<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Potensi Rp15 Ribu Triliun, ASEAN Buru Peluang Bisnis di AIPF Startup Connect</title><description>Potensi bisnis startup digital di ASEAN diproyeksi mencapai USD1 triliun setara Rp15 ribu triliun pada 2030.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/06/320/2877967/potensi-rp15-ribu-triliun-asean-buru-peluang-bisnis-di-aipf-startup-connect</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/09/06/320/2877967/potensi-rp15-ribu-triliun-asean-buru-peluang-bisnis-di-aipf-startup-connect"/><item><title>Potensi Rp15 Ribu Triliun, ASEAN Buru Peluang Bisnis di AIPF Startup Connect</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/06/320/2877967/potensi-rp15-ribu-triliun-asean-buru-peluang-bisnis-di-aipf-startup-connect</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/09/06/320/2877967/potensi-rp15-ribu-triliun-asean-buru-peluang-bisnis-di-aipf-startup-connect</guid><pubDate>Rabu 06 September 2023 11:12 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/06/320/2877967/potensi-rp15-ribu-triliun-asean-buru-peluang-bisnis-di-aipf-startup-connect-G8YfD7tJMA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Asean buru peluang bisnis startup (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/06/320/2877967/potensi-rp15-ribu-triliun-asean-buru-peluang-bisnis-di-aipf-startup-connect-G8YfD7tJMA.jpg</image><title>Asean buru peluang bisnis startup (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8yMy80LzE1NzQyNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Potensi bisnis startup digital di ASEAN diproyeksi mencapai USD1 triliun setara Rp15 ribu triliun pada 2030. Untuk mencapai angka tersebut, bisnis startup perlu didukung dan didorong melalui inovasi dan fasilitasi kolaborasi baik di kawasan ASEAN maupun Indo-Pasifik.

BACA JUGA:
Merah Putih Fund Siap Suntikan Startup Lokal Dana Rp4,3 Triliun 


Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah mengatakan, sebanyak 52 startup di bidang usaha finansial, UMKM, rantai pasok, dan ekonomi kreatif dari tujuh negara ASEAN (Indonesia, Kamboja Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, Vietnam), serta 21 corporate partners dari tiga negara (Indonesia, Jepang, Singapura) turut menghadiri kegiatan AIPF Startup Connect.
&amp;ldquo;Para startup dan corporate partners mengikuti acara business matching secara maraton sejak hari ini hingga esok hari&quot;, ujar Faizasyah pada kegiatan ASEAN-Indo-Pacific Forum (AIPF) Startup Connect di Jakarta, Selasa (5/9/2023).

BACA JUGA:
Daftar 11 Startup di Asia Pasifik yang Naik Daun


AIPF 2023 sendiri berlangsung dua hari 5-6 September 2023 tersebut merupakan side event dari rangkaian KTT ke-43 ASEAN.
Menurut Faizasyah, melalui kegiatan AIPF Startup Connect, diharapkan ASEAN terus menelurkan startup yang sukses hingga berkelas unicorn bahkan decacorn.
Lebih lanjut, Vice President for Asia Pacific Google, Michaela  Browning, menyampaikan keyakinannya bahwa pengembangan startup di ASEAN  akan terus berkembang pesat. Hal ini dikarenakan kuatnya adopsi  teknologi oleh masyarakat ASEAN dan talenta muda yang terus bermunculan.
Dalam sesi diskusi panel telah dibahas tantangan dan peluang dalam  upaya meningkatkan daya saing startup di ASEAN, khususnya dalam  menyikapi perkembangan teknologi digital serta menguatnya isu  keberlanjutan.
Kegiatan AIPF Startup Connect merupakan hasil kolaborasi antara  Pemerintah dan kalangan usaha (Government-to-Business) antara Kemlu RI,  Google, dan Impaccto.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8yMy80LzE1NzQyNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Potensi bisnis startup digital di ASEAN diproyeksi mencapai USD1 triliun setara Rp15 ribu triliun pada 2030. Untuk mencapai angka tersebut, bisnis startup perlu didukung dan didorong melalui inovasi dan fasilitasi kolaborasi baik di kawasan ASEAN maupun Indo-Pasifik.

BACA JUGA:
Merah Putih Fund Siap Suntikan Startup Lokal Dana Rp4,3 Triliun 


Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah mengatakan, sebanyak 52 startup di bidang usaha finansial, UMKM, rantai pasok, dan ekonomi kreatif dari tujuh negara ASEAN (Indonesia, Kamboja Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, Vietnam), serta 21 corporate partners dari tiga negara (Indonesia, Jepang, Singapura) turut menghadiri kegiatan AIPF Startup Connect.
&amp;ldquo;Para startup dan corporate partners mengikuti acara business matching secara maraton sejak hari ini hingga esok hari&quot;, ujar Faizasyah pada kegiatan ASEAN-Indo-Pacific Forum (AIPF) Startup Connect di Jakarta, Selasa (5/9/2023).

BACA JUGA:
Daftar 11 Startup di Asia Pasifik yang Naik Daun


AIPF 2023 sendiri berlangsung dua hari 5-6 September 2023 tersebut merupakan side event dari rangkaian KTT ke-43 ASEAN.
Menurut Faizasyah, melalui kegiatan AIPF Startup Connect, diharapkan ASEAN terus menelurkan startup yang sukses hingga berkelas unicorn bahkan decacorn.
Lebih lanjut, Vice President for Asia Pacific Google, Michaela  Browning, menyampaikan keyakinannya bahwa pengembangan startup di ASEAN  akan terus berkembang pesat. Hal ini dikarenakan kuatnya adopsi  teknologi oleh masyarakat ASEAN dan talenta muda yang terus bermunculan.
Dalam sesi diskusi panel telah dibahas tantangan dan peluang dalam  upaya meningkatkan daya saing startup di ASEAN, khususnya dalam  menyikapi perkembangan teknologi digital serta menguatnya isu  keberlanjutan.
Kegiatan AIPF Startup Connect merupakan hasil kolaborasi antara  Pemerintah dan kalangan usaha (Government-to-Business) antara Kemlu RI,  Google, dan Impaccto.</content:encoded></item></channel></rss>
