<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tagih Proyek Bayar Tol Tanpa Berhenti, PUPR Temui Roatex Besok</title><description>Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengatakan bakal menemui PT Roatex Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/06/320/2878256/tagih-proyek-bayar-tol-tanpa-berhenti-pupr-temui-roatex-besok</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/09/06/320/2878256/tagih-proyek-bayar-tol-tanpa-berhenti-pupr-temui-roatex-besok"/><item><title>Tagih Proyek Bayar Tol Tanpa Berhenti, PUPR Temui Roatex Besok</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/06/320/2878256/tagih-proyek-bayar-tol-tanpa-berhenti-pupr-temui-roatex-besok</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/09/06/320/2878256/tagih-proyek-bayar-tol-tanpa-berhenti-pupr-temui-roatex-besok</guid><pubDate>Rabu 06 September 2023 16:55 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/06/320/2878256/tagih-proyek-bayar-tol-tanpa-berhenti-pupr-temui-roatex-besok-4tIoK7jFqc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">PUPR temui Roatex Indonesia bahas proyek bayar tol tanpa berhenti. (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/06/320/2878256/tagih-proyek-bayar-tol-tanpa-berhenti-pupr-temui-roatex-besok-4tIoK7jFqc.jpg</image><title>PUPR temui Roatex Indonesia bahas proyek bayar tol tanpa berhenti. (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8wNi8xLzE3MDIxMi81L3g4bnNnZTA=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengatakan bakal menemui Badan Usaha Pelaksana (BUP) tol nir sentuh atau Multi Lane Free Flow (MLFF) PT Roatex Indonesia pada Kamis (7/9/2023) besok hari.

Direktur Jenderal Bina Marga, Kementerian PUPR, Hedy Rahadian menjelaskan pertemuan tersebut dalam rangka membahas kelanjutan proyek tol nir sentuh yang ditargetkan BUP siap dilakukan uji coba pada akhir tahun 2023 mendatang.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

PUPR Terus Bangun Infrastruktur Secara Merata Seluruh Indonesia

&quot;Kita besok bertemu dengan Roatex, kita kan ada perjanjian antara Pemerintah dengan Roatex, masa tidak komunikasi, ya harus bertemu dong,&quot; ujar Hedy saat ditemui MNC Portal, Rabu (6/9/2023).

Dikatakan Hedy, saat ini teknologi MLFF masih menemukan banyak kendala yang membuat progresnya berjalan lambat.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Kementerian PUPR Siapkan Skema Pembiayaan Perumahan Hijau, Ada Insentif Pajak&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Terutama skema imbal hasil dari investasi yang dilakukan oleh perusahaan asal Hungaria itu sebesar USD300 juta atau sekitar Rp4,5 triliun.

&quot;Kita ingin tahu, ini kan masalah bisnis, kalau berhenti itu berarti ada yang secara bisnis tidak pas, kalau bisnis harus ada untung, kalau tidak untung ya ngapain bisnis,&quot; kata Hedy.

Sistem transaksi nontunai berbasis MLFF ini menjadi salah satu inovasi baru, sistem pembayaran nirsentuh dinilai mampu menciptakan suatu efisiensi, efektivitas, aman, dan nyaman dalam penerapan sistem pembayaran jalan tol di Indonesia.



Sistem MLFF ini menggunakan teknologi Global Navigation Satellite System (GNSS) dan melakukan transaksi melalui aplikasi khusus jalan tol di smartphone.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

PUPR Ajak Pengusaha Properti Bangun Hunian di IKN


Selanjutnya GPS akan menentukan lokasi yang dideterminasi oleh satelit dan proses map-matching akan berjalan di central system.



Saat kendaraan keluar tol dan proses map-matching berakhir, sistem akan melakukan kalkulasi tarif.



Manfaat lain dari kehadiran sistem transaksi MLFF ini yaitu salah satunya adalah efisiensi biaya operasi dan juga meminimalisir bahan bakar kendaraan.



Teknologi ini juga telah sukses diterapkan di Hungaria selama lebih dari tujuh tahun terakhir, yang dikelola oleh Hungarian Toll Services Company (NUZs).



Teknologi ini pada awalnya ditargetkan mampu dilakukan Uji Coba pada pertengahan tahun 2023 lalu, sekitar bulan Juni.



Namun rencana tersebut gagal dikarenakan teknologi yang belum cukup siap untuk diterapkan di Indonesia, sehingga target uji coba dimundurkan pada akhir tahun 2023



&quot;Makanya kita besok bertemu, bagaimana (bisa uji coba akhir tahun atau tidak) sambil ngopi dulu, kan ada yang untung, ada yang patah hati, ada juga yang sakit hati (dari Proyek MLFF) itu,&quot; tukas Hedy.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8wNi8xLzE3MDIxMi81L3g4bnNnZTA=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengatakan bakal menemui Badan Usaha Pelaksana (BUP) tol nir sentuh atau Multi Lane Free Flow (MLFF) PT Roatex Indonesia pada Kamis (7/9/2023) besok hari.

Direktur Jenderal Bina Marga, Kementerian PUPR, Hedy Rahadian menjelaskan pertemuan tersebut dalam rangka membahas kelanjutan proyek tol nir sentuh yang ditargetkan BUP siap dilakukan uji coba pada akhir tahun 2023 mendatang.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

PUPR Terus Bangun Infrastruktur Secara Merata Seluruh Indonesia

&quot;Kita besok bertemu dengan Roatex, kita kan ada perjanjian antara Pemerintah dengan Roatex, masa tidak komunikasi, ya harus bertemu dong,&quot; ujar Hedy saat ditemui MNC Portal, Rabu (6/9/2023).

Dikatakan Hedy, saat ini teknologi MLFF masih menemukan banyak kendala yang membuat progresnya berjalan lambat.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Kementerian PUPR Siapkan Skema Pembiayaan Perumahan Hijau, Ada Insentif Pajak&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Terutama skema imbal hasil dari investasi yang dilakukan oleh perusahaan asal Hungaria itu sebesar USD300 juta atau sekitar Rp4,5 triliun.

&quot;Kita ingin tahu, ini kan masalah bisnis, kalau berhenti itu berarti ada yang secara bisnis tidak pas, kalau bisnis harus ada untung, kalau tidak untung ya ngapain bisnis,&quot; kata Hedy.

Sistem transaksi nontunai berbasis MLFF ini menjadi salah satu inovasi baru, sistem pembayaran nirsentuh dinilai mampu menciptakan suatu efisiensi, efektivitas, aman, dan nyaman dalam penerapan sistem pembayaran jalan tol di Indonesia.



Sistem MLFF ini menggunakan teknologi Global Navigation Satellite System (GNSS) dan melakukan transaksi melalui aplikasi khusus jalan tol di smartphone.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

PUPR Ajak Pengusaha Properti Bangun Hunian di IKN


Selanjutnya GPS akan menentukan lokasi yang dideterminasi oleh satelit dan proses map-matching akan berjalan di central system.



Saat kendaraan keluar tol dan proses map-matching berakhir, sistem akan melakukan kalkulasi tarif.



Manfaat lain dari kehadiran sistem transaksi MLFF ini yaitu salah satunya adalah efisiensi biaya operasi dan juga meminimalisir bahan bakar kendaraan.



Teknologi ini juga telah sukses diterapkan di Hungaria selama lebih dari tujuh tahun terakhir, yang dikelola oleh Hungarian Toll Services Company (NUZs).



Teknologi ini pada awalnya ditargetkan mampu dilakukan Uji Coba pada pertengahan tahun 2023 lalu, sekitar bulan Juni.



Namun rencana tersebut gagal dikarenakan teknologi yang belum cukup siap untuk diterapkan di Indonesia, sehingga target uji coba dimundurkan pada akhir tahun 2023



&quot;Makanya kita besok bertemu, bagaimana (bisa uji coba akhir tahun atau tidak) sambil ngopi dulu, kan ada yang untung, ada yang patah hati, ada juga yang sakit hati (dari Proyek MLFF) itu,&quot; tukas Hedy.</content:encoded></item></channel></rss>
