<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pertamina Ungkap 3 Agenda Penting Dukung Net Zero Emission di 2060</title><description>PT Pertamina (Persero) mendukung rencana pemerintah untuk menuju net zero emission.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/06/320/2878248/pertamina-ungkap-3-agenda-penting-dukung-net-zero-emission-di-2060</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/09/06/320/2878248/pertamina-ungkap-3-agenda-penting-dukung-net-zero-emission-di-2060"/><item><title>Pertamina Ungkap 3 Agenda Penting Dukung Net Zero Emission di 2060</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/06/320/2878248/pertamina-ungkap-3-agenda-penting-dukung-net-zero-emission-di-2060</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/09/06/320/2878248/pertamina-ungkap-3-agenda-penting-dukung-net-zero-emission-di-2060</guid><pubDate>Rabu 06 September 2023 16:44 WIB</pubDate><dc:creator>Atikah Umiyani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/06/320/2878248/pertamina-ungkap-3-agenda-penting-dukung-net-zero-emission-di-2060-8MuY43kQjM.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/06/320/2878248/pertamina-ungkap-3-agenda-penting-dukung-net-zero-emission-di-2060-8MuY43kQjM.jpg</image><title></title></images><description>
JAKARTA - PT Pertamina (Persero) memaparkan tiga agenda penting perusahaan yang secara pararel mendukung rencana pemerintah untuk menuju net zero emission (NZE) di 2060 atau lebih cepat.
Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan kalau agenda pertama yaitu pihaknya akan tetap mempertahankan bisnis lamanya yaitu produksi minyak dan gas bumi (migas) namun dengan metodologi yang berbeda.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Cara Dirut Pertamina Penuhi Pasokan Energi di RI

&quot;Kami melakukan beberapa inisiatif untuk dekarbonisasi. Jadi maksud saya, bisnis warisan kami adalah karbon positif, tetapi melalui program corrboration, kami mitigasi untuk jangka panjang,&quot; kata Nicke dalam AIPF sub-themes I: Green Infrastructure and Resilient Supply Chain yang dipantau MNC Portal Indonesia, di Youtube Kementerian BUMN, Rabu (6/9/2023).
Dia pun mencontohkan, inisiatif dekarbonisasi yang dijalankan pihaknya yaitu mengubah aset kilang yang ada menjadi kilang hijau sehingga dapat meningkatkan dan mempercepat bionergi dan pengembangan Kilang Petrokimian.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Ada Uji Emisi Gratis di 14 SPBU Pertamina, Cek Lokasinya

Kemudian yang kedua, Holding BUMN Migas itu juga akan mengembangkan bisnis nol kabon, seperti halnya panas bumi, pembangkit listrik tenaga air hingga Carbon Capture, Utilizaton dan Storage (CCUs).&quot;Jadi kami punya potensi melimpah di CCUS. Di NBS dan Indonesia juga mempunyai potensi bahan kritis untuk transisi energi,&quot; urainya,
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Daftar Kenaikan Harga BBM Pertamina dari Aceh sampai Papua per 5 September 2023

Selain itu, lanjut Nicke, Indonesia juga memiliki cadangan nikel dan produksi nikel terbesar, timah, produksi terbesar keenam dan terbesar kedua di Cooper.
Kemudian, kami juga memiliki penyimpanan co2 sebesar 400 Giga ton untuk ccus dan NBS, salah satu hutan hujan terbesar di dunia.
&quot;Ketiga, mengurangi emisi karbon dengan harga yang terjangkau karena penting bagi kita negara berkembang khusunya berkaitan dengan keamanan energi, aksebilitas dan keterjangkauan energi. Jadi ada tiga agenda utama yang kita kelola yang secara paralel untuk tetap menjaga transisi energi,&quot; tukasnya.</description><content:encoded>
JAKARTA - PT Pertamina (Persero) memaparkan tiga agenda penting perusahaan yang secara pararel mendukung rencana pemerintah untuk menuju net zero emission (NZE) di 2060 atau lebih cepat.
Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan kalau agenda pertama yaitu pihaknya akan tetap mempertahankan bisnis lamanya yaitu produksi minyak dan gas bumi (migas) namun dengan metodologi yang berbeda.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Cara Dirut Pertamina Penuhi Pasokan Energi di RI

&quot;Kami melakukan beberapa inisiatif untuk dekarbonisasi. Jadi maksud saya, bisnis warisan kami adalah karbon positif, tetapi melalui program corrboration, kami mitigasi untuk jangka panjang,&quot; kata Nicke dalam AIPF sub-themes I: Green Infrastructure and Resilient Supply Chain yang dipantau MNC Portal Indonesia, di Youtube Kementerian BUMN, Rabu (6/9/2023).
Dia pun mencontohkan, inisiatif dekarbonisasi yang dijalankan pihaknya yaitu mengubah aset kilang yang ada menjadi kilang hijau sehingga dapat meningkatkan dan mempercepat bionergi dan pengembangan Kilang Petrokimian.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Ada Uji Emisi Gratis di 14 SPBU Pertamina, Cek Lokasinya

Kemudian yang kedua, Holding BUMN Migas itu juga akan mengembangkan bisnis nol kabon, seperti halnya panas bumi, pembangkit listrik tenaga air hingga Carbon Capture, Utilizaton dan Storage (CCUs).&quot;Jadi kami punya potensi melimpah di CCUS. Di NBS dan Indonesia juga mempunyai potensi bahan kritis untuk transisi energi,&quot; urainya,
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Daftar Kenaikan Harga BBM Pertamina dari Aceh sampai Papua per 5 September 2023

Selain itu, lanjut Nicke, Indonesia juga memiliki cadangan nikel dan produksi nikel terbesar, timah, produksi terbesar keenam dan terbesar kedua di Cooper.
Kemudian, kami juga memiliki penyimpanan co2 sebesar 400 Giga ton untuk ccus dan NBS, salah satu hutan hujan terbesar di dunia.
&quot;Ketiga, mengurangi emisi karbon dengan harga yang terjangkau karena penting bagi kita negara berkembang khusunya berkaitan dengan keamanan energi, aksebilitas dan keterjangkauan energi. Jadi ada tiga agenda utama yang kita kelola yang secara paralel untuk tetap menjaga transisi energi,&quot; tukasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
