<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Di Hadapan Petinggi ASEAN, Wamen BUMN Bahas soal Transformasi Perbankan Digital</title><description>Pinjaman digital di Indonesia diperkirakan akan tumbuh secara signifikan pada 2030.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/06/320/2878130/di-hadapan-petinggi-asean-wamen-bumn-bahas-soal-transformasi-perbankan-digital</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/09/06/320/2878130/di-hadapan-petinggi-asean-wamen-bumn-bahas-soal-transformasi-perbankan-digital"/><item><title>Di Hadapan Petinggi ASEAN, Wamen BUMN Bahas soal Transformasi Perbankan Digital</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/06/320/2878130/di-hadapan-petinggi-asean-wamen-bumn-bahas-soal-transformasi-perbankan-digital</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/09/06/320/2878130/di-hadapan-petinggi-asean-wamen-bumn-bahas-soal-transformasi-perbankan-digital</guid><pubDate>Rabu 06 September 2023 14:36 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/06/320/2878130/di-hadapan-petinggi-asean-wamen-bumn-bahas-soal-transformasi-perbankan-digital-deqlZ1xXwb.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Wamen BUMN, Rosan Roeslani bahas perbankan digital di KTT ASEAN 2023. (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/06/320/2878130/di-hadapan-petinggi-asean-wamen-bumn-bahas-soal-transformasi-perbankan-digital-deqlZ1xXwb.JPG</image><title>Wamen BUMN, Rosan Roeslani bahas perbankan digital di KTT ASEAN 2023. (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8wNi8xLzE3MDIyNC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Pinjaman digital di Indonesia diperkirakan akan tumbuh secara signifikan pada 2030.

Menghadapi fenomena itu, bank BUMN dipastikan fokus pada tiga transformasi pinjaman digital.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Jokowi: Lebih dari Dua Dekade ASEAN Plus Three Jadi Motor Pertumbuhan

Tiga aspek yang dimaksud mencakup pinjaman digital, pembayaran digital (e-wallet), dan perbankan digital.

Wakil Menteri BUMN II, Rosan Perkasa Roeslani mengatakan dalam transformasi pinjaman digital, bank pelat merah telah meluncurkan platform pinjaman digital.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

KTT ASEAN 2023, PM Li Qiang dan Jokowi Perkokoh Kerja Sama

Bank BUMN terdiri dari PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), PT  Bank Mandiri Tbk, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk, (BNI).

Menurutnya, inisiatif tersebut memberikan dampak signifikan terhadap inklusi keuangan di Tanah Air.

Misalnya, pinjaman digital BRI yang tumbuh 146% dalam waktu satu tahun dengan nilai pinjaman USD125 juta kepada jutaan peminjam.


&amp;nbsp;BACA JUGA:

Persiapan Gala Dinner KTT Ke-43 ASEAN di Hutan Kota Senayan, Mewah dan Spektakuler

&amp;ldquo;Kemudian, untuk pembayaran digital (e-wallet), beberapa BUMN juga telah memperluas layanan pembayaran melalui platform e-money bagi pelanggan,&quot; ungkap Rosan dalam plenary session AIPF bertajuk 'Inclusive Digital Transformation', Jakarta Selatan, Rabu (7/9/2023).



Terakhir, untuk perbankan digital, Bank Mandiri, BRI, BNI dan BTN juga telah membangun solusi perbankan digital, salah satunya mobile banking BNI yang tumbuh 59,6% year on year menjadi 7,8 juta pengguna pada 2020.



Rosan menegaskan bahwa inklusi keuangan bukan sekadar tujuan dari ekonomi saja, melainkan juga untuk kepentingan sosial.



Dia pun memastikan BUMN terus mengambil langkah strategis untuk mendorong akselerasi inklusi keuangan



Di hadapan para petinggi anggota ASEAN, Rosan mencatat tingkat kesadaran masyarakat ASEAN untuk melakukan transaksi dan menggunakan jasa layanan bank tercatat masih rendah.



Persentase saat ini, sebanyak 70% penduduk ASEAN belum menggunakan layanan perbankan. Tidak hanya itu, sekitar 39 juta dari 70 juta UMKM juga menghadapi kekurangan pendanaan yang cukup besar dengan nilai USD300 miliar setiap tahunnya.



&quot;Kami sangat berharap, diskusi dalam forum ini akan menghasilkan solusi terhadap tantangan inklusivitas keuangan yang kita hadapi di kawasan, untuk menjaga stabilitas dan kesejahteraan di kawasan ASEAN,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8wNi8xLzE3MDIyNC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Pinjaman digital di Indonesia diperkirakan akan tumbuh secara signifikan pada 2030.

Menghadapi fenomena itu, bank BUMN dipastikan fokus pada tiga transformasi pinjaman digital.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Jokowi: Lebih dari Dua Dekade ASEAN Plus Three Jadi Motor Pertumbuhan

Tiga aspek yang dimaksud mencakup pinjaman digital, pembayaran digital (e-wallet), dan perbankan digital.

Wakil Menteri BUMN II, Rosan Perkasa Roeslani mengatakan dalam transformasi pinjaman digital, bank pelat merah telah meluncurkan platform pinjaman digital.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

KTT ASEAN 2023, PM Li Qiang dan Jokowi Perkokoh Kerja Sama

Bank BUMN terdiri dari PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), PT  Bank Mandiri Tbk, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk, (BNI).

Menurutnya, inisiatif tersebut memberikan dampak signifikan terhadap inklusi keuangan di Tanah Air.

Misalnya, pinjaman digital BRI yang tumbuh 146% dalam waktu satu tahun dengan nilai pinjaman USD125 juta kepada jutaan peminjam.


&amp;nbsp;BACA JUGA:

Persiapan Gala Dinner KTT Ke-43 ASEAN di Hutan Kota Senayan, Mewah dan Spektakuler

&amp;ldquo;Kemudian, untuk pembayaran digital (e-wallet), beberapa BUMN juga telah memperluas layanan pembayaran melalui platform e-money bagi pelanggan,&quot; ungkap Rosan dalam plenary session AIPF bertajuk 'Inclusive Digital Transformation', Jakarta Selatan, Rabu (7/9/2023).



Terakhir, untuk perbankan digital, Bank Mandiri, BRI, BNI dan BTN juga telah membangun solusi perbankan digital, salah satunya mobile banking BNI yang tumbuh 59,6% year on year menjadi 7,8 juta pengguna pada 2020.



Rosan menegaskan bahwa inklusi keuangan bukan sekadar tujuan dari ekonomi saja, melainkan juga untuk kepentingan sosial.



Dia pun memastikan BUMN terus mengambil langkah strategis untuk mendorong akselerasi inklusi keuangan



Di hadapan para petinggi anggota ASEAN, Rosan mencatat tingkat kesadaran masyarakat ASEAN untuk melakukan transaksi dan menggunakan jasa layanan bank tercatat masih rendah.



Persentase saat ini, sebanyak 70% penduduk ASEAN belum menggunakan layanan perbankan. Tidak hanya itu, sekitar 39 juta dari 70 juta UMKM juga menghadapi kekurangan pendanaan yang cukup besar dengan nilai USD300 miliar setiap tahunnya.



&quot;Kami sangat berharap, diskusi dalam forum ini akan menghasilkan solusi terhadap tantangan inklusivitas keuangan yang kita hadapi di kawasan, untuk menjaga stabilitas dan kesejahteraan di kawasan ASEAN,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
