<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Investor Asing Lirik Kendaraan Listrik RI, Erick Thohir: China-Amerika Tak Kita Beda-bedakan</title><description>Menteri BUMN Erick Thohir menyebut banyak investor asing yang ingin membangun ekosistem kendaraan listrik atau electric vehicle.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/05/320/2877666/investor-asing-lirik-kendaraan-listrik-ri-erick-thohir-china-amerika-tak-kita-beda-bedakan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/09/05/320/2877666/investor-asing-lirik-kendaraan-listrik-ri-erick-thohir-china-amerika-tak-kita-beda-bedakan"/><item><title>Investor Asing Lirik Kendaraan Listrik RI, Erick Thohir: China-Amerika Tak Kita Beda-bedakan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/05/320/2877666/investor-asing-lirik-kendaraan-listrik-ri-erick-thohir-china-amerika-tak-kita-beda-bedakan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/09/05/320/2877666/investor-asing-lirik-kendaraan-listrik-ri-erick-thohir-china-amerika-tak-kita-beda-bedakan</guid><pubDate>Selasa 05 September 2023 18:50 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/05/320/2877666/investor-asing-lirik-kendaraan-listrik-ri-erick-thohir-china-amerika-tak-kita-beda-bedakan-DvSsjAx0lW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Erick Thohir sebut banyak negara minat investasi kendaraan listrik di RI (Foto: BUMN)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/05/320/2877666/investor-asing-lirik-kendaraan-listrik-ri-erick-thohir-china-amerika-tak-kita-beda-bedakan-DvSsjAx0lW.jpg</image><title>Erick Thohir sebut banyak negara minat investasi kendaraan listrik di RI (Foto: BUMN)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8yOC8xLzE2OTgxNi81L3g4bml3MzU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir menyebut banyak investor asing yang ingin membangun ekosistem kendaraan listrik atau electric vehicle (EV Battery) di Indonesia. Dia membuka kesempatan bagi negara mana pun yang berminat investasi di RI.
Dia menyebut selain China dan Korea Selatan (Korsel), ada sejumlah negara yang menaruh minat berinvestasi dalam pembangunan EV Battery di Tanah Air. Negara yang dimaksud adalah Amerika Serikat dari Eropa.

BACA JUGA:
Presiden Jokowi Bertemu PM Vietnam, Bahas Pengembangan Kendaraan Listrik


&quot;Nah kembali, tadi kita bicara ekosistem dari pada EV Battery, jelas kita membuka investasi dari banyak negara kita tidak membeda-bedakan,&quot; ujar Erick saat konferensi pers ASEAN Indo-Pacific Forum (AIPF) Jakarta Selatan, Selasa (5/9/2023).
Menurutnya, para investor tidak hanya tertarik pada pengembangan ekosistem kendaraan listrik, namun juga di sektor lain seperti pertambangan.

BACA JUGA:
KTT Ke-43 ASEAN Dimulai Hari Ini, 480 Kendaraan Listrik Dipakai Kawal Tamu VVIP 


&quot;Nah karena itu sekarang banyak investasi datang dari China dari Korea dari Amerika dari Eropa datang, dan itu tidak hanya IBC, ada juga Vale dan lain-lain,&quot; ucapnya.
Tercatat, total investasi yang digelontorkan investor Jerman untuk pabrik baterai kendaraan listrik sudah mencapai USD4,6 miliar atau setara Rp68,32 triliun.
Nilai investasi pabrik EV Battery tersebut disuntik Badische  Anilin-und Soda-Fabrik (BASF), dan Volkswagen (VW). Di mana, nilai  tersebut sudah termasuk komitmen VW sebesar sebesar USD2,6 miliar.
Pemerintah juga menggandeng investor China dan Korea Selatan, seperti  LG Energy Solution (LGES) dan Ningbo Contemporary Brunp Lygend (CBL).  Bahkan, Erick memastikan pihaknya membuka diri pada investor Vietnam,  jika ingin berpartisipasi dalam pembangunan EV Battery.
&quot;Nah hal-hal ini tadi disampaikan kepada Presiden kalau misalnya  perusahaan seperti Vietnam ingin masuk ke Indonesia kita terbuka saja,&quot;  tutur dia.
Langkah pemerintah menggandeng perusahaan global dalam pembangunan  kendaraan listrik di Indonesia hanya semata-mata memperkuat hilirisasi  sumber daya alam. Sehingga, Indonesia tidak lagi menjadi negara  pengekspor bahan baku ke negara lain.
&quot;Karena kita kembali, kita ingin memastikan investasi itu hadir,  tetapi komitmen Bapak Presiden jelas kita tidak mengirim yang namanya  raw material ke luar negeri, tetapi hilirisasi harus terjadi di  Indonesia,&quot; kata Erick.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8yOC8xLzE2OTgxNi81L3g4bml3MzU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir menyebut banyak investor asing yang ingin membangun ekosistem kendaraan listrik atau electric vehicle (EV Battery) di Indonesia. Dia membuka kesempatan bagi negara mana pun yang berminat investasi di RI.
Dia menyebut selain China dan Korea Selatan (Korsel), ada sejumlah negara yang menaruh minat berinvestasi dalam pembangunan EV Battery di Tanah Air. Negara yang dimaksud adalah Amerika Serikat dari Eropa.

BACA JUGA:
Presiden Jokowi Bertemu PM Vietnam, Bahas Pengembangan Kendaraan Listrik


&quot;Nah kembali, tadi kita bicara ekosistem dari pada EV Battery, jelas kita membuka investasi dari banyak negara kita tidak membeda-bedakan,&quot; ujar Erick saat konferensi pers ASEAN Indo-Pacific Forum (AIPF) Jakarta Selatan, Selasa (5/9/2023).
Menurutnya, para investor tidak hanya tertarik pada pengembangan ekosistem kendaraan listrik, namun juga di sektor lain seperti pertambangan.

BACA JUGA:
KTT Ke-43 ASEAN Dimulai Hari Ini, 480 Kendaraan Listrik Dipakai Kawal Tamu VVIP 


&quot;Nah karena itu sekarang banyak investasi datang dari China dari Korea dari Amerika dari Eropa datang, dan itu tidak hanya IBC, ada juga Vale dan lain-lain,&quot; ucapnya.
Tercatat, total investasi yang digelontorkan investor Jerman untuk pabrik baterai kendaraan listrik sudah mencapai USD4,6 miliar atau setara Rp68,32 triliun.
Nilai investasi pabrik EV Battery tersebut disuntik Badische  Anilin-und Soda-Fabrik (BASF), dan Volkswagen (VW). Di mana, nilai  tersebut sudah termasuk komitmen VW sebesar sebesar USD2,6 miliar.
Pemerintah juga menggandeng investor China dan Korea Selatan, seperti  LG Energy Solution (LGES) dan Ningbo Contemporary Brunp Lygend (CBL).  Bahkan, Erick memastikan pihaknya membuka diri pada investor Vietnam,  jika ingin berpartisipasi dalam pembangunan EV Battery.
&quot;Nah hal-hal ini tadi disampaikan kepada Presiden kalau misalnya  perusahaan seperti Vietnam ingin masuk ke Indonesia kita terbuka saja,&quot;  tutur dia.
Langkah pemerintah menggandeng perusahaan global dalam pembangunan  kendaraan listrik di Indonesia hanya semata-mata memperkuat hilirisasi  sumber daya alam. Sehingga, Indonesia tidak lagi menjadi negara  pengekspor bahan baku ke negara lain.
&quot;Karena kita kembali, kita ingin memastikan investasi itu hadir,  tetapi komitmen Bapak Presiden jelas kita tidak mengirim yang namanya  raw material ke luar negeri, tetapi hilirisasi harus terjadi di  Indonesia,&quot; kata Erick.</content:encoded></item></channel></rss>
