<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Implementasi DEFA Bisa Dongkrak Ekonomi Digital ASEAN hingga USD2 Triliun</title><description>Airlangga Hartarto mengungkapkan bagaimana implementasi Digital Economic Framework Agreement bisa mendongkrak ekonomi digital ASEAN.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/03/320/2876322/implementasi-defa-bisa-dongkrak-ekonomi-digital-asean-hingga-usd2-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/09/03/320/2876322/implementasi-defa-bisa-dongkrak-ekonomi-digital-asean-hingga-usd2-triliun"/><item><title>Implementasi DEFA Bisa Dongkrak Ekonomi Digital ASEAN hingga USD2 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/03/320/2876322/implementasi-defa-bisa-dongkrak-ekonomi-digital-asean-hingga-usd2-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/09/03/320/2876322/implementasi-defa-bisa-dongkrak-ekonomi-digital-asean-hingga-usd2-triliun</guid><pubDate>Minggu 03 September 2023 18:11 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/03/320/2876322/implementasi-defa-bisa-dongkrak-ekonomi-digital-asean-hingga-usd2-triliun-FbeP13N5yM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Perekonomian Airlangga Bicara Soal Ekonomi ASEAN (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/03/320/2876322/implementasi-defa-bisa-dongkrak-ekonomi-digital-asean-hingga-usd2-triliun-FbeP13N5yM.jpg</image><title>Menko Perekonomian Airlangga Bicara Soal Ekonomi ASEAN (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8wMS8yMC8xNzAwMjUvNS94OG5tdTdj&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengungkapkan bagaimana implementasi Digital Economic Framework Agreement (DEFA) bisa mendongkrak ekonomi digital ASEAN hingga 2 kali lipat.
&quot;Indonesia juga dalam peluncuran (kesepakatan) DEFA hari ini, apabila DEFA ini diberlakukan di 2025, ini akan meningkatkan ekonomi digital ASEAN business as usual yang tadinya USD1 triliun hingga 2 kali lipat,&quot; ujar Airlangga dalam Konferensi Pers pertemuan ASEAN Economic Community Council (AECC) ke-23 di Jakarta, Minggu (3/9/2023).

BACA JUGA:
Menko Airlangga: ASEAN Jadi Mesin Pertumbuhan Global dan Tujuan Investasi

Dengan implementasi DEFA, maka angka ekonomi digital ASEAN ini bisa meningkat menjadi USD2 triliun di tahun 2030.
Dia menuturkan isu keberlanjutan menjadi isu bersama, dan terkait ekosistem, keberlanjutan daripada termasuk di dalamnya kendaraan listrik.

BACA JUGA:
Sri Mulyani Bakal Naikkan Dana Insentif Daerah pada 2024

&quot;Kami juga membahas persiapan Timor Leste masuk ke ASEAN, dan dalam pertemuan tadi, terdapat beberapa dokumen yang akan dibawa ke pemimpin ataupun kepala negara,&quot; ucap Airlangga.Dia mengatakan, hal ini terdiri dari 4 dokumen inisiatif yang tengah diadopsi oleh para kepala negara di KTT ke-43 ASEAN. Yang pertama, Leaders' Declaration on Strengthening Food Security and Nutrition Response to Crisis.
&quot;Dokumen kedua adalah Leaders' Statement to Develop the ASEAN Digital Economic Framework and Agreement. Telah diputuskan bahwa mereka yang dilaksanakan nanti implementasinya di 2025 di bawah keketuaan Malaysia dan tim negosiasinya nanti akan difasilitasi oleh Thailand,&quot; jelas Airlangga.
Ketiga, ASEAN Leaders' Declaration on ASEAN Epicentrum of Growth dan keempat, ASEAN Blue Economic Framework.
&quot;Ini beberapa hal penting yang tadi dibahas sepanjang pagi hingga siang hari ini,&quot; tandas Airlangga.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8wMS8yMC8xNzAwMjUvNS94OG5tdTdj&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengungkapkan bagaimana implementasi Digital Economic Framework Agreement (DEFA) bisa mendongkrak ekonomi digital ASEAN hingga 2 kali lipat.
&quot;Indonesia juga dalam peluncuran (kesepakatan) DEFA hari ini, apabila DEFA ini diberlakukan di 2025, ini akan meningkatkan ekonomi digital ASEAN business as usual yang tadinya USD1 triliun hingga 2 kali lipat,&quot; ujar Airlangga dalam Konferensi Pers pertemuan ASEAN Economic Community Council (AECC) ke-23 di Jakarta, Minggu (3/9/2023).

BACA JUGA:
Menko Airlangga: ASEAN Jadi Mesin Pertumbuhan Global dan Tujuan Investasi

Dengan implementasi DEFA, maka angka ekonomi digital ASEAN ini bisa meningkat menjadi USD2 triliun di tahun 2030.
Dia menuturkan isu keberlanjutan menjadi isu bersama, dan terkait ekosistem, keberlanjutan daripada termasuk di dalamnya kendaraan listrik.

BACA JUGA:
Sri Mulyani Bakal Naikkan Dana Insentif Daerah pada 2024

&quot;Kami juga membahas persiapan Timor Leste masuk ke ASEAN, dan dalam pertemuan tadi, terdapat beberapa dokumen yang akan dibawa ke pemimpin ataupun kepala negara,&quot; ucap Airlangga.Dia mengatakan, hal ini terdiri dari 4 dokumen inisiatif yang tengah diadopsi oleh para kepala negara di KTT ke-43 ASEAN. Yang pertama, Leaders' Declaration on Strengthening Food Security and Nutrition Response to Crisis.
&quot;Dokumen kedua adalah Leaders' Statement to Develop the ASEAN Digital Economic Framework and Agreement. Telah diputuskan bahwa mereka yang dilaksanakan nanti implementasinya di 2025 di bawah keketuaan Malaysia dan tim negosiasinya nanti akan difasilitasi oleh Thailand,&quot; jelas Airlangga.
Ketiga, ASEAN Leaders' Declaration on ASEAN Epicentrum of Growth dan keempat, ASEAN Blue Economic Framework.
&quot;Ini beberapa hal penting yang tadi dibahas sepanjang pagi hingga siang hari ini,&quot; tandas Airlangga.</content:encoded></item></channel></rss>
