<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>WFH di KTT ASEAN 2023 Pengaruhi Kualitas Udara Jakarta</title><description>WFH di hari pertama saat penyelenggaraan KTT ASEAN berpengaruh signifikan terhadap membaiknya kualitas udara di Jakarta.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/05/320/2877446/wfh-di-ktt-asean-2023-pengaruhi-kualitas-udara-jakarta</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/09/05/320/2877446/wfh-di-ktt-asean-2023-pengaruhi-kualitas-udara-jakarta"/><item><title>WFH di KTT ASEAN 2023 Pengaruhi Kualitas Udara Jakarta</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/05/320/2877446/wfh-di-ktt-asean-2023-pengaruhi-kualitas-udara-jakarta</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/09/05/320/2877446/wfh-di-ktt-asean-2023-pengaruhi-kualitas-udara-jakarta</guid><pubDate>Selasa 05 September 2023 14:15 WIB</pubDate><dc:creator>Arfiah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/05/320/2877446/wfh-di-ktt-asean-2023-pengaruhi-kualitas-udara-jakarta-StLljA6VTz.jfif" expression="full" type="image/jpeg">WFH di KTT ASEAN Bikin Polusi Udara Berkurang. (foto :Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/05/320/2877446/wfh-di-ktt-asean-2023-pengaruhi-kualitas-udara-jakarta-StLljA6VTz.jfif</image><title>WFH di KTT ASEAN Bikin Polusi Udara Berkurang. (foto :Okezone.com)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8wNS80LzE3MDE2OC81L3g4bnFwcWY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;mdash; Kebijakan Work From Home (WFH) di hari pertama saat penyelenggaraan KTT ASEAN berpengaruh signifikan terhadap membaiknya kualitas udara di Jakarta.
&amp;ldquo;Pengurangan kendaraan bermotor akibat WFH saat penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN membuat udara Jakarta langsung lebih bersih,&amp;rdquo; kata Pengamat Energi Fahmy Radhi, Selasa (5/9/2023).

BACA JUGA:
Sandiaga Uno Hadiri KTT Ke-43 ASEAN Hari Pertama di JCC Senayan

Terpantau pada 4 September siang indeks kualitas udara menjadi kategori sedang dengan level 99 dari sebelumnya menyentuh level 157 masuk kategori tidak sehat.
Menurutnya, banyaknya tuduhan bahwa PLTU sebagai sumber polusi di Jakarta tidak terbukti.
&quot;Seperti yang kita ketahui PLTU Suralaya sudah dipadamkan sebesar 1.600 MW sejak tanggal 29 Agustus 2023, tetapi tidak ada pengaruhnya terhadap kualitas udara di Jakarta seminggu terakhir,&quot; ungkapnya.

BACA JUGA:
Intip Kemampuan ZERO SR/S, Motor Listrik Pengawal KTT ASEAN yang Super Gagah!

Hal tersebut, sudah sesuai dengan penyataan pemerintah terkait dengan penyumbang polutan tertinggi di Jakarta, yaitu sektor transportasi. Sesuai dengan catatan, sektor tersebut menyumbang lebih dari 42% polutan di Jakarta. Selanjutnya disusul sektor industri manufaktur.&amp;ldquo;Untuk sektor manufaktur, masih banyak pabrik-pabrik milik swasta yang berada di Jakarta dan sekitarnya yang menghasilkan asap saat beroperasi. Dan rata-rata mereka tidak mempunyai alat khusus untuk menyerap debu emisi yang dihasilkan,&amp;rdquo; kata Fahmi.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8wNS80LzE3MDE2OC81L3g4bnFwcWY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;mdash; Kebijakan Work From Home (WFH) di hari pertama saat penyelenggaraan KTT ASEAN berpengaruh signifikan terhadap membaiknya kualitas udara di Jakarta.
&amp;ldquo;Pengurangan kendaraan bermotor akibat WFH saat penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN membuat udara Jakarta langsung lebih bersih,&amp;rdquo; kata Pengamat Energi Fahmy Radhi, Selasa (5/9/2023).

BACA JUGA:
Sandiaga Uno Hadiri KTT Ke-43 ASEAN Hari Pertama di JCC Senayan

Terpantau pada 4 September siang indeks kualitas udara menjadi kategori sedang dengan level 99 dari sebelumnya menyentuh level 157 masuk kategori tidak sehat.
Menurutnya, banyaknya tuduhan bahwa PLTU sebagai sumber polusi di Jakarta tidak terbukti.
&quot;Seperti yang kita ketahui PLTU Suralaya sudah dipadamkan sebesar 1.600 MW sejak tanggal 29 Agustus 2023, tetapi tidak ada pengaruhnya terhadap kualitas udara di Jakarta seminggu terakhir,&quot; ungkapnya.

BACA JUGA:
Intip Kemampuan ZERO SR/S, Motor Listrik Pengawal KTT ASEAN yang Super Gagah!

Hal tersebut, sudah sesuai dengan penyataan pemerintah terkait dengan penyumbang polutan tertinggi di Jakarta, yaitu sektor transportasi. Sesuai dengan catatan, sektor tersebut menyumbang lebih dari 42% polutan di Jakarta. Selanjutnya disusul sektor industri manufaktur.&amp;ldquo;Untuk sektor manufaktur, masih banyak pabrik-pabrik milik swasta yang berada di Jakarta dan sekitarnya yang menghasilkan asap saat beroperasi. Dan rata-rata mereka tidak mempunyai alat khusus untuk menyerap debu emisi yang dihasilkan,&amp;rdquo; kata Fahmi.</content:encoded></item></channel></rss>
