<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Resep IMF agar Ekonomi ASEAN Kuat Hadapi Tantangan Global</title><description>Resep International Monetary Fund (IMF) agar ekonomi ASEAN kuat menghadapi tantangan global.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/06/320/2878051/resep-imf-agar-ekonomi-asean-kuat-hadapi-tantangan-global</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/09/06/320/2878051/resep-imf-agar-ekonomi-asean-kuat-hadapi-tantangan-global"/><item><title>Resep IMF agar Ekonomi ASEAN Kuat Hadapi Tantangan Global</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/06/320/2878051/resep-imf-agar-ekonomi-asean-kuat-hadapi-tantangan-global</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/09/06/320/2878051/resep-imf-agar-ekonomi-asean-kuat-hadapi-tantangan-global</guid><pubDate>Rabu 06 September 2023 13:01 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/06/320/2878051/resep-imf-agar-ekonomi-asean-kuat-hadapi-tantangan-global-87pyj3jIZM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">resep IMF agar ekonomi kuat menghadapi tantangan (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/06/320/2878051/resep-imf-agar-ekonomi-asean-kuat-hadapi-tantangan-global-87pyj3jIZM.jpg</image><title>resep IMF agar ekonomi kuat menghadapi tantangan (Foto: Reuters)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8wNC80LzE3MDEzNS81L3g4bnBqc2g=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Resep International Monetary Fund (IMF) agar ekonomi ASEAN kuat menghadapi tantangan global. Direktur Pelaksana IMF Kristalina  Georgieva, merekomendasikan tiga langkah utama yang dapat diambil oleh negara-negara anggota ASEAN untuk membuat mereka tetap bertahan melalui tantangan ekonomi yang kompleks.
Georgieva mengatakan bahwa negara-negara ASEAN cukup terpengaruh oleh pandemi COVID-19, terutama dalam hal pertumbuhan ekonominya.

BACA JUGA:
IMF Sebut ASEAN Cahaya Dunia di Tengah Ketidakstabilan Ekonomi Global


&quot;ASEAN cukup terpengaruh karena sebelum pandemi diproyeksikan tumbuh begitu kuat dan pertumbuhan ini telah turun separuhnya. Akibatnya adalah hilangnya output potensial sebesar
delapan%. Jadi, ini adalah konsekuensi signifikan dari apa yang telah kita alami,&quot; tuturnya dalam ASEAN-Indo-Pacific-Forum (AIPF) di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa (5/9/2023).

BACA JUGA:
Bertemu Presiden Jokowi dan Sri Mulyani, Bos IMF Puji Ekonomi Indonesia: Sumber Harapan


ASEAN, lanjutnya, juga telah mengalami gangguan dalam rantai pasok akibat pandemi dan perang di Ukraina. Gangguan tersebut telah menyebabkan lebih banyak tekanan, krisis, dan inflasi di sebagian besar ekonomi maju dan pasar berkembang, termasuk negara-negara anggota ASEAN.
Georgieva mengatakan, tingkat suku bunga diperkirakan akan tetap tinggi hingga tahun 2024, atau 2025, dan hal ini pasti akan berdampak pada ASEAN, salah satunya dalam hal kekuatan mata uang. Oleh karena itu, Georgieva menekankan bahwa ASEAN harus terus tumbuh dinamis untuk bertahan dalam menghadapi tantangan ekonomi global saat ini.
&quot;Pertumbuhan ASEAN adalah titik terang dalam cakrawala yang agak  suram. Pertumbuhan global tahun ini mencapai 3%, dan ASEAN telah  mencapai pertumbuhan sebesar 4,6% yang akan berlanjut hingga tahun  depan. Menjaga momentum pertumbuhan sangat penting,&quot; ungkapnya.
Georgieva kemudian merekomendasikan tiga langkah utama bagi  negara-negara anggota ASEAN untuk menjaga apa yang dia sebut sebagai  &quot;pertumbuhan yang kuat dan dinamis&quot;.
Pertama, dia menyarankan negara-negara anggota ASEAN untuk menjaga  stabilitas makroekonomi dan keuangan untuk memastikan kepercayaan  konsumen dan investor. &quot;Kepercayaan ini telah membantu Anda sebelum  pandemi, dan harus tetap seperti itu,&quot; katanya.
Kedua, Georgieva merekomendasikan agar pemerintah ASEAN lebih banyak  berinvestasi dalam bidang pendidikan dan keterampilan. &quot;Orang-orang  ASEAN harus memiliki keterampilan untuk masa depan karena kita tahu  artificial intelligence itu telah ada,&quot; ujarnya.
Dia menambahkan, orang-orang di wilayah ini perlu memiliki  keterampilan yang tidak dapat digantikan oleh artificial intelligence  dalam waktu dekat. Georgieva juga menyarankan negara-negara anggota  ASEAN untuk berinvestasi dalam digital connectivity dan green economy.
&quot;Tidak ada masa depan tanpanya. Hal ini harus dilakukan,&quot; tandas Georgieva.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8wNC80LzE3MDEzNS81L3g4bnBqc2g=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Resep International Monetary Fund (IMF) agar ekonomi ASEAN kuat menghadapi tantangan global. Direktur Pelaksana IMF Kristalina  Georgieva, merekomendasikan tiga langkah utama yang dapat diambil oleh negara-negara anggota ASEAN untuk membuat mereka tetap bertahan melalui tantangan ekonomi yang kompleks.
Georgieva mengatakan bahwa negara-negara ASEAN cukup terpengaruh oleh pandemi COVID-19, terutama dalam hal pertumbuhan ekonominya.

BACA JUGA:
IMF Sebut ASEAN Cahaya Dunia di Tengah Ketidakstabilan Ekonomi Global


&quot;ASEAN cukup terpengaruh karena sebelum pandemi diproyeksikan tumbuh begitu kuat dan pertumbuhan ini telah turun separuhnya. Akibatnya adalah hilangnya output potensial sebesar
delapan%. Jadi, ini adalah konsekuensi signifikan dari apa yang telah kita alami,&quot; tuturnya dalam ASEAN-Indo-Pacific-Forum (AIPF) di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa (5/9/2023).

BACA JUGA:
Bertemu Presiden Jokowi dan Sri Mulyani, Bos IMF Puji Ekonomi Indonesia: Sumber Harapan


ASEAN, lanjutnya, juga telah mengalami gangguan dalam rantai pasok akibat pandemi dan perang di Ukraina. Gangguan tersebut telah menyebabkan lebih banyak tekanan, krisis, dan inflasi di sebagian besar ekonomi maju dan pasar berkembang, termasuk negara-negara anggota ASEAN.
Georgieva mengatakan, tingkat suku bunga diperkirakan akan tetap tinggi hingga tahun 2024, atau 2025, dan hal ini pasti akan berdampak pada ASEAN, salah satunya dalam hal kekuatan mata uang. Oleh karena itu, Georgieva menekankan bahwa ASEAN harus terus tumbuh dinamis untuk bertahan dalam menghadapi tantangan ekonomi global saat ini.
&quot;Pertumbuhan ASEAN adalah titik terang dalam cakrawala yang agak  suram. Pertumbuhan global tahun ini mencapai 3%, dan ASEAN telah  mencapai pertumbuhan sebesar 4,6% yang akan berlanjut hingga tahun  depan. Menjaga momentum pertumbuhan sangat penting,&quot; ungkapnya.
Georgieva kemudian merekomendasikan tiga langkah utama bagi  negara-negara anggota ASEAN untuk menjaga apa yang dia sebut sebagai  &quot;pertumbuhan yang kuat dan dinamis&quot;.
Pertama, dia menyarankan negara-negara anggota ASEAN untuk menjaga  stabilitas makroekonomi dan keuangan untuk memastikan kepercayaan  konsumen dan investor. &quot;Kepercayaan ini telah membantu Anda sebelum  pandemi, dan harus tetap seperti itu,&quot; katanya.
Kedua, Georgieva merekomendasikan agar pemerintah ASEAN lebih banyak  berinvestasi dalam bidang pendidikan dan keterampilan. &quot;Orang-orang  ASEAN harus memiliki keterampilan untuk masa depan karena kita tahu  artificial intelligence itu telah ada,&quot; ujarnya.
Dia menambahkan, orang-orang di wilayah ini perlu memiliki  keterampilan yang tidak dapat digantikan oleh artificial intelligence  dalam waktu dekat. Georgieva juga menyarankan negara-negara anggota  ASEAN untuk berinvestasi dalam digital connectivity dan green economy.
&quot;Tidak ada masa depan tanpanya. Hal ini harus dilakukan,&quot; tandas Georgieva.</content:encoded></item></channel></rss>
