<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Industri Manufaktur Butuh 682 Ribu Pekerja Baru, Berminat?</title><description>Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan bahwa setiap tahun industri manufaktur di Tanah Air.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/04/320/2876837/industri-manufaktur-butuh-682-ribu-pekerja-baru-berminat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/09/04/320/2876837/industri-manufaktur-butuh-682-ribu-pekerja-baru-berminat"/><item><title>Industri Manufaktur Butuh 682 Ribu Pekerja Baru, Berminat?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/04/320/2876837/industri-manufaktur-butuh-682-ribu-pekerja-baru-berminat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/09/04/320/2876837/industri-manufaktur-butuh-682-ribu-pekerja-baru-berminat</guid><pubDate>Senin 04 September 2023 16:02 WIB</pubDate><dc:creator>Himayatul Azizah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/04/320/2876837/industri-manufaktur-butuh-682-ribu-pekerja-baru-berminat-BZ9GsVbiWB.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Industri Manufaktur Butuh Tenaga kerja. (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/04/320/2876837/industri-manufaktur-butuh-682-ribu-pekerja-baru-berminat-BZ9GsVbiWB.jpg</image><title>Industri Manufaktur Butuh Tenaga kerja. (Foto: Freepik)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8wMS8yMC8xNzAwMjUvNS94OG5tdTdj&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan bahwa setiap tahun industri manufaktur di Tanah Air setidaknya membutuhkan 682 ribu jiwa pekerja baru namun kebutuhan tersebut belum mampu terpenuhi.
&quot;Setiap tahunnya industri manufaktur membutuhkan 682 ribu orang pekerja baru, namun sayangnya hal itu belum sepenuhnya dapat dipenuhi,&quot; kata Menteri Agus Gumiwang Kartasasmita di Padang dikutip Antara, Senin (4/9/2023).

BACA JUGA:
Menperin Sebut Industri Manufaktur di Indonesia Ekspansif, Ini Buktinya

Hal itu disampaikan Menperin usai memberikan kuliah umum bertajuk peningkatan indeks kepercayaan industri (IKI) melalui pengembangan sumber daya manusia industri &quot;SDM industri berkualitas, IKI meningkat&quot; yang diselenggarakan Universitas Andalas (Unand) Sumatera Barat.
Dia menjelaskan hal itu terjadi lantaran adanya ketidakcocokan antara kompetensi lulusan pendidikan dengan kebutuhan dunia usaha yang tersedia atau membutuhkan.

BACA JUGA:
Sanksi Tegas ke Industri, Menperin: Bersihkan Polusi Tak Semudah Balikkan Telapak Tangan

Berdasarkan data survei angkatan kerja nasional (sakernas) tahun 2022 menunjukkan bahwa terdapat 8,42 juta pengangguran di Tanah Air dengan tingkat pengangguran terbuka sebesar 5,86%. Jumlah itu turun 0,63 poin dibandingkan Agustus 2021 yang mencapai 6,49%.Agus mengatakan pada dasarnya bonus demografi yang dimiliki Indonesia menjadi peluang sekaligus tantangan. Dari 72,72% penduduk usia produktif, hanya 13% yang mengenyam pendidikan tinggi. Sementara lainnya didominasi lulusan sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA) sederajat.
Tantangan bonus demografi lainnya yaitu setiap tahunnya terdapat 1,65 juta lulusan perguruan tinggi, ditambah 1,8 juta jiwa lulusan tingkat SMA sederajat yang tidak melanjutkan studi. Artinya, terdapat 3,45 juta jiwa pencari kerja baru setiap tahunnya.
Sementara, di satu sisi peluang kerja baru cukup terbatas. Sebagai contoh sektor industri manufaktur yang hanya membutuhkan sekitar 682 ribu tenaga kerja baru setiap tahunnya.
Maka itu, Kementerian Perindustrian melihat pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan vokasi sangat penting guna memastikan daya saing nasional yang kompetitif. Apalagi, pada tahun 2030 Indonesia akan mencapai puncak bonus demografi
Selain itu, pada momentum 100 tahun kemerdekaan Indonesia yang jatuh pada tahun 2045 jumlah penduduk Indonesia diperkirakan mencapai 318,7 juta jiwa dengan asumsi tren laju pertumbuhan penduduk 1,25% per tahunnya</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8wMS8yMC8xNzAwMjUvNS94OG5tdTdj&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan bahwa setiap tahun industri manufaktur di Tanah Air setidaknya membutuhkan 682 ribu jiwa pekerja baru namun kebutuhan tersebut belum mampu terpenuhi.
&quot;Setiap tahunnya industri manufaktur membutuhkan 682 ribu orang pekerja baru, namun sayangnya hal itu belum sepenuhnya dapat dipenuhi,&quot; kata Menteri Agus Gumiwang Kartasasmita di Padang dikutip Antara, Senin (4/9/2023).

BACA JUGA:
Menperin Sebut Industri Manufaktur di Indonesia Ekspansif, Ini Buktinya

Hal itu disampaikan Menperin usai memberikan kuliah umum bertajuk peningkatan indeks kepercayaan industri (IKI) melalui pengembangan sumber daya manusia industri &quot;SDM industri berkualitas, IKI meningkat&quot; yang diselenggarakan Universitas Andalas (Unand) Sumatera Barat.
Dia menjelaskan hal itu terjadi lantaran adanya ketidakcocokan antara kompetensi lulusan pendidikan dengan kebutuhan dunia usaha yang tersedia atau membutuhkan.

BACA JUGA:
Sanksi Tegas ke Industri, Menperin: Bersihkan Polusi Tak Semudah Balikkan Telapak Tangan

Berdasarkan data survei angkatan kerja nasional (sakernas) tahun 2022 menunjukkan bahwa terdapat 8,42 juta pengangguran di Tanah Air dengan tingkat pengangguran terbuka sebesar 5,86%. Jumlah itu turun 0,63 poin dibandingkan Agustus 2021 yang mencapai 6,49%.Agus mengatakan pada dasarnya bonus demografi yang dimiliki Indonesia menjadi peluang sekaligus tantangan. Dari 72,72% penduduk usia produktif, hanya 13% yang mengenyam pendidikan tinggi. Sementara lainnya didominasi lulusan sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA) sederajat.
Tantangan bonus demografi lainnya yaitu setiap tahunnya terdapat 1,65 juta lulusan perguruan tinggi, ditambah 1,8 juta jiwa lulusan tingkat SMA sederajat yang tidak melanjutkan studi. Artinya, terdapat 3,45 juta jiwa pencari kerja baru setiap tahunnya.
Sementara, di satu sisi peluang kerja baru cukup terbatas. Sebagai contoh sektor industri manufaktur yang hanya membutuhkan sekitar 682 ribu tenaga kerja baru setiap tahunnya.
Maka itu, Kementerian Perindustrian melihat pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan vokasi sangat penting guna memastikan daya saing nasional yang kompetitif. Apalagi, pada tahun 2030 Indonesia akan mencapai puncak bonus demografi
Selain itu, pada momentum 100 tahun kemerdekaan Indonesia yang jatuh pada tahun 2045 jumlah penduduk Indonesia diperkirakan mencapai 318,7 juta jiwa dengan asumsi tren laju pertumbuhan penduduk 1,25% per tahunnya</content:encoded></item></channel></rss>
