<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pertalite Dihapus, Menko Luhut: Nanti Kita Lakukan</title><description>Luhut Binsar Pandjaitan buka suara terkait akan adanya penghapusan BBM Pertalite digantikan Pertamax Green 92.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/06/320/2878037/pertalite-dihapus-menko-luhut-nanti-kita-lakukan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/09/06/320/2878037/pertalite-dihapus-menko-luhut-nanti-kita-lakukan"/><item><title>Pertalite Dihapus, Menko Luhut: Nanti Kita Lakukan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/06/320/2878037/pertalite-dihapus-menko-luhut-nanti-kita-lakukan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/09/06/320/2878037/pertalite-dihapus-menko-luhut-nanti-kita-lakukan</guid><pubDate>Rabu 06 September 2023 12:42 WIB</pubDate><dc:creator>Heri Purnomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/06/320/2878037/pertalite-dihapus-menko-luhut-nanti-kita-lakukan-AOfyjO3RSw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Luhut Binsar Pandjaitan bicara soal BBM Pertalite Dihapus. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/06/320/2878037/pertalite-dihapus-menko-luhut-nanti-kita-lakukan-AOfyjO3RSw.jpg</image><title>Menko Luhut Binsar Pandjaitan bicara soal BBM Pertalite Dihapus. (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8wNi80LzE3MDIxMC81L3g4bnNldHg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan buka suara terkait akan adanya penghapusan BBM Pertalite digantikan Pertamax Green 92.
Menurutnya, rencana tersebut segera dilakukan. Hal itu untuk mengatasi polusi udara.

BACA JUGA:
Luhut dan PM China Naik Kereta Cepat Hanya sampai Stasiun Padalarang

&quot;Nanti kita lakukan semua itu. Sekarang lagi dihitung supaya ini kan masalah polusi juga. Jadi kita mau etanol berapa persen supaya oktannya (naik),&quot; katanya di Hotel Fairmont Jakarta, Rabu (6/9/2023).
Sebab, lanjut dia, polusi udara lebih banyak disumbangkan oleh sektor transportasi dibandingkan sektor lainnya.

BACA JUGA:
Siang Ini Luhut dan PM China Jajal Kereta Cepat Jakarta Bandung&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Karena sampai hari ini kita liat bahwa yang paling banyak berpengaruh terhadap udara ya dari transportasi, ya transportasi itu emisi karbon itu. Maka itu hasil pengetesan di lapangan sekarang 37% sepeda motor tidak lulus uji emisi,&quot; katanya.
Maka itu, Luhut menambahkan pemerintah akan melakukan perbaikan terlebih dahulu dari bahan bakar yang digunakan untuk sektor transportasi.Kemudian pemerintah tengah mengkaji program Kemitraan Indonesia Australia untuk Perekonomian (Prospera) dalam penanganan polusi udara.
&quot;Nah jadi sekarang kita mau perbaikin dulu bahan bakarnya. Itu semua kita lakukan secara terukur sekarang ini kita prospera membuat studi detail mengenai ini,&quot; katanya.
Adapun saat ini Pertamina tengah mengkaji untuk meningkatkan kadar oktan BBM Subsidi RON 90 menjadi RON 92. Hal tersebut dilakukan dengan mencampur Pertalite dengan Ethanol 7 persen sehingga menjadi Pertamax Green 92.
Namun, kajian yang dinamakan Program Langit Biru Tahap 2 tersebut masih dilakukan secara internal dan belum diputuskan.
&amp;ldquo;Program tersebut merupakan hasil kajian internal Pertamina, belum ada keputusan apapun dari pemerintah. Tentu ini akan kami usulkan dan akan kami bahas lebih lanjut,&amp;rdquo; kata Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati.
Nicke menambahkan, jika nanti usulan tersebut dapat dibahas dan menjadi program pemerintah, harganya pun tentu akan diatur oleh pemerintah. &amp;ldquo;Tidak mungkin Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) harganya diserahkan ke pasar karena ada mekanisme subsidi dan kompensasi di dalamnya,&amp;rdquo; terang Nicke.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8wNi80LzE3MDIxMC81L3g4bnNldHg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan buka suara terkait akan adanya penghapusan BBM Pertalite digantikan Pertamax Green 92.
Menurutnya, rencana tersebut segera dilakukan. Hal itu untuk mengatasi polusi udara.

BACA JUGA:
Luhut dan PM China Naik Kereta Cepat Hanya sampai Stasiun Padalarang

&quot;Nanti kita lakukan semua itu. Sekarang lagi dihitung supaya ini kan masalah polusi juga. Jadi kita mau etanol berapa persen supaya oktannya (naik),&quot; katanya di Hotel Fairmont Jakarta, Rabu (6/9/2023).
Sebab, lanjut dia, polusi udara lebih banyak disumbangkan oleh sektor transportasi dibandingkan sektor lainnya.

BACA JUGA:
Siang Ini Luhut dan PM China Jajal Kereta Cepat Jakarta Bandung&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Karena sampai hari ini kita liat bahwa yang paling banyak berpengaruh terhadap udara ya dari transportasi, ya transportasi itu emisi karbon itu. Maka itu hasil pengetesan di lapangan sekarang 37% sepeda motor tidak lulus uji emisi,&quot; katanya.
Maka itu, Luhut menambahkan pemerintah akan melakukan perbaikan terlebih dahulu dari bahan bakar yang digunakan untuk sektor transportasi.Kemudian pemerintah tengah mengkaji program Kemitraan Indonesia Australia untuk Perekonomian (Prospera) dalam penanganan polusi udara.
&quot;Nah jadi sekarang kita mau perbaikin dulu bahan bakarnya. Itu semua kita lakukan secara terukur sekarang ini kita prospera membuat studi detail mengenai ini,&quot; katanya.
Adapun saat ini Pertamina tengah mengkaji untuk meningkatkan kadar oktan BBM Subsidi RON 90 menjadi RON 92. Hal tersebut dilakukan dengan mencampur Pertalite dengan Ethanol 7 persen sehingga menjadi Pertamax Green 92.
Namun, kajian yang dinamakan Program Langit Biru Tahap 2 tersebut masih dilakukan secara internal dan belum diputuskan.
&amp;ldquo;Program tersebut merupakan hasil kajian internal Pertamina, belum ada keputusan apapun dari pemerintah. Tentu ini akan kami usulkan dan akan kami bahas lebih lanjut,&amp;rdquo; kata Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati.
Nicke menambahkan, jika nanti usulan tersebut dapat dibahas dan menjadi program pemerintah, harganya pun tentu akan diatur oleh pemerintah. &amp;ldquo;Tidak mungkin Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) harganya diserahkan ke pasar karena ada mekanisme subsidi dan kompensasi di dalamnya,&amp;rdquo; terang Nicke.</content:encoded></item></channel></rss>
