<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bertemu Presiden Bank Dunia, Jokowi Bahas Reformasi Sistem Keuangan Global</title><description>Presiden Jokowi bertemu dengan Presiden Bank Dunia Ajay Banga beserta delegasi di Ruang Jepara, Istana Merdeka.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/04/320/2877071/bertemu-presiden-bank-dunia-jokowi-bahas-reformasi-sistem-keuangan-global</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/09/04/320/2877071/bertemu-presiden-bank-dunia-jokowi-bahas-reformasi-sistem-keuangan-global"/><item><title>Bertemu Presiden Bank Dunia, Jokowi Bahas Reformasi Sistem Keuangan Global</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/04/320/2877071/bertemu-presiden-bank-dunia-jokowi-bahas-reformasi-sistem-keuangan-global</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/09/04/320/2877071/bertemu-presiden-bank-dunia-jokowi-bahas-reformasi-sistem-keuangan-global</guid><pubDate>Senin 04 September 2023 21:14 WIB</pubDate><dc:creator>Raka Dwi Novianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/04/320/2877071/bertemu-presiden-bank-dunia-jokowi-bahas-reformasi-sistem-keuangan-global-XW56veHFmu.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi bertemu Presiden Bank Dunia (Foto: Setpres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/04/320/2877071/bertemu-presiden-bank-dunia-jokowi-bahas-reformasi-sistem-keuangan-global-XW56veHFmu.jpg</image><title>Presiden Jokowi bertemu Presiden Bank Dunia (Foto: Setpres)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8wNC8xLzE3MDEzOC81L3g4bnBtNmI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Presiden Jokowi bertemu dengan Presiden Bank Dunia Ajay Banga beserta delegasi di Ruang Jepara, Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 4 September 2023. Dalam pertemuan tersebut, Presiden Jokowi menyampaikan sejumlah isu untuk dibahas bersama dengan Presiden Banga, termasuk soal reformasi sistem keuangan global.

BACA JUGA:
Kedatangan PM Vietnam Disambut Baik Jokowi, Langsung Gelar Pertemuan Bilateral


Presiden Jokowi mengatakan bahwa Indonesia dan negara berkembang lainnya menaruh harapan kepada Bank Dunia untuk bisa mewujudkan sistem keuangan yang lebih adil.
&amp;ldquo;Saya yakin Presiden Banga menyadari berbagai kritik pada Bank Dunia, termasuk oleh Sekjen PBB terkait kurangnya perhatian pada kepentingan negara berkembang. Indonesia dan negara berkembang lain menaruh harapan besar kepada Anda untuk wujudkan sistem keuangan global yang lebih adil bagi semua, terutama bagi negara berkembang,&amp;rdquo; kata Jokowi dalam keterangannya, Senin (4/9/2023).

BACA JUGA:
Bangun Jalan Perbatasan Kalbar-Kaltim 608 Km, Jokowi Siapkan Rp899,7 Miliar


Menurut Presiden , saat ini situasi ketidakpastian global berpengaruh terhadap pembangunan di negara berkembang. Untuk itu, Presiden Jokowi memandang perlu adanya kolaborasi lintas pemangku kepentingan untuk menghadapi situasi tersebut.
&amp;ldquo;Saya ingin jajaki potensi kolaborasi Bank Dunia dengan Indonesia dan ASEAN untuk jawab tantangan tersebut,&amp;rdquo; kata Presiden.
Pada kesempatan tersebut, Presiden Jokowi menyampaikan komitmen  Indonesia dalam pengembangan energi baru terbarukan (EBT). Kepala Negara  pun mendorong penguatan komitmen untuk merealisasikan pembiayaan dan  investasi dalam transisi energi dan ekonomi hijau.
&amp;ldquo;Berbagai terobosan telah kami lakukan, termasuk pengembangan EBT dan  upaya penerapan pajak karbon. Tapi tidak semua negara dapat penuhi  kebutuhan pembiayaan hijau,&amp;rdquo; kata Presiden.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8wNC8xLzE3MDEzOC81L3g4bnBtNmI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Presiden Jokowi bertemu dengan Presiden Bank Dunia Ajay Banga beserta delegasi di Ruang Jepara, Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 4 September 2023. Dalam pertemuan tersebut, Presiden Jokowi menyampaikan sejumlah isu untuk dibahas bersama dengan Presiden Banga, termasuk soal reformasi sistem keuangan global.

BACA JUGA:
Kedatangan PM Vietnam Disambut Baik Jokowi, Langsung Gelar Pertemuan Bilateral


Presiden Jokowi mengatakan bahwa Indonesia dan negara berkembang lainnya menaruh harapan kepada Bank Dunia untuk bisa mewujudkan sistem keuangan yang lebih adil.
&amp;ldquo;Saya yakin Presiden Banga menyadari berbagai kritik pada Bank Dunia, termasuk oleh Sekjen PBB terkait kurangnya perhatian pada kepentingan negara berkembang. Indonesia dan negara berkembang lain menaruh harapan besar kepada Anda untuk wujudkan sistem keuangan global yang lebih adil bagi semua, terutama bagi negara berkembang,&amp;rdquo; kata Jokowi dalam keterangannya, Senin (4/9/2023).

BACA JUGA:
Bangun Jalan Perbatasan Kalbar-Kaltim 608 Km, Jokowi Siapkan Rp899,7 Miliar


Menurut Presiden , saat ini situasi ketidakpastian global berpengaruh terhadap pembangunan di negara berkembang. Untuk itu, Presiden Jokowi memandang perlu adanya kolaborasi lintas pemangku kepentingan untuk menghadapi situasi tersebut.
&amp;ldquo;Saya ingin jajaki potensi kolaborasi Bank Dunia dengan Indonesia dan ASEAN untuk jawab tantangan tersebut,&amp;rdquo; kata Presiden.
Pada kesempatan tersebut, Presiden Jokowi menyampaikan komitmen  Indonesia dalam pengembangan energi baru terbarukan (EBT). Kepala Negara  pun mendorong penguatan komitmen untuk merealisasikan pembiayaan dan  investasi dalam transisi energi dan ekonomi hijau.
&amp;ldquo;Berbagai terobosan telah kami lakukan, termasuk pengembangan EBT dan  upaya penerapan pajak karbon. Tapi tidak semua negara dapat penuhi  kebutuhan pembiayaan hijau,&amp;rdquo; kata Presiden.</content:encoded></item></channel></rss>
