<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Fitch Sematkan Peringkat Utang BBB, BI: Kepercayaan Internasional Masih Tinggi</title><description>Lembaga pemeringkat Fitch kembali mempertahankan Sovereign Credit Rating Republik Indonesia pada BBB.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/04/320/2876939/fitch-sematkan-peringkat-utang-bbb-bi-kepercayaan-internasional-masih-tinggi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/09/04/320/2876939/fitch-sematkan-peringkat-utang-bbb-bi-kepercayaan-internasional-masih-tinggi"/><item><title>Fitch Sematkan Peringkat Utang BBB, BI: Kepercayaan Internasional Masih Tinggi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/04/320/2876939/fitch-sematkan-peringkat-utang-bbb-bi-kepercayaan-internasional-masih-tinggi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/09/04/320/2876939/fitch-sematkan-peringkat-utang-bbb-bi-kepercayaan-internasional-masih-tinggi</guid><pubDate>Senin 04 September 2023 18:07 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/04/320/2876939/fitch-sematkan-peringkat-utang-bbb-bi-kepercayaan-internasional-masih-tinggi-tOSdyLa8Mn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Fitch rating sematkan peringkat BBB untuk RI (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/04/320/2876939/fitch-sematkan-peringkat-utang-bbb-bi-kepercayaan-internasional-masih-tinggi-tOSdyLa8Mn.jpg</image><title>Fitch rating sematkan peringkat BBB untuk RI (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8wMy80LzE3MDA5Ni81L3g4bm92MGQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Lembaga pemeringkat Fitch kembali mempertahankan Sovereign Credit Rating Republik Indonesia pada BBB (satu tingkat di atas level terendah investment grade) dengan outlook stabil pada 1 September 2023.
Menurut Fitch, keputusan ini mempertimbangkan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka menengah yang baik serta rasio utang Pemerintah terhadap PDB yang rendah. Pada sisi lain, Fitch melihat masih ada sejumlah tantangan yang perlu direspons, yaitu penerimaan Pemerintah yang masih rendah serta beberapa indikator struktural termasuk indikator tata kelola yang relatif lebih rendah dibandingkan negara-negara lain pada peringkat yang sama.

BACA JUGA:
Ekonomi RI Dibilang Tekor, Begini Tanggapan Sri Mulyani


Dari sisi eksternal, sejumlah indikator seperti transaksi berjalan menunjukkan perbaikan dibandingkan sebelum pandemi, meskipun akan kembali ke level normal dalam beberapa tahun ke depan, dengan asumsi bahwa penurunan harga komoditas akan berlanjut.
Menanggapi keputusan Fitch, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyatakan, afirmasi rating Indonesia pada peringkat BBB dengan outlook stabil menunjukkan keyakinan kuat pemangku kepentingan internasional atas stabilitas makroekonomi dan prospek ekonomi jangka menengah Indonesia yang tetap terjaga.

BACA JUGA:
Sri Mulyani Optimis Ekonomi RI meski Gaji PNS Naik di 2024


&quot;Kepercayaan dunia internasional ini didukung oleh kredibilitas kebijakan yang tinggi dan sinergi bauran kebijakan yang kuat antara pemerintah dan Bank Indonesia di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih tinggi. Ke depan, Bank Indonesia akan terus mencermati perkembangan ekonomi dan keuangan global dan domestik, merumuskan dan melaksanakan langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan terjaganya stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah untuk mendukung tercapainya pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,&quot; ujar Perry di Jakarta, Senin (4/9/2023).
Pada laporannya, Fitch menilai ekonomi Indonesia diperkirakan tumbuh 5% pada 2023 didukung oleh konsumsi domestik yang solid, di tengah pelemahan ekspor dan eskalasi risiko dari tertahannya pemulihan ekonomi China. Pemilu pada 2024 diperkirakan tidak memengaruhi investasi, bahkan belanja Pemilu partai dapat berkontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi dalam enam bulan ke depan.
Dalam jangka menengah, ekonomi Indonesia diyakini akan memperoleh  manfaat dari implementasi reformasi dan pembangunan infrastruktur yang  berkelanjutan, termasuk pembangunan ibu kota baru, Nusantara. Atas  perkembangan tersebut, Fitch memperkirakan ekonomi Indonesia dalam  jangka menengah tumbuh 5,2% pada 2024 dan 5% pada 2025.
Pada sisi eksternal, setelah mencatat surplus pada dua tahun  terakhir, Fitch memperkirakan transaksi berjalan akan mencatat defisit  sebesar 0,3%-1,5% dari PDB pada 2023-2025, seiring penurunan harga  komoditas. Penanaman modal asing (PMA) diperkirakan meningkat didukung  kelanjutan aktivitas hilirisasi yang diharapkan dapat memberikan nilai  tambah terhadap ekspor komoditas dan mendorong peningkatan ekspor  manufaktur.
Terkait perkembangan harga, penerapan kebijakan moneter ketat dan  sinergi dengan pemerintah melalui penguatan program Gerakan Nasional  Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) diperkirakan mampu menurunkan  inflasi sehingga mencapai kisaran sasaran 3%+1% pada akhir tahun 2023  dan ke sasaran baru 2.5%+1% pada 2024.
Fitch menilai penerapan kebijakan fiskal yang berhati-hati telah  berhasil mengembalikan defisit fiskal ke level sebelum pandemi pada  2022, dan diperkirakan tetap terjaga di bawah 3% dari PDB untuk beberapa  tahun ke depan. Dari sisi penerimaan, dampak positif kenaikan tarif PPN  terhadap penerimaan pada 2023 diperkirakan belum mampu menahan dampak  negatif dari penurunan harga komoditas.
Namun demikian, dalam jangka menengah Fitch memperkirakan utang  Pemerintah akan menurun dari level 38,9% dari PDB pada tahun 2023  menjadi 38,0% pada 2025. Fitch sebelumnya mempertahankan Sovereign  Credit Rating Indonesia pada BBB dengan outlook Stabil pada 14 Desember  2022.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8wMy80LzE3MDA5Ni81L3g4bm92MGQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Lembaga pemeringkat Fitch kembali mempertahankan Sovereign Credit Rating Republik Indonesia pada BBB (satu tingkat di atas level terendah investment grade) dengan outlook stabil pada 1 September 2023.
Menurut Fitch, keputusan ini mempertimbangkan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka menengah yang baik serta rasio utang Pemerintah terhadap PDB yang rendah. Pada sisi lain, Fitch melihat masih ada sejumlah tantangan yang perlu direspons, yaitu penerimaan Pemerintah yang masih rendah serta beberapa indikator struktural termasuk indikator tata kelola yang relatif lebih rendah dibandingkan negara-negara lain pada peringkat yang sama.

BACA JUGA:
Ekonomi RI Dibilang Tekor, Begini Tanggapan Sri Mulyani


Dari sisi eksternal, sejumlah indikator seperti transaksi berjalan menunjukkan perbaikan dibandingkan sebelum pandemi, meskipun akan kembali ke level normal dalam beberapa tahun ke depan, dengan asumsi bahwa penurunan harga komoditas akan berlanjut.
Menanggapi keputusan Fitch, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyatakan, afirmasi rating Indonesia pada peringkat BBB dengan outlook stabil menunjukkan keyakinan kuat pemangku kepentingan internasional atas stabilitas makroekonomi dan prospek ekonomi jangka menengah Indonesia yang tetap terjaga.

BACA JUGA:
Sri Mulyani Optimis Ekonomi RI meski Gaji PNS Naik di 2024


&quot;Kepercayaan dunia internasional ini didukung oleh kredibilitas kebijakan yang tinggi dan sinergi bauran kebijakan yang kuat antara pemerintah dan Bank Indonesia di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih tinggi. Ke depan, Bank Indonesia akan terus mencermati perkembangan ekonomi dan keuangan global dan domestik, merumuskan dan melaksanakan langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan terjaganya stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah untuk mendukung tercapainya pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,&quot; ujar Perry di Jakarta, Senin (4/9/2023).
Pada laporannya, Fitch menilai ekonomi Indonesia diperkirakan tumbuh 5% pada 2023 didukung oleh konsumsi domestik yang solid, di tengah pelemahan ekspor dan eskalasi risiko dari tertahannya pemulihan ekonomi China. Pemilu pada 2024 diperkirakan tidak memengaruhi investasi, bahkan belanja Pemilu partai dapat berkontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi dalam enam bulan ke depan.
Dalam jangka menengah, ekonomi Indonesia diyakini akan memperoleh  manfaat dari implementasi reformasi dan pembangunan infrastruktur yang  berkelanjutan, termasuk pembangunan ibu kota baru, Nusantara. Atas  perkembangan tersebut, Fitch memperkirakan ekonomi Indonesia dalam  jangka menengah tumbuh 5,2% pada 2024 dan 5% pada 2025.
Pada sisi eksternal, setelah mencatat surplus pada dua tahun  terakhir, Fitch memperkirakan transaksi berjalan akan mencatat defisit  sebesar 0,3%-1,5% dari PDB pada 2023-2025, seiring penurunan harga  komoditas. Penanaman modal asing (PMA) diperkirakan meningkat didukung  kelanjutan aktivitas hilirisasi yang diharapkan dapat memberikan nilai  tambah terhadap ekspor komoditas dan mendorong peningkatan ekspor  manufaktur.
Terkait perkembangan harga, penerapan kebijakan moneter ketat dan  sinergi dengan pemerintah melalui penguatan program Gerakan Nasional  Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) diperkirakan mampu menurunkan  inflasi sehingga mencapai kisaran sasaran 3%+1% pada akhir tahun 2023  dan ke sasaran baru 2.5%+1% pada 2024.
Fitch menilai penerapan kebijakan fiskal yang berhati-hati telah  berhasil mengembalikan defisit fiskal ke level sebelum pandemi pada  2022, dan diperkirakan tetap terjaga di bawah 3% dari PDB untuk beberapa  tahun ke depan. Dari sisi penerimaan, dampak positif kenaikan tarif PPN  terhadap penerimaan pada 2023 diperkirakan belum mampu menahan dampak  negatif dari penurunan harga komoditas.
Namun demikian, dalam jangka menengah Fitch memperkirakan utang  Pemerintah akan menurun dari level 38,9% dari PDB pada tahun 2023  menjadi 38,0% pada 2025. Fitch sebelumnya mempertahankan Sovereign  Credit Rating Indonesia pada BBB dengan outlook Stabil pada 14 Desember  2022.</content:encoded></item></channel></rss>
