto: Dok Kemenko Perekonomian)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8wMS8yMC8xNzAwMjUvNS94OG5tdTdj&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memimpin rangkaian The 23rd ASEAN Economic Community Council (AECC) Meeting, yang terdiri dari retrerat dan plenary session di Jakarta.
Pertemuan tersebut merupakan persiapan untuk pembahasan dalam KTT ke-43 ASEAN yang akan dipimpin oleh Bapak Presiden di tanggal 5-7 September 2023 mendatang, khususnya terkait isu-isu di bidang ekonomi.

BACA JUGA:
Sri Mulyani Bakal Naikkan Dana Insentif Daerah pada 2024

Dalam retreat session, para Menteri membahas kondisi ekonomi  terkini yang sangat dinamis. Meskipun perekonomian kawasan sudah pulih melampaui situasi pra-pandemi dengan total PDB USD3,6 triliun di tahun 2022, proyeksi perekonomian global ke depan mengindikasikan perlemahan dan ketidakpastian pertumbuhan.
Hal tersebut memberikan tantangan terhadap pertumbuhan ekonomi kawasan. Pada pertemuan tersebut, dibahas 5 isu penting yang menjadi perhatian yakni  geopolitik, fragmentasi rantai pasok, transisi hijau, inovasi digital, dan pertumbuhan inklusif.

BACA JUGA:
Sri Mulyani Sebut Bansos dan BLT Bukan Solusi Atasi Kemiskinan di RI

&amp;rdquo;Kita harus terus meningkatkan kerja sama dan integrasi ekonomi kawasan dalam rangka penguatan arsitektur perdagangan dan rantai pasok regional, membuat pilihan kebijakan untuk meningkatkan daya saing, ketahanan, dan reformasi struktural yang didorong oleh keberlanjutan, digitalisasi dan perubahan demografis, serta menjadikan kawasan ASEAN sebagai pusat pertumbuhan regional dan mesin pertumbuhan global, sebagai tujuan utama investasi, dan pusat produksi global yang berdaya saing dan terpercaya,&amp;rdquo; tegas Airlangga, Minggu (4/9/2023).Pada pertemuan tersebut juga dibahas perkembangan penyusunan Visi Komunitas ASEAN Pasca-2025. Visi ASEAN pasca-2025 disepakati 20 tahun yakni ASEAN Vision 2045 yang bertujuan menjadikan kawasan ASEAN yang Resilient, Innovative, Dynamic and People-Centred.
Para Menteri menginstruksikan seluruh elemen badan sektoral terkait untuk segera menyusun workplan untuk mendukung pencapaian Visi ASEAN 2045.
&amp;rdquo;Tugas selanjutnya adalah menyusun rencana strategis MEA pasca-2025,&amp;rdquo; pungkas Airlangga.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8wMS8yMC8xNzAwMjUvNS94OG5tdTdj&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memimpin rangkaian The 23rd ASEAN Economic Community Council (AECC) Meeting, yang terdiri dari retrerat dan plenary session di Jakarta.
Pertemuan tersebut merupakan persiapan untuk pembahasan dalam KTT ke-43 ASEAN yang akan dipimpin oleh Bapak Presiden di tanggal 5-7 September 2023 mendatang, khususnya terkait isu-isu di bidang ekonomi.

BACA JUGA:
Sri Mulyani Bakal Naikkan Dana Insentif Daerah pada 2024

Dalam retreat session, para Menteri membahas kondisi ekonomi  terkini yang sangat dinamis. Meskipun perekonomian kawasan sudah pulih melampaui situasi pra-pandemi dengan total PDB USD3,6 triliun di tahun 2022, proyeksi perekonomian global ke depan mengindikasikan perlemahan dan ketidakpastian pertumbuhan.
Hal tersebut memberikan tantangan terhadap pertumbuhan ekonomi kawasan. Pada pertemuan tersebut, dibahas 5 isu penting yang menjadi perhatian yakni  geopolitik, fragmentasi rantai pasok, transisi hijau, inovasi digital, dan pertumbuhan inklusif.

BACA JUGA:
Sri Mulyani Sebut Bansos dan BLT Bukan Solusi Atasi Kemiskinan di RI

&amp;rdquo;Kita harus terus meningkatkan kerja sama dan integrasi ekonomi kawasan dalam rangka penguatan arsitektur perdagangan dan rantai pasok regional, membuat pilihan kebijakan untuk meningkatkan daya saing, ketahanan, dan reformasi struktural yang didorong oleh keberlanjutan, digitalisasi dan perubahan demografis, serta menjadikan kawasan ASEAN sebagai pusat pertumbuhan regional dan mesin pertumbuhan global, sebagai tujuan utama investasi, dan pusat produksi global yang berdaya saing dan terpercaya,&amp;rdquo; tegas Airlangga, Minggu (4/9/2023).Pada pertemuan tersebut juga dibahas perkembangan penyusunan Visi Komunitas ASEAN Pasca-2025. Visi ASEAN pasca-2025 disepakati 20 tahun yakni ASEAN Vision 2045 yang bertujuan menjadikan kawasan ASEAN yang Resilient, Innovative, Dynamic and People-Centred.
Para Menteri menginstruksikan seluruh elemen badan sektoral terkait untuk segera menyusun workplan untuk mendukung pencapaian Visi ASEAN 2045.
&amp;rdquo;Tugas selanjutnya adalah menyusun rencana strategis MEA pasca-2025,&amp;rdquo; pungkas Airlangga.</content:encoded></item></channel></rss>
