<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tak Hanya Jakarta, Erick Thohir Bicara Kemacetan di Bandung</title><description>Menteri BUMN Erick Thohir menyoroti kemacetan di Bandung.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/05/320/2877595/tak-hanya-jakarta-erick-thohir-bicara-kemacetan-di-bandung</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/09/05/320/2877595/tak-hanya-jakarta-erick-thohir-bicara-kemacetan-di-bandung"/><item><title>Tak Hanya Jakarta, Erick Thohir Bicara Kemacetan di Bandung</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/05/320/2877595/tak-hanya-jakarta-erick-thohir-bicara-kemacetan-di-bandung</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/09/05/320/2877595/tak-hanya-jakarta-erick-thohir-bicara-kemacetan-di-bandung</guid><pubDate>Selasa 05 September 2023 17:30 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/05/320/2877595/tak-hanya-jakarta-erick-thohir-bicara-kemacetan-di-bandung-q67DHNFFwB.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Erick Thohir soroti kemacetan di Bandung (Foto: BUMN)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/05/320/2877595/tak-hanya-jakarta-erick-thohir-bicara-kemacetan-di-bandung-q67DHNFFwB.jpg</image><title>Erick Thohir soroti kemacetan di Bandung (Foto: BUMN)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8yOC8xLzE2OTgxNi81L3g4bml3MzU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir menyoroti kemacetan di Bandung. Untuk itu, pemerintah berencana menjadikan kawasan Tegalluar, Kabupaten Bandung, sebagai pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Barat (Jabar).

BACA JUGA:
Potensi Rp270 Triliun, Erick Thohir Sebut Ekonomi Digital RI Akan Terbesar di ASEAN


Hal itu sejalan juga dengan pemerataan ekonomi di kota Bandung. Dia mengatakan rencana tersebut juga didasarkan pada jumlah transportasi di Kota Bandung yang kian meningkat, sehingga menyebabkan kemacetan di wilayah Ibu Kota Provinsi Jawa Barat tersebut.
Erick menyebut saat ini persentase kemacetan di Kota Bandung sudah mencapai 40%.

BACA JUGA:
Erick Thohir Yakin RI Jadi Pemain Data Center Terbesar di ASEAN


&quot;Tegalluar-nya menjadi juga pertumbuhan kota baru yang ada di Jawa Barat untuk membangun Bandung,&quot; ujar Erick saat ditemui wartawan di kawasan Jakarta Selatan, Selasa (5/9/2023).
Menurutnya, kemacetan di kota Bandung akan semakin parah bila tidak ditangani saat ini. Kondisi ini juga menjadi alasan mendasar bagi pemerintah membangun stasiun Kereta Cepat Jakarta-Bandung di kawasan Tegalluar.
Harapannya, menjadi awal dari pembangunan kota baru hingga menekan  kemacetan di Kota Bandung, lantaran adanya migrasi warga ke Tegalluar.
&quot;Karena memang kalau kita lihat kondisi Bandung yang sekarang sudah  40% macet ke depan makin macet, artinya apa? Bagaimana mengurangi  kemacetan di Bandung, Jakarta, salah satunya dengan kereta cepat,&quot;  ucapnya.
Di lain sisi, pemerintah juga fokus membangun kawasan industri subang  sebagai pusat pertumbuhan ekonomi regional. Erick menyebut area ini  juga jadi kawasan industri pertahanan.
&quot;Sisi lain juga bapak Presiden mendorong yang namanya segitiga ada  airport, ada pelabuhan sudah tembus jalan tol, dan kita didorong  membangun kawasan industri subang, yang salah satunya menjadi kawasan  industri pertahanan,&quot; tutur Erick.
&quot;Itu kita bangun lah karena Jawa Barat inikan luar biasa jumlah  penduduknya, jadi kita benar-benar memastikan kemacetan berkurang,  tetapi juga lapangan kerja, ekonomi tumbuh,&quot; lanjut dia</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8yOC8xLzE2OTgxNi81L3g4bml3MzU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir menyoroti kemacetan di Bandung. Untuk itu, pemerintah berencana menjadikan kawasan Tegalluar, Kabupaten Bandung, sebagai pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Barat (Jabar).

BACA JUGA:
Potensi Rp270 Triliun, Erick Thohir Sebut Ekonomi Digital RI Akan Terbesar di ASEAN


Hal itu sejalan juga dengan pemerataan ekonomi di kota Bandung. Dia mengatakan rencana tersebut juga didasarkan pada jumlah transportasi di Kota Bandung yang kian meningkat, sehingga menyebabkan kemacetan di wilayah Ibu Kota Provinsi Jawa Barat tersebut.
Erick menyebut saat ini persentase kemacetan di Kota Bandung sudah mencapai 40%.

BACA JUGA:
Erick Thohir Yakin RI Jadi Pemain Data Center Terbesar di ASEAN


&quot;Tegalluar-nya menjadi juga pertumbuhan kota baru yang ada di Jawa Barat untuk membangun Bandung,&quot; ujar Erick saat ditemui wartawan di kawasan Jakarta Selatan, Selasa (5/9/2023).
Menurutnya, kemacetan di kota Bandung akan semakin parah bila tidak ditangani saat ini. Kondisi ini juga menjadi alasan mendasar bagi pemerintah membangun stasiun Kereta Cepat Jakarta-Bandung di kawasan Tegalluar.
Harapannya, menjadi awal dari pembangunan kota baru hingga menekan  kemacetan di Kota Bandung, lantaran adanya migrasi warga ke Tegalluar.
&quot;Karena memang kalau kita lihat kondisi Bandung yang sekarang sudah  40% macet ke depan makin macet, artinya apa? Bagaimana mengurangi  kemacetan di Bandung, Jakarta, salah satunya dengan kereta cepat,&quot;  ucapnya.
Di lain sisi, pemerintah juga fokus membangun kawasan industri subang  sebagai pusat pertumbuhan ekonomi regional. Erick menyebut area ini  juga jadi kawasan industri pertahanan.
&quot;Sisi lain juga bapak Presiden mendorong yang namanya segitiga ada  airport, ada pelabuhan sudah tembus jalan tol, dan kita didorong  membangun kawasan industri subang, yang salah satunya menjadi kawasan  industri pertahanan,&quot; tutur Erick.
&quot;Itu kita bangun lah karena Jawa Barat inikan luar biasa jumlah  penduduknya, jadi kita benar-benar memastikan kemacetan berkurang,  tetapi juga lapangan kerja, ekonomi tumbuh,&quot; lanjut dia</content:encoded></item></channel></rss>
