<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Indonesia Emas 2045, PUPR Sebut Kualitas SDM Jadi Tantangan Pemerataan Pembangunan</title><description>Kementerian PUPR mengatakan pemerataan pembangunan wilayah merupakan salah satu pilar menuju Indonesia Emas 2045.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/04/320/2876561/indonesia-emas-2045-pupr-sebut-kualitas-sdm-jadi-tantangan-pemerataan-pembangunan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/09/04/320/2876561/indonesia-emas-2045-pupr-sebut-kualitas-sdm-jadi-tantangan-pemerataan-pembangunan"/><item><title>Indonesia Emas 2045, PUPR Sebut Kualitas SDM Jadi Tantangan Pemerataan Pembangunan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/04/320/2876561/indonesia-emas-2045-pupr-sebut-kualitas-sdm-jadi-tantangan-pemerataan-pembangunan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/09/04/320/2876561/indonesia-emas-2045-pupr-sebut-kualitas-sdm-jadi-tantangan-pemerataan-pembangunan</guid><pubDate>Senin 04 September 2023 09:07 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/04/320/2876561/indonesia-emas-2045-pupr-sebut-kualitas-sdm-jadi-tantangan-pemerataan-pembangunan-q8iw40vBSm.JPG" expression="full" type="image/jpeg">PUPR sebut SDM jadi kunci pemerataan pembangunan. (Foto: PUPR)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/04/320/2876561/indonesia-emas-2045-pupr-sebut-kualitas-sdm-jadi-tantangan-pemerataan-pembangunan-q8iw40vBSm.JPG</image><title>PUPR sebut SDM jadi kunci pemerataan pembangunan. (Foto: PUPR)</title></images><description>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8wNC80LzE3MDExMS81L3g4bnA3ODk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengatakan pemerataan pembangunan wilayah merupakan salah satu pilar menuju Indonesia Emas 2045.

&quot;Pemerataan pembangunan daerah terus ditingkatkan. Wilayah Luar Jawa terutama Kawasan Timur Indonesia (KTI) didorong tumbuh lebih tinggi dari Jawa dan Kawasan Barat Indonesia (KBI) dengan tetap mempertahankan momentum pertumbuhan wilayah Jawa,&quot; kata Sekretaris Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat (PUPR) Mohammad Zainal Fatah dalam keterangan resmi dikutip Senin (4/9/2023),
&amp;nbsp;BACA JUGA:

PUPR Terus Bangun Infrastruktur Secara Merata Seluruh Indonesia

Dalam mewujudkan pemerataan pembangunan, dikatakan Sekjen Zainal Fatah, salah satu tantangannya adalah meningkatkan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) Konstruksi untuk pembangunan infrastruktur.

&quot;Kementerian PUPR terus meningkatkan kompetensi SDM melalui Program Magister Super Spesialis Teknik yang telah berjalan sejak tahun 2020 bekerjasama dengan 4 perguruan tinggi terkemuka di Indonesia yakni ITB, UGM, ITS dan UNDIP,&quot; sambungnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Kementerian PUPR Proyeksikan Pembangunan IKN Rampung 2045, Menyongsong Indonesia Emas di Satu Abad Kemerdekaan

Selain melakukan pemerataan pembangunan, Kementerian PUPR juga berkomitmen untuk menjalankan pembangunan infrastruktur berkelanjutan yang ramah lingkungan untuk mendukung upaya pengurangan emisi karbon.

&quot;Indonesia bersama 194 negara lain telah berkomitmen dalam Paris Agreement 2016, yang juga dikukuhkan pada 2021 Climate Change Summit,&quot; katanya.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

SPAM Mebidang Diresmikan, Menteri PUPR: Masyarakat Bisa Minum Air Berkualitas


Untuk mendukung hal tersebut, dia mengatakan Kementerian PUPR terus mengembangkan inovasi teknologi infrastruktur hijau.



&quot;Salah satunya seperti pemanfaatan karet alam untuk campuran aspal, pengembangan teknologi waste to energy di Tempat Pembuangan Akhir Banjarbakula, dan pengembangan rusun pracetak modular dengan menerapkan lean construction di Rusun Pekerja Kawasan Industri Batang,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8wNC80LzE3MDExMS81L3g4bnA3ODk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengatakan pemerataan pembangunan wilayah merupakan salah satu pilar menuju Indonesia Emas 2045.

&quot;Pemerataan pembangunan daerah terus ditingkatkan. Wilayah Luar Jawa terutama Kawasan Timur Indonesia (KTI) didorong tumbuh lebih tinggi dari Jawa dan Kawasan Barat Indonesia (KBI) dengan tetap mempertahankan momentum pertumbuhan wilayah Jawa,&quot; kata Sekretaris Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat (PUPR) Mohammad Zainal Fatah dalam keterangan resmi dikutip Senin (4/9/2023),
&amp;nbsp;BACA JUGA:

PUPR Terus Bangun Infrastruktur Secara Merata Seluruh Indonesia

Dalam mewujudkan pemerataan pembangunan, dikatakan Sekjen Zainal Fatah, salah satu tantangannya adalah meningkatkan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) Konstruksi untuk pembangunan infrastruktur.

&quot;Kementerian PUPR terus meningkatkan kompetensi SDM melalui Program Magister Super Spesialis Teknik yang telah berjalan sejak tahun 2020 bekerjasama dengan 4 perguruan tinggi terkemuka di Indonesia yakni ITB, UGM, ITS dan UNDIP,&quot; sambungnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Kementerian PUPR Proyeksikan Pembangunan IKN Rampung 2045, Menyongsong Indonesia Emas di Satu Abad Kemerdekaan

Selain melakukan pemerataan pembangunan, Kementerian PUPR juga berkomitmen untuk menjalankan pembangunan infrastruktur berkelanjutan yang ramah lingkungan untuk mendukung upaya pengurangan emisi karbon.

&quot;Indonesia bersama 194 negara lain telah berkomitmen dalam Paris Agreement 2016, yang juga dikukuhkan pada 2021 Climate Change Summit,&quot; katanya.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

SPAM Mebidang Diresmikan, Menteri PUPR: Masyarakat Bisa Minum Air Berkualitas


Untuk mendukung hal tersebut, dia mengatakan Kementerian PUPR terus mengembangkan inovasi teknologi infrastruktur hijau.



&quot;Salah satunya seperti pemanfaatan karet alam untuk campuran aspal, pengembangan teknologi waste to energy di Tempat Pembuangan Akhir Banjarbakula, dan pengembangan rusun pracetak modular dengan menerapkan lean construction di Rusun Pekerja Kawasan Industri Batang,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
