<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Masyarakat Pasti Naik Transportasi Umum Asal Aman, Murah dan Minim Risiko   </title><description>Ahli Perencana Kota menyoroti kebijakan transportasi di Indonesia masih kuno</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/06/320/2878131/masyarakat-pasti-naik-transportasi-umum-asal-aman-murah-dan-minim-risiko</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/09/06/320/2878131/masyarakat-pasti-naik-transportasi-umum-asal-aman-murah-dan-minim-risiko"/><item><title>Masyarakat Pasti Naik Transportasi Umum Asal Aman, Murah dan Minim Risiko   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/06/320/2878131/masyarakat-pasti-naik-transportasi-umum-asal-aman-murah-dan-minim-risiko</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/09/06/320/2878131/masyarakat-pasti-naik-transportasi-umum-asal-aman-murah-dan-minim-risiko</guid><pubDate>Rabu 06 September 2023 14:39 WIB</pubDate><dc:creator>Nasya Emmanuela Lilipaly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/06/320/2878131/masyarakat-pasti-naik-transportasi-umum-asal-aman-murah-dan-minim-risiko-cRUx62HCts.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Syarat Supaya Masyarakat Mau Naik Transportasi Umum dalam Rangka Kurangi Polusi. (Foto: Okezone.com/MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/06/320/2878131/masyarakat-pasti-naik-transportasi-umum-asal-aman-murah-dan-minim-risiko-cRUx62HCts.jpg</image><title>Syarat Supaya Masyarakat Mau Naik Transportasi Umum dalam Rangka Kurangi Polusi. (Foto: Okezone.com/MPI)</title></images><description>JAKARTA - Ahli Perencana Kota menyoroti kebijakan transportasi di Indonesia masih kuno di tengah kualitas udara yang buruk di Jabodetabek. Transportasi pun menjadi masalah utama polusi udara di utamanya di Jakarta.
Ketua Majelis Kode Etik Ikatan Ahli Perencana Kota Bernardus Djonosaputro memaparkan, masyarakat belum secara masif menggunakan transportasi publik.

BACA JUGA:
DKI Jakarta Terpantau Sepi Kendaraan Tapi Polusi Tetap Buruk, Apakah Ada Sumber Polusi Lain?

&amp;ldquo;Padahal di negara maju, masyarakat lebih memilih menggunakan transportasi publik karena aman, murah, dan minim risiko,&amp;rdquo; ujarnya, Rabu (6/92/2023).
Saat ini masyarakat Indonesia, terutama di kota besar seperti Jakarta lebih memilih kendaraan pribadi yang mengeluarkan emisi karbon.
&amp;ldquo;Itu sumber polusinya. Jadi kebijakan yang diambil bukan mematikan PLTU, tapi mengubah pola penggunaan transportasi,&amp;rdquo; ujarnya.

BACA JUGA:
Polusi Udara Bisa Berkurang 44%, Erick Thohir Singgung Cara China

Dia mencontohkan, negara maju sudah menerapkan zonasi kendaraan listrik di sejumlah kota besar.
&amp;ldquo;Tidak boleh ada lagi kendaraan bermesin bakar/combustion engine yang melintas di kota,&amp;rdquo; katanya.Namun yang terjadi saat ini, pemerintah justru memperbanyak kendaraan dengan dalih mempertahankan potensi pendapatan pajak kendaraan yang masih relatif tinggi.
&amp;ldquo;Kebijakan sektor transportasi perlu diambil dengan landasan pengurangan emisi karbon untuk kesehatan masyarakat,&amp;rdquo; ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Ahli Perencana Kota menyoroti kebijakan transportasi di Indonesia masih kuno di tengah kualitas udara yang buruk di Jabodetabek. Transportasi pun menjadi masalah utama polusi udara di utamanya di Jakarta.
Ketua Majelis Kode Etik Ikatan Ahli Perencana Kota Bernardus Djonosaputro memaparkan, masyarakat belum secara masif menggunakan transportasi publik.

BACA JUGA:
DKI Jakarta Terpantau Sepi Kendaraan Tapi Polusi Tetap Buruk, Apakah Ada Sumber Polusi Lain?

&amp;ldquo;Padahal di negara maju, masyarakat lebih memilih menggunakan transportasi publik karena aman, murah, dan minim risiko,&amp;rdquo; ujarnya, Rabu (6/92/2023).
Saat ini masyarakat Indonesia, terutama di kota besar seperti Jakarta lebih memilih kendaraan pribadi yang mengeluarkan emisi karbon.
&amp;ldquo;Itu sumber polusinya. Jadi kebijakan yang diambil bukan mematikan PLTU, tapi mengubah pola penggunaan transportasi,&amp;rdquo; ujarnya.

BACA JUGA:
Polusi Udara Bisa Berkurang 44%, Erick Thohir Singgung Cara China

Dia mencontohkan, negara maju sudah menerapkan zonasi kendaraan listrik di sejumlah kota besar.
&amp;ldquo;Tidak boleh ada lagi kendaraan bermesin bakar/combustion engine yang melintas di kota,&amp;rdquo; katanya.Namun yang terjadi saat ini, pemerintah justru memperbanyak kendaraan dengan dalih mempertahankan potensi pendapatan pajak kendaraan yang masih relatif tinggi.
&amp;ldquo;Kebijakan sektor transportasi perlu diambil dengan landasan pengurangan emisi karbon untuk kesehatan masyarakat,&amp;rdquo; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
