<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menko Luhut Sebut Afrika Selatan Minta Bantuan Indonesia Urus Listrik yang Sering Padam</title><description>Luhut Binsar Pandjaitan memberi kesan menarik ketika menemani Presiden Joko Widodo ke negara-negara Afrika.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/03/320/2876311/menko-luhut-sebut-afrika-selatan-minta-bantuan-indonesia-urus-listrik-yang-sering-padam</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/09/03/320/2876311/menko-luhut-sebut-afrika-selatan-minta-bantuan-indonesia-urus-listrik-yang-sering-padam"/><item><title>Menko Luhut Sebut Afrika Selatan Minta Bantuan Indonesia Urus Listrik yang Sering Padam</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/03/320/2876311/menko-luhut-sebut-afrika-selatan-minta-bantuan-indonesia-urus-listrik-yang-sering-padam</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/09/03/320/2876311/menko-luhut-sebut-afrika-selatan-minta-bantuan-indonesia-urus-listrik-yang-sering-padam</guid><pubDate>Minggu 03 September 2023 17:41 WIB</pubDate><dc:creator>Heri Purnomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/03/320/2876311/menko-luhut-sebut-afrika-selatan-minta-bantuan-indonesia-urus-listrik-yang-sering-padam-Ew2AVO4JZx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Maritim dan Investasi Luhut Bicara Soal Kunjungannya ke Afrika (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/03/320/2876311/menko-luhut-sebut-afrika-selatan-minta-bantuan-indonesia-urus-listrik-yang-sering-padam-Ew2AVO4JZx.jpg</image><title>Menko Maritim dan Investasi Luhut Bicara Soal Kunjungannya ke Afrika (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8wMS8yMC8xNzAwMjUvNS94OG5tdTdj&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memberi kesan menarik ketika menemani Presiden Joko Widodo ke negara-negara Afrika.
Luhut mengatakan kunjungan tersebut merupakan satu langkah strategis bagi perekonomian dan geopolitik Indonesia. Pasalnya Afrika Selatan meminta bantuan Indonesia perihal pasokan listrik di sana yang sangat minim.

BACA JUGA:
Menko Luhut: Bali Internasional Hospital Kurangi Masyarakat Berobat ke Luar Negeri

&quot;Sampai-sampai lampu kota di Johannesburg sering nyala-padam. Padahal, Afrika Selatan punya stranded gas yang berpotensi menghasilkan listrik sampai 100 megawatt,&quot; kata Luhut dikutip dari instagram @luhut.pandjaitan, Minggu (3/9/2023).
Luhut mengatakan atas permintaan itu, pemerintah Indonesia membuat kesepakatan antara Pertamina dan pihak Afrika Selatan untuk bekerja sama.

BACA JUGA:
Menko Luhut Targetkan Bali International Hospital Beroperasi pada Agustus 2024

Selain itu, beberapa kesepakatan kerja sama di bidang energi, sumber daya mineral, bahan pangan, bahkan pharmaceutical juga berhasil Indonesia eksplorasi lebih jauh dengan Kenya, Zimbabwe, dan Tanzania.Adapun Luhut mengatakan bahwa kerja sama ini adalah suatu upaya untuk menghidupkan nyala api &quot;Spirit Bandung&quot;. Gak tersebut lantaran dahulu Presiden Soekarno membakar semangat bangsa-bangsa Asia dan Afrika dalam KAA tahun 1955 untuk lepas dari cengkeraman kolonialisme.
Ia juga mengatakan bahwa kepentingan nasional kedua negara harus menjadi goals utama setiap kerja sama yang disepakati.
&quot;Dengan bersatu memperjuangkan hak untuk mengolah kekayaan alam kita secara berdikari, dan saling berbagi pengalaman antar negara berkembang bagaimana mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan, untuk masa dunia yang lebih setara dan berkeadilan,&quot; katanya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8wMS8yMC8xNzAwMjUvNS94OG5tdTdj&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memberi kesan menarik ketika menemani Presiden Joko Widodo ke negara-negara Afrika.
Luhut mengatakan kunjungan tersebut merupakan satu langkah strategis bagi perekonomian dan geopolitik Indonesia. Pasalnya Afrika Selatan meminta bantuan Indonesia perihal pasokan listrik di sana yang sangat minim.

BACA JUGA:
Menko Luhut: Bali Internasional Hospital Kurangi Masyarakat Berobat ke Luar Negeri

&quot;Sampai-sampai lampu kota di Johannesburg sering nyala-padam. Padahal, Afrika Selatan punya stranded gas yang berpotensi menghasilkan listrik sampai 100 megawatt,&quot; kata Luhut dikutip dari instagram @luhut.pandjaitan, Minggu (3/9/2023).
Luhut mengatakan atas permintaan itu, pemerintah Indonesia membuat kesepakatan antara Pertamina dan pihak Afrika Selatan untuk bekerja sama.

BACA JUGA:
Menko Luhut Targetkan Bali International Hospital Beroperasi pada Agustus 2024

Selain itu, beberapa kesepakatan kerja sama di bidang energi, sumber daya mineral, bahan pangan, bahkan pharmaceutical juga berhasil Indonesia eksplorasi lebih jauh dengan Kenya, Zimbabwe, dan Tanzania.Adapun Luhut mengatakan bahwa kerja sama ini adalah suatu upaya untuk menghidupkan nyala api &quot;Spirit Bandung&quot;. Gak tersebut lantaran dahulu Presiden Soekarno membakar semangat bangsa-bangsa Asia dan Afrika dalam KAA tahun 1955 untuk lepas dari cengkeraman kolonialisme.
Ia juga mengatakan bahwa kepentingan nasional kedua negara harus menjadi goals utama setiap kerja sama yang disepakati.
&quot;Dengan bersatu memperjuangkan hak untuk mengolah kekayaan alam kita secara berdikari, dan saling berbagi pengalaman antar negara berkembang bagaimana mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan, untuk masa dunia yang lebih setara dan berkeadilan,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
