<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wamen Ungkap Proyek EPC BUMN Bermasalah, Ini Daftarnya</title><description>Kartika Wirjoatmodjo mengungkapkan bahwa banyak proyek Engineering Procurement Construction (EPC) perusahaan pelat merah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/04/320/2876759/wamen-ungkap-proyek-epc-bumn-bermasalah-ini-daftarnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/09/04/320/2876759/wamen-ungkap-proyek-epc-bumn-bermasalah-ini-daftarnya"/><item><title>Wamen Ungkap Proyek EPC BUMN Bermasalah, Ini Daftarnya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/04/320/2876759/wamen-ungkap-proyek-epc-bumn-bermasalah-ini-daftarnya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/09/04/320/2876759/wamen-ungkap-proyek-epc-bumn-bermasalah-ini-daftarnya</guid><pubDate>Senin 04 September 2023 14:33 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/04/320/2876759/wamen-ungkap-proyek-epc-bumn-bermasalah-ini-daftarnya-8CQ7sO5hGK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wamen BUMN Ungkap Proyek EPC Bermasalah (Foto: Kementerian BUMN)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/04/320/2876759/wamen-ungkap-proyek-epc-bumn-bermasalah-ini-daftarnya-8CQ7sO5hGK.jpg</image><title>Wamen BUMN Ungkap Proyek EPC Bermasalah (Foto: Kementerian BUMN)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8wMS8yMC8xNzAwMjUvNS94OG5tdTdj&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo mengungkapkan bahwa banyak proyek Engineering Procurement Construction (EPC) perusahaan pelat merah bermasalah. Hal ini berdasarkan laporan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) kepada Kementerian BUMN.
Menurutnya, sejumlah proyek perseroan mengalami permasalahan desain. Misalnya, tidak rapi, persoalan ini pun berpengaruh pada level pembangunan alias development.

BACA JUGA:
Erick Thohir: BUMN Punya Modal Jumbo Rp3.200 Triliun

Dia mengaku perkara EPC terjadi di proyek PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo, PT Pertamina (Persero), Holding BUMN Pertambangan atau MIND ID, dan PT PLN (Persero).
&quot;Saya titip mengenai nanti pengembangan dan project management-nya ya, khususnya mengenai EPC-nya ini EPC ini tadi saya baru penyerahan laporan keuangan BPK, eh laporan Kementerian BPK yang diingatkan oleh BPK satunya adalah banyaknya case terkait EPC BUMN di Pelindo di Pertamina, Inalum, dan PLN,&quot; ujar Tiko sapaan akrabnya saat ditemui wartawan, Senin (4/8/2023).

BACA JUGA:
LRT Jabodebek Kerap Gangguan, Wamen BUMN: Kita Evaluasi untuk Penyempurnaan&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Banyak sekali Project kita yang di desain stage-nya tidak rapi dan akhirnya menurunkan permasalahan di development stage-nya,&quot; lanjut dia.Dari perkara tersebut, pemegang saham meminta Direksi BUMN melakukan pengetatan dari penunjukan kontraktor EPC proyek baik di level perencanaan hingga konstruksi.
Tak hanya itu, Tiko juga meminta perusahaan menerapkan fleksibilitas kontrak hingga perhitungan anggaran yang baik.
&quot;Tolong nanti benar-benar siapapun yang ditunjuk sebagai kontraktor sebagai EPC, proses perencanaan dan proses konstruksi yang baik, jangan sampai seperti kasus-kasus di masa lalu yang banyak sekali yang bermasalah ya EPC kita,&quot; ucapnya.
Menurutnya, perencanaan dan konstruksi yang tidak tepat akan membuat proyek menjadi mangkrak. Hal ini pun berujung pada perkara hukum.
&quot;Akhirnya project-nya tertunda dan akhirnya menimbulkan permasalahan hukum. Ini tolong nanti dalam contracting di project management-nya baik secara legal, finansial dan pelaksanaan project-nya dilaksanakan sebaik-baik,&quot; tutur Tiko.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8wMS8yMC8xNzAwMjUvNS94OG5tdTdj&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo mengungkapkan bahwa banyak proyek Engineering Procurement Construction (EPC) perusahaan pelat merah bermasalah. Hal ini berdasarkan laporan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) kepada Kementerian BUMN.
Menurutnya, sejumlah proyek perseroan mengalami permasalahan desain. Misalnya, tidak rapi, persoalan ini pun berpengaruh pada level pembangunan alias development.

BACA JUGA:
Erick Thohir: BUMN Punya Modal Jumbo Rp3.200 Triliun

Dia mengaku perkara EPC terjadi di proyek PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo, PT Pertamina (Persero), Holding BUMN Pertambangan atau MIND ID, dan PT PLN (Persero).
&quot;Saya titip mengenai nanti pengembangan dan project management-nya ya, khususnya mengenai EPC-nya ini EPC ini tadi saya baru penyerahan laporan keuangan BPK, eh laporan Kementerian BPK yang diingatkan oleh BPK satunya adalah banyaknya case terkait EPC BUMN di Pelindo di Pertamina, Inalum, dan PLN,&quot; ujar Tiko sapaan akrabnya saat ditemui wartawan, Senin (4/8/2023).

BACA JUGA:
LRT Jabodebek Kerap Gangguan, Wamen BUMN: Kita Evaluasi untuk Penyempurnaan&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Banyak sekali Project kita yang di desain stage-nya tidak rapi dan akhirnya menurunkan permasalahan di development stage-nya,&quot; lanjut dia.Dari perkara tersebut, pemegang saham meminta Direksi BUMN melakukan pengetatan dari penunjukan kontraktor EPC proyek baik di level perencanaan hingga konstruksi.
Tak hanya itu, Tiko juga meminta perusahaan menerapkan fleksibilitas kontrak hingga perhitungan anggaran yang baik.
&quot;Tolong nanti benar-benar siapapun yang ditunjuk sebagai kontraktor sebagai EPC, proses perencanaan dan proses konstruksi yang baik, jangan sampai seperti kasus-kasus di masa lalu yang banyak sekali yang bermasalah ya EPC kita,&quot; ucapnya.
Menurutnya, perencanaan dan konstruksi yang tidak tepat akan membuat proyek menjadi mangkrak. Hal ini pun berujung pada perkara hukum.
&quot;Akhirnya project-nya tertunda dan akhirnya menimbulkan permasalahan hukum. Ini tolong nanti dalam contracting di project management-nya baik secara legal, finansial dan pelaksanaan project-nya dilaksanakan sebaik-baik,&quot; tutur Tiko.</content:encoded></item></channel></rss>
