<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>CEO Qantas Mengundurkan Diri Usai Skandal Jual Ribuan Tiket yang Dibatalkan</title><description>CEO Qantas Airways Alan Joyce mengundurkan diri dari jabatannya hari ini.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/05/320/2877385/ceo-qantas-mengundurkan-diri-usai-skandal-jual-ribuan-tiket-yang-dibatalkan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/09/05/320/2877385/ceo-qantas-mengundurkan-diri-usai-skandal-jual-ribuan-tiket-yang-dibatalkan"/><item><title>CEO Qantas Mengundurkan Diri Usai Skandal Jual Ribuan Tiket yang Dibatalkan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/05/320/2877385/ceo-qantas-mengundurkan-diri-usai-skandal-jual-ribuan-tiket-yang-dibatalkan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/09/05/320/2877385/ceo-qantas-mengundurkan-diri-usai-skandal-jual-ribuan-tiket-yang-dibatalkan</guid><pubDate>Selasa 05 September 2023 13:03 WIB</pubDate><dc:creator>Hafizhuddin </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/05/320/2877385/ceo-qantas-mengundurkan-diri-usai-skandal-jual-ribuan-tiket-yang-dibatalkan-nuRZRcchGx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">CEO Qantas mengundurkan diri (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/05/320/2877385/ceo-qantas-mengundurkan-diri-usai-skandal-jual-ribuan-tiket-yang-dibatalkan-nuRZRcchGx.jpg</image><title>CEO Qantas mengundurkan diri (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8wMS8xLzE2NzcwNy81L3g4bTZsY3E=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; CEO Qantas Airways Alan Joyce mengundurkan diri dari jabatannya hari ini. Pengunduran diri tersebut sebenarnya sudah diumumkan  namun dijadwalkan pada 2 bulan yang akan datang dalam rapat umum tahunan maskapai.
Dilansir dari Reuters (5/9/2023), Alan Joyce adalah CEO Qantas yang sudah menjabat kurang lebih selama 15 tahun. Pengunduran dirinya otomatis mengganti posisi CEO menjadi dijabat oleh Vanessa Hudson.

BACA JUGA:
Maskapai Ini Bikin Aturan Baru, Penumpang Wajib Timbang Badan Sebelum Terbang


Pernyataan Alan untuk mempercepat keputusan ini dibuat setelah dia merasa bertanggung jawab atas standar pelayanan maskapai di bawah naungannya yang masih kurang memadai dan mengalami kerusakan reputasi.
&quot;Dalam beberapa minggu terakhir, perhatian terhadap Qantas dan peristiwa-peristiwa di masa lalu membuat saya yakin bahwa perusahaan ini perlu segera melanjutkan proses pembaruan sebagai prioritas,&quot; ujar Alan.

BACA JUGA:
Pernah Berjaya di Masanya, Maskapai Legendaris Ini Akhirnya Terpuruk hingga Sulit Bangkit Lagi


Belakangan Qantas Airway terlibat dalam sejumlah masalah, seperti kontroversi pemberian keanggotaan premium di lounge bandara kepada putra Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, pertentangannya dengan Qatar Airways yang ingin menambah jadwal penerbangan tambahan ke Australia, serta gugatan atas penjualan tiket kepada lebih dari 8.000 penerbangan yang dibatalkan, tanpa memberi keterangan lebih lanjut bahwa penerbangan tersebut dibatalkan.
Kejadian ini merupakan momen krusial Qantas Airway baik bagi maskapainya itu sendiri maupun karyawan-karyawannya.
Atas hal itu Ketua Dewan, Richard Goyder, merasa berkepentingan untuk  mulai menarik kembali kepercayaan publik. Serta menurutnya hal itu bisa  tercapai dengan kepemimpinan yang baru.
&quot;Kami memiliki tugas penting untuk mengembalikan kepercayaan publik  terhadap jenis perusahaan yang kami miliki, dan itulah yang menjadi  fokus dewan, serta yang akan dilakukan oleh manajemen di bawah  kepemimpinan Vanessa,&quot; kata Richard.
Sejak sebulan terakhir banyak muncul pertanyaan dari investor, entah  apakah Qantas Airway hanya berniat memaksimalkan keuntungannya dengan  reputasi jangka panjang yang dijadikan korbannya atau tidak.
Satu hal yang pasti harga saham Qantas Airway sampai saat ini masih mengalami penurunan hingga 13% sejak awal Agustus.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8wMS8xLzE2NzcwNy81L3g4bTZsY3E=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; CEO Qantas Airways Alan Joyce mengundurkan diri dari jabatannya hari ini. Pengunduran diri tersebut sebenarnya sudah diumumkan  namun dijadwalkan pada 2 bulan yang akan datang dalam rapat umum tahunan maskapai.
Dilansir dari Reuters (5/9/2023), Alan Joyce adalah CEO Qantas yang sudah menjabat kurang lebih selama 15 tahun. Pengunduran dirinya otomatis mengganti posisi CEO menjadi dijabat oleh Vanessa Hudson.

BACA JUGA:
Maskapai Ini Bikin Aturan Baru, Penumpang Wajib Timbang Badan Sebelum Terbang


Pernyataan Alan untuk mempercepat keputusan ini dibuat setelah dia merasa bertanggung jawab atas standar pelayanan maskapai di bawah naungannya yang masih kurang memadai dan mengalami kerusakan reputasi.
&quot;Dalam beberapa minggu terakhir, perhatian terhadap Qantas dan peristiwa-peristiwa di masa lalu membuat saya yakin bahwa perusahaan ini perlu segera melanjutkan proses pembaruan sebagai prioritas,&quot; ujar Alan.

BACA JUGA:
Pernah Berjaya di Masanya, Maskapai Legendaris Ini Akhirnya Terpuruk hingga Sulit Bangkit Lagi


Belakangan Qantas Airway terlibat dalam sejumlah masalah, seperti kontroversi pemberian keanggotaan premium di lounge bandara kepada putra Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, pertentangannya dengan Qatar Airways yang ingin menambah jadwal penerbangan tambahan ke Australia, serta gugatan atas penjualan tiket kepada lebih dari 8.000 penerbangan yang dibatalkan, tanpa memberi keterangan lebih lanjut bahwa penerbangan tersebut dibatalkan.
Kejadian ini merupakan momen krusial Qantas Airway baik bagi maskapainya itu sendiri maupun karyawan-karyawannya.
Atas hal itu Ketua Dewan, Richard Goyder, merasa berkepentingan untuk  mulai menarik kembali kepercayaan publik. Serta menurutnya hal itu bisa  tercapai dengan kepemimpinan yang baru.
&quot;Kami memiliki tugas penting untuk mengembalikan kepercayaan publik  terhadap jenis perusahaan yang kami miliki, dan itulah yang menjadi  fokus dewan, serta yang akan dilakukan oleh manajemen di bawah  kepemimpinan Vanessa,&quot; kata Richard.
Sejak sebulan terakhir banyak muncul pertanyaan dari investor, entah  apakah Qantas Airway hanya berniat memaksimalkan keuntungannya dengan  reputasi jangka panjang yang dijadikan korbannya atau tidak.
Satu hal yang pasti harga saham Qantas Airway sampai saat ini masih mengalami penurunan hingga 13% sejak awal Agustus.

</content:encoded></item></channel></rss>
