<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jaga Stabilitas Rupiah, RI Dorong Penggunaan Mata Uang Lokal</title><description>Pemerintah berkomitmen menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/05/320/2877679/jaga-stabilitas-rupiah-ri-dorong-penggunaan-mata-uang-lokal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/09/05/320/2877679/jaga-stabilitas-rupiah-ri-dorong-penggunaan-mata-uang-lokal"/><item><title>Jaga Stabilitas Rupiah, RI Dorong Penggunaan Mata Uang Lokal</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/05/320/2877679/jaga-stabilitas-rupiah-ri-dorong-penggunaan-mata-uang-lokal</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/09/05/320/2877679/jaga-stabilitas-rupiah-ri-dorong-penggunaan-mata-uang-lokal</guid><pubDate>Selasa 05 September 2023 19:06 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/05/320/2877679/jaga-stabilitas-rupiah-ri-dorong-penggunaan-mata-uang-lokal-AI1Meqynbn.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Cara pemerintah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/05/320/2877679/jaga-stabilitas-rupiah-ri-dorong-penggunaan-mata-uang-lokal-AI1Meqynbn.jpeg</image><title>Cara pemerintah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8wNS80LzE3MDE2OC81L3g4bnFwcWY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Pemerintah berkomitmen menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Penguatan stabilitas makro tersebut salah satunya melalui penggunaan mata uang lokal dalam transaksi Indonesia dengan negara mitra yang memiliki potensi besar.
&amp;ldquo;Penggunaan mata uang lokal dalam transaksi Indonesia dengan negara mitra atau Local Currency Transaction menjadi sangat relevan untuk kita dorong saat ini. Menjaga stabilitas nilai tukar sangat krusial untuk mendukung penguatan ekonomi nasional,&amp;rdquo; ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara Penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Kerja Sama dan Koordinasi dalam rangka Peningkatan Penggunaan Mata Uang Lokal dalam Transaksi Indonesia dengan Negara Mitra, pada rangkaian acara KTT ASEAN 2023 di Jakarta, Selasa (5/9/2023).

BACA JUGA:
Dolar AS Perkasa, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp15.270/USD


Nota Kesepahaman yang ditandatangani tersebut menandai pentingnya penguatan kerja sama dan koordinasi lintas Kementerian/Lembaga (K/L) di dalam negeri untuk meningkatkan penggunaan atau pemanfaatan skema Local Currency Transaction (LCT). Kesepakatan oleh sepuluh pimpinan K/L yang juga disaksikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) merupakan wujud good governance dan wujud komitmen, kerjasama, dan sinergi antar pimpinan K/L serta seluruh stakeholders untuk mendorong penggunaan LCT.

BACA JUGA:
2 Manajer Investasi Kena Denda Miliaran Rupiah oleh OJK, Produknya Dibubarkan


Skema LCT yang sebelumnya dikenal sebagai Local Currency Settlement (LCS) merupakan penyelesaian transaksi yang dilakukan secara bilateral oleh masing-masing pelaku usaha dengan menggunakan mata uang lokalnya. Seiring dengan kebutuhan dan pengembangan penggunaan mata uang lokal dalam transaksi Indonesia dengan negara mitra, maka dilakukan pengembangan framework LCS menjadi LCT.
&amp;ldquo;Kita ketahui bersama, Indonesia telah mengimplementasikan penggunaan LCT yang sebelumnya kita kenal dengan LCS  sejak tahun 2018 dengan Malaysia dan Thailand sebagai negara mitra. Selanjutnya, Jepang dan Tiongkok menyusul implementasi pada tahun 2020 dan 2021. Selain itu, telah terdapat kesepakatan dengan Singapura dan Korea Selatan dengan target implementasi pada tahun 2023 ini. Saya sangat mengapresiasi upaya Bank Indonesia yang telah melakukan peningkatan penggunaan LCT dengan negara mitra,&amp;rdquo; ujar Airlangga.
Nilai transaksi dan jumlah pelaku LCT terus tumbuh positif dimana  pada Januari hingga April 2023 mencapai USD2,1 miliar. Sementara itu,  transaksi pada tahun 2022 mencapai USD4,1 miliar atau 5 kali lebih besar  dibanding total transaksi di 2020 sebesar USD797 juta. Jumlah pelaku  LCT juga terdata meningkat signifikan dari 101 nasabah di tahun 2018  menjadi sebanyak 2.064 nasabah per April 2023.
Momentum penandatanganan Nota Kesepahaman dalam rangkaian ASEAN  Summit selaras dengan Keketuaan Indonesia di ASEAN 2023 serta skema LCT  juga merupakan Agenda Prioritas Keketuaan Indonesia di ASEAN 2023.  Pembentukan ASEAN Task Force LCT dan ASEAN Framework LCT merupakan salah  satu Priority Economic Deliverables (PED) pada Keketuaan ASEAN 2023  khususnya pada pilar recovery and rebuilding.
Selain itu, Nota Kesepahaman tersebut menjadi legal basis pembentukan  Satuan Tugas Nasional LCT sebagai perwujudan kolaborasi nasional untuk  mendorong penggunaan LCT. Satuan Tugas Nasional LCT memiliki peran  mengoordinasikan, merumuskan rekomendasi, dan/ atau sinergi kebijakan  peningkatan penggunaan LCT dalam transaksi perdagangan dan investasi  langsung, transaksi perbankan dan pasar keuangan, serta transaksi  pembayaran antara Indonesia dengan negara mitra.
&amp;ldquo;Melalui pembentukan Satuan Tugas Nasional LCT, semoga semakin  mengakselerasi pemanfaatan LCT. Dan dapat juga meningkatkan awareness  dan readiness kita bersama terhadap penggunaan LCT terutama pelaku usaha  dan bermanfaat terhadap penguatan ekonomi nasional,&amp;rdquo; pungkas Airlangga.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8wNS80LzE3MDE2OC81L3g4bnFwcWY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Pemerintah berkomitmen menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Penguatan stabilitas makro tersebut salah satunya melalui penggunaan mata uang lokal dalam transaksi Indonesia dengan negara mitra yang memiliki potensi besar.
&amp;ldquo;Penggunaan mata uang lokal dalam transaksi Indonesia dengan negara mitra atau Local Currency Transaction menjadi sangat relevan untuk kita dorong saat ini. Menjaga stabilitas nilai tukar sangat krusial untuk mendukung penguatan ekonomi nasional,&amp;rdquo; ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara Penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Kerja Sama dan Koordinasi dalam rangka Peningkatan Penggunaan Mata Uang Lokal dalam Transaksi Indonesia dengan Negara Mitra, pada rangkaian acara KTT ASEAN 2023 di Jakarta, Selasa (5/9/2023).

BACA JUGA:
Dolar AS Perkasa, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp15.270/USD


Nota Kesepahaman yang ditandatangani tersebut menandai pentingnya penguatan kerja sama dan koordinasi lintas Kementerian/Lembaga (K/L) di dalam negeri untuk meningkatkan penggunaan atau pemanfaatan skema Local Currency Transaction (LCT). Kesepakatan oleh sepuluh pimpinan K/L yang juga disaksikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) merupakan wujud good governance dan wujud komitmen, kerjasama, dan sinergi antar pimpinan K/L serta seluruh stakeholders untuk mendorong penggunaan LCT.

BACA JUGA:
2 Manajer Investasi Kena Denda Miliaran Rupiah oleh OJK, Produknya Dibubarkan


Skema LCT yang sebelumnya dikenal sebagai Local Currency Settlement (LCS) merupakan penyelesaian transaksi yang dilakukan secara bilateral oleh masing-masing pelaku usaha dengan menggunakan mata uang lokalnya. Seiring dengan kebutuhan dan pengembangan penggunaan mata uang lokal dalam transaksi Indonesia dengan negara mitra, maka dilakukan pengembangan framework LCS menjadi LCT.
&amp;ldquo;Kita ketahui bersama, Indonesia telah mengimplementasikan penggunaan LCT yang sebelumnya kita kenal dengan LCS  sejak tahun 2018 dengan Malaysia dan Thailand sebagai negara mitra. Selanjutnya, Jepang dan Tiongkok menyusul implementasi pada tahun 2020 dan 2021. Selain itu, telah terdapat kesepakatan dengan Singapura dan Korea Selatan dengan target implementasi pada tahun 2023 ini. Saya sangat mengapresiasi upaya Bank Indonesia yang telah melakukan peningkatan penggunaan LCT dengan negara mitra,&amp;rdquo; ujar Airlangga.
Nilai transaksi dan jumlah pelaku LCT terus tumbuh positif dimana  pada Januari hingga April 2023 mencapai USD2,1 miliar. Sementara itu,  transaksi pada tahun 2022 mencapai USD4,1 miliar atau 5 kali lebih besar  dibanding total transaksi di 2020 sebesar USD797 juta. Jumlah pelaku  LCT juga terdata meningkat signifikan dari 101 nasabah di tahun 2018  menjadi sebanyak 2.064 nasabah per April 2023.
Momentum penandatanganan Nota Kesepahaman dalam rangkaian ASEAN  Summit selaras dengan Keketuaan Indonesia di ASEAN 2023 serta skema LCT  juga merupakan Agenda Prioritas Keketuaan Indonesia di ASEAN 2023.  Pembentukan ASEAN Task Force LCT dan ASEAN Framework LCT merupakan salah  satu Priority Economic Deliverables (PED) pada Keketuaan ASEAN 2023  khususnya pada pilar recovery and rebuilding.
Selain itu, Nota Kesepahaman tersebut menjadi legal basis pembentukan  Satuan Tugas Nasional LCT sebagai perwujudan kolaborasi nasional untuk  mendorong penggunaan LCT. Satuan Tugas Nasional LCT memiliki peran  mengoordinasikan, merumuskan rekomendasi, dan/ atau sinergi kebijakan  peningkatan penggunaan LCT dalam transaksi perdagangan dan investasi  langsung, transaksi perbankan dan pasar keuangan, serta transaksi  pembayaran antara Indonesia dengan negara mitra.
&amp;ldquo;Melalui pembentukan Satuan Tugas Nasional LCT, semoga semakin  mengakselerasi pemanfaatan LCT. Dan dapat juga meningkatkan awareness  dan readiness kita bersama terhadap penggunaan LCT terutama pelaku usaha  dan bermanfaat terhadap penguatan ekonomi nasional,&amp;rdquo; pungkas Airlangga.</content:encoded></item></channel></rss>
