<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bertemu PM China, Menko Luhut Harap Kerja Sama RI-China Semakin Erat</title><description>Luhut Binsar Pandjaitan bertemu dengan Perdana Menteri (PM) China, Li Qiang.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/06/320/2877935/bertemu-pm-china-menko-luhut-harap-kerja-sama-ri-china-semakin-erat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/09/06/320/2877935/bertemu-pm-china-menko-luhut-harap-kerja-sama-ri-china-semakin-erat"/><item><title>Bertemu PM China, Menko Luhut Harap Kerja Sama RI-China Semakin Erat</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/06/320/2877935/bertemu-pm-china-menko-luhut-harap-kerja-sama-ri-china-semakin-erat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/09/06/320/2877935/bertemu-pm-china-menko-luhut-harap-kerja-sama-ri-china-semakin-erat</guid><pubDate>Rabu 06 September 2023 10:23 WIB</pubDate><dc:creator>Heri Purnomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/06/320/2877935/bertemu-pm-china-menko-luhut-harap-kerja-sama-ri-china-semakin-erat-zb9uWG0tLP.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Luhut Binsar Pandjaitan Bertemu PM China. (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/06/320/2877935/bertemu-pm-china-menko-luhut-harap-kerja-sama-ri-china-semakin-erat-zb9uWG0tLP.jpg</image><title>Menko Luhut Binsar Pandjaitan Bertemu PM China. (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8wNS80LzE3MDE2OC81L3g4bnFwcWY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan bertemu dengan Perdana Menteri (PM) China, Li Qiang dalam acara Indonesia-China Business Community Reception di Shangri La, Jakarta, Selasa (5/9/2023) kemarin.
Luhut berharap agar kerja sama antara Indonesia - China dapat semakin erat, khususnya dalam mendukung agenda pembangunan ekonomi berkelanjutan Indonesia.

BACA JUGA:
Presiden Jokowi Ungkap Posisi China di ASEAN

&amp;ldquo;Melalui pertemuan ini, saya berharap kerja sama antara Indonesia dan Tiongkok di masa depan akan semakin erat, mendukung enam agenda pembangunan ekonomi berkelanjutan Indonesia,&quot; katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (6/9/2023).
Adapun 6 agenda di antaranya hilirisasi, digitalisasi, pembangunan infrastruktur, pendidikan, distribusi ekonomi, dan dekarbonisasi.

BACA JUGA:
Momen Presiden Jokowi Dapat Jersey Timnas Basket dari PM Kanada

Luhut mengatakan bahwa dengan kerja sama dengan yang telag dilakukan akan memberikan bukti nyata bagi dunia, jadi tidak hanya untuk kedua negara saja.Seperti program hilirisasi yang saat ini djilankan akan dapat mengurangi ketergantungan Indonesia pada bahan baku, mendorong industrialisasi, dan menyebarkan pembangunan di wilayah Indonesia Timur.
&amp;ldquo;Pembangunan yang berpusat pada masyarakat antara kedua negara membantu meningkatkan sumber daya manusia Indonesia,&quot; katanya.
Lebih lanjut, Menko Luhut memaparkan eratnya hubungan kerja sama antara Indonesia - Tiongkok tersebut tak lepas dari rasa saling percaya, saling menguntungkan, dan saling menghormati sesuai dengan adat istiadat ketimuran.
&amp;ldquo;Dan saya yakin dengan kedatangan Perdana Menteri Li Qiang ke Indonesia, akan menarik lebih banyak lagi kerja sama ekonomi, perdagangan dan investasi ke Indonesia, serta juga mendorong investor Indonesia untuk investasi ke Tiongkok,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8wNS80LzE3MDE2OC81L3g4bnFwcWY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan bertemu dengan Perdana Menteri (PM) China, Li Qiang dalam acara Indonesia-China Business Community Reception di Shangri La, Jakarta, Selasa (5/9/2023) kemarin.
Luhut berharap agar kerja sama antara Indonesia - China dapat semakin erat, khususnya dalam mendukung agenda pembangunan ekonomi berkelanjutan Indonesia.

BACA JUGA:
Presiden Jokowi Ungkap Posisi China di ASEAN

&amp;ldquo;Melalui pertemuan ini, saya berharap kerja sama antara Indonesia dan Tiongkok di masa depan akan semakin erat, mendukung enam agenda pembangunan ekonomi berkelanjutan Indonesia,&quot; katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (6/9/2023).
Adapun 6 agenda di antaranya hilirisasi, digitalisasi, pembangunan infrastruktur, pendidikan, distribusi ekonomi, dan dekarbonisasi.

BACA JUGA:
Momen Presiden Jokowi Dapat Jersey Timnas Basket dari PM Kanada

Luhut mengatakan bahwa dengan kerja sama dengan yang telag dilakukan akan memberikan bukti nyata bagi dunia, jadi tidak hanya untuk kedua negara saja.Seperti program hilirisasi yang saat ini djilankan akan dapat mengurangi ketergantungan Indonesia pada bahan baku, mendorong industrialisasi, dan menyebarkan pembangunan di wilayah Indonesia Timur.
&amp;ldquo;Pembangunan yang berpusat pada masyarakat antara kedua negara membantu meningkatkan sumber daya manusia Indonesia,&quot; katanya.
Lebih lanjut, Menko Luhut memaparkan eratnya hubungan kerja sama antara Indonesia - Tiongkok tersebut tak lepas dari rasa saling percaya, saling menguntungkan, dan saling menghormati sesuai dengan adat istiadat ketimuran.
&amp;ldquo;Dan saya yakin dengan kedatangan Perdana Menteri Li Qiang ke Indonesia, akan menarik lebih banyak lagi kerja sama ekonomi, perdagangan dan investasi ke Indonesia, serta juga mendorong investor Indonesia untuk investasi ke Tiongkok,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
