<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menteri Teten Akui Penyaluran KUR Masih Seret</title><description>MenKopUKM Teten Masduki mengakui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) masih seret.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/04/320/2876958/menteri-teten-akui-penyaluran-kur-masih-seret</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/09/04/320/2876958/menteri-teten-akui-penyaluran-kur-masih-seret"/><item><title>Menteri Teten Akui Penyaluran KUR Masih Seret</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/04/320/2876958/menteri-teten-akui-penyaluran-kur-masih-seret</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/09/04/320/2876958/menteri-teten-akui-penyaluran-kur-masih-seret</guid><pubDate>Senin 04 September 2023 18:22 WIB</pubDate><dc:creator> Ikhsan Permana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/04/320/2876958/menteri-teten-akui-penyaluran-kur-masih-seret-d0yycHsCE9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Teten akui penyaluran kredit masih seret (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/04/320/2876958/menteri-teten-akui-penyaluran-kur-masih-seret-d0yycHsCE9.jpg</image><title>Teten akui penyaluran kredit masih seret (Foto: Freepik)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8yMy80LzE2OTYyMy81L3g4bmZwNTE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; MenKopUKM Teten Masduki mengakui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) masih seret. Menurutnya, penyaluran KUR masih belum maksimal meskipun sudah ada aturan pinjaman sampai Rp100 juta tidak diperlukan agunan.
&quot;Memang ada perlambatan penyaluran kredit, bukan hanya UMKM, tapi keseluruhan, realisasi KUR per 30 Agustus 2023 Rp149,9 triliun dari target Rp460 triliun,&quot; ungkap Teten dalam Rapat Kerja bersama Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (4/9/2023).

BACA JUGA:
China Turunkan Kredit untuk Pembelian Rumah Pertama


Teten mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan kajian dan menemukan fakta bahwa 145 negara sudah menerapkan credit scoring dalam penyaluran kredit, tidak lagi menggunakan jaminan atau kolateral.

BACA JUGA:
Menteri Basuki Siapkan Skema Agar Cicilan Kredit Rumah Milenial Murah 


&quot;UMKM rata-rata gak punya aset, kalau dimintakan aset sebagai kolateral pasti gak bisa. Kemarin ini disampaikan Presiden dalam rapat Hipmi, bahwa harus terus diupayakan bagaimana penerapan KUR tidak lagi pakai kolateral, tapi pakai credit scoring,&quot; ungkap Teten.
Teten menilai penerapan credit scoring akan memberikan rasa aman  terhadap perbankan, sebab jika menggunakan agunan, nilai aset sangat  mudah dimanipulasi. Sedangkan credit scoring sulit dimanipulasi karena  di dalamnya berisikan informasi transaksi kepada buyer, supplier, pajak  dan lain-lain.
&quot;Ini yang saya kira perlu dukungan kita semua, karena UMKM masalah  utamanya adalah pembiayaan. padahal tadi ditantang bagaimana melahirkan  lapangan kerja berkualitas, bagaimana mereka bisa naik kelas kalau  mereka gak bisa ambil pembiayaan terutama untuk modal investasi,&quot;  ucapnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8yMy80LzE2OTYyMy81L3g4bmZwNTE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; MenKopUKM Teten Masduki mengakui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) masih seret. Menurutnya, penyaluran KUR masih belum maksimal meskipun sudah ada aturan pinjaman sampai Rp100 juta tidak diperlukan agunan.
&quot;Memang ada perlambatan penyaluran kredit, bukan hanya UMKM, tapi keseluruhan, realisasi KUR per 30 Agustus 2023 Rp149,9 triliun dari target Rp460 triliun,&quot; ungkap Teten dalam Rapat Kerja bersama Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (4/9/2023).

BACA JUGA:
China Turunkan Kredit untuk Pembelian Rumah Pertama


Teten mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan kajian dan menemukan fakta bahwa 145 negara sudah menerapkan credit scoring dalam penyaluran kredit, tidak lagi menggunakan jaminan atau kolateral.

BACA JUGA:
Menteri Basuki Siapkan Skema Agar Cicilan Kredit Rumah Milenial Murah 


&quot;UMKM rata-rata gak punya aset, kalau dimintakan aset sebagai kolateral pasti gak bisa. Kemarin ini disampaikan Presiden dalam rapat Hipmi, bahwa harus terus diupayakan bagaimana penerapan KUR tidak lagi pakai kolateral, tapi pakai credit scoring,&quot; ungkap Teten.
Teten menilai penerapan credit scoring akan memberikan rasa aman  terhadap perbankan, sebab jika menggunakan agunan, nilai aset sangat  mudah dimanipulasi. Sedangkan credit scoring sulit dimanipulasi karena  di dalamnya berisikan informasi transaksi kepada buyer, supplier, pajak  dan lain-lain.
&quot;Ini yang saya kira perlu dukungan kita semua, karena UMKM masalah  utamanya adalah pembiayaan. padahal tadi ditantang bagaimana melahirkan  lapangan kerja berkualitas, bagaimana mereka bisa naik kelas kalau  mereka gak bisa ambil pembiayaan terutama untuk modal investasi,&quot;  ucapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
