<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jokowi: ASEAN-Korsel Wujudkan Kemitraan Transisi Energi dan Transformasi Digital</title><description>ASEAN dan Korea Selatan mewujudkan kemitraan transisi energi dan transformasi digital.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/06/320/2878291/jokowi-asean-korsel-wujudkan-kemitraan-transisi-energi-dan-transformasi-digital</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/09/06/320/2878291/jokowi-asean-korsel-wujudkan-kemitraan-transisi-energi-dan-transformasi-digital"/><item><title>Jokowi: ASEAN-Korsel Wujudkan Kemitraan Transisi Energi dan Transformasi Digital</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/06/320/2878291/jokowi-asean-korsel-wujudkan-kemitraan-transisi-energi-dan-transformasi-digital</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/09/06/320/2878291/jokowi-asean-korsel-wujudkan-kemitraan-transisi-energi-dan-transformasi-digital</guid><pubDate>Rabu 06 September 2023 17:47 WIB</pubDate><dc:creator>Raka Dwi Novianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/06/320/2878291/jokowi-asean-korsel-wujudkan-kemitraan-transisi-energi-dan-transformasi-digital-o1GQqQd3fb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ASEAN-Korsel kerjasama transisi energi (Foto: Setpres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/06/320/2878291/jokowi-asean-korsel-wujudkan-kemitraan-transisi-energi-dan-transformasi-digital-o1GQqQd3fb.jpg</image><title>ASEAN-Korsel kerjasama transisi energi (Foto: Setpres)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8wNi8xLzE3MDIyNC81L3g4bnNyYnU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; ASEAN dan Korea Selatan mewujudkan kemitraan transisi energi dan transformasi digital. Hal ini diungkapkan Presiden Jokowi memimpin Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-24 ASEAN- Republik Korea (RoK).
Dalam KTT dihadiri oleh Pemimpin negara-negara ASEAN (kecuali Myanmar) dan Presiden Korea Selatan Yoon Suk-Yeol, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto juga turut mendampingi Presiden Jokowi.

BACA JUGA:
Catat! Begini Proses Jalan Bundaran Senayan Ditutup karena KTT ASEAN


&amp;ldquo;Kemitraan ASEAN-Korea adalah partnership of the future dengan pilar utama kemitraan melalui transisi energi dan transformasi digital. Ketergantungan ASEAN terhadap sumber energi fosil harus dikurangi, transisi energi kawasan perlu dipercepat. Hal ini dapat dicapai melalui pemanfaatan digitalisasi ekonomi dan transfer teknologi,&amp;rdquo; terang Jokowi dalam KTT yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu (6/9/2023).
Dari sisi perekonomian, dalam lima tahun terakhir tercatat total nilai perdagangan ASEAN dan Korea Selatan mengalami peningkatan, dari USD162,55 miliar di 2018 menjadi USD223,96 miliar di 2022.

BACA JUGA:
Lalin Nyaris Lumpuh di Hari Kedua KTT Ke-43 ASEAN, Ini Penjelasan Polisi


Berkenaan dengan itu, beberapa pemimpin Negara ASEAN menyampaikan dukungan untuk dilakukan studi bersama tentang review implementasi ASEAN-Korea Free Trade Agreement (AKFTA). Hasil studi bersama ini dapat menjadi referensi untuk memulai upgrading perjanjian dalam waktu dekat.
Di samping itu, beberapa fokus area kerja sama komprehensif yang didorong yakni di antaranya upaya digitalisasi dan pengembangan sumber daya manusia (SDM), fasilitasi perdagangan dan investasi, hingga pengembangan infrastruktur dalam transformasi hijau.
Jokowi menjelaskan bahwa hubungan kemitraan ASEAN dan Republik Korea sebagai kemitraan masa depan memiliki transisi energi dan transformasi digital sebagai pilar utama.
ASEAN, ungkap Jokowi, harus mengurangi 78% sumber energi fosil. Di  saat yang sama, ASEAN bepotensi besar dalam ekonomi digital di mana  dalam satu dekade ke depan, ekonomi digital di ASEAN diperkirakan akan  USD1 triliun untuk PDB kawasan.
&amp;ldquo;Namun, transisi energi dan transformasi digital butuh investasi dan  transfer teknologi yang tidak sedikit, sehingga dibutuhkan kolaborasi  dan kemitraan untuk mewujudkannya,&amp;rdquo; sambung Jokowi.
Di sisi lain, Presiden Yoon mengumumkan komitmennya untuk  meningkatkan dukungan ke kawasan melalui platform ASEAN, Mekong River,  dan Brunei-Indonesia-Malaysia-Philippine East Asia Growth Area  (BIMP-EAGA). Disampaikan pula komitmen dukungan sebesar USD30 juta dalam  lima tahun ke depan untuk mendukung transformasi digital kawasan ASEAN.
Inisiatif lain yang juga disampaikan oleh Yoon adalah Korea-ASEAN  Solidarity Initiative (KASI) sebagai strategi Indo-Pasifik kedua pihak  untuk mempromosikan sentralitas ASEAN guna menjaga stabilitas di kawasan  Indo-Pasifik.
Menanggapi hal tersebut, Jokowi menuturkan, &amp;ldquo;saya mengapresiasi  dukungan (Republik Korea) terhadap ASEAN-Indo-Pacific Forum. Ini adalah  wujud nyata kerja sama inklusif untuk menjaga stabilitas dan  kesejahteraan di kawasan Indo-Pasifik.&amp;rdquo;
Dia menilai bahwa kemitraan masa depan antara ASEAN dan Republik  Korea hanya bisa dicapai jika stabilitas kawasan dapat dijaga serta  sikap saling percaya dan keinginan bekerja sama ditingkatkan
&amp;ldquo;Kemitraan masa depan hanya akan bisa dicapai jika stabilitas kawasan  dijaga, jika tensi dan rivalitas diturunkan, jika strategic trust  dipertebal, dan jika habit of cooperation ditingkatkan. Ini merupakan  tanggung jawab kita semua yang berada di kawasan Indo-Pasifik,&amp;rdquo; tandas  Jokowi.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8wNi8xLzE3MDIyNC81L3g4bnNyYnU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; ASEAN dan Korea Selatan mewujudkan kemitraan transisi energi dan transformasi digital. Hal ini diungkapkan Presiden Jokowi memimpin Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-24 ASEAN- Republik Korea (RoK).
Dalam KTT dihadiri oleh Pemimpin negara-negara ASEAN (kecuali Myanmar) dan Presiden Korea Selatan Yoon Suk-Yeol, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto juga turut mendampingi Presiden Jokowi.

BACA JUGA:
Catat! Begini Proses Jalan Bundaran Senayan Ditutup karena KTT ASEAN


&amp;ldquo;Kemitraan ASEAN-Korea adalah partnership of the future dengan pilar utama kemitraan melalui transisi energi dan transformasi digital. Ketergantungan ASEAN terhadap sumber energi fosil harus dikurangi, transisi energi kawasan perlu dipercepat. Hal ini dapat dicapai melalui pemanfaatan digitalisasi ekonomi dan transfer teknologi,&amp;rdquo; terang Jokowi dalam KTT yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu (6/9/2023).
Dari sisi perekonomian, dalam lima tahun terakhir tercatat total nilai perdagangan ASEAN dan Korea Selatan mengalami peningkatan, dari USD162,55 miliar di 2018 menjadi USD223,96 miliar di 2022.

BACA JUGA:
Lalin Nyaris Lumpuh di Hari Kedua KTT Ke-43 ASEAN, Ini Penjelasan Polisi


Berkenaan dengan itu, beberapa pemimpin Negara ASEAN menyampaikan dukungan untuk dilakukan studi bersama tentang review implementasi ASEAN-Korea Free Trade Agreement (AKFTA). Hasil studi bersama ini dapat menjadi referensi untuk memulai upgrading perjanjian dalam waktu dekat.
Di samping itu, beberapa fokus area kerja sama komprehensif yang didorong yakni di antaranya upaya digitalisasi dan pengembangan sumber daya manusia (SDM), fasilitasi perdagangan dan investasi, hingga pengembangan infrastruktur dalam transformasi hijau.
Jokowi menjelaskan bahwa hubungan kemitraan ASEAN dan Republik Korea sebagai kemitraan masa depan memiliki transisi energi dan transformasi digital sebagai pilar utama.
ASEAN, ungkap Jokowi, harus mengurangi 78% sumber energi fosil. Di  saat yang sama, ASEAN bepotensi besar dalam ekonomi digital di mana  dalam satu dekade ke depan, ekonomi digital di ASEAN diperkirakan akan  USD1 triliun untuk PDB kawasan.
&amp;ldquo;Namun, transisi energi dan transformasi digital butuh investasi dan  transfer teknologi yang tidak sedikit, sehingga dibutuhkan kolaborasi  dan kemitraan untuk mewujudkannya,&amp;rdquo; sambung Jokowi.
Di sisi lain, Presiden Yoon mengumumkan komitmennya untuk  meningkatkan dukungan ke kawasan melalui platform ASEAN, Mekong River,  dan Brunei-Indonesia-Malaysia-Philippine East Asia Growth Area  (BIMP-EAGA). Disampaikan pula komitmen dukungan sebesar USD30 juta dalam  lima tahun ke depan untuk mendukung transformasi digital kawasan ASEAN.
Inisiatif lain yang juga disampaikan oleh Yoon adalah Korea-ASEAN  Solidarity Initiative (KASI) sebagai strategi Indo-Pasifik kedua pihak  untuk mempromosikan sentralitas ASEAN guna menjaga stabilitas di kawasan  Indo-Pasifik.
Menanggapi hal tersebut, Jokowi menuturkan, &amp;ldquo;saya mengapresiasi  dukungan (Republik Korea) terhadap ASEAN-Indo-Pacific Forum. Ini adalah  wujud nyata kerja sama inklusif untuk menjaga stabilitas dan  kesejahteraan di kawasan Indo-Pasifik.&amp;rdquo;
Dia menilai bahwa kemitraan masa depan antara ASEAN dan Republik  Korea hanya bisa dicapai jika stabilitas kawasan dapat dijaga serta  sikap saling percaya dan keinginan bekerja sama ditingkatkan
&amp;ldquo;Kemitraan masa depan hanya akan bisa dicapai jika stabilitas kawasan  dijaga, jika tensi dan rivalitas diturunkan, jika strategic trust  dipertebal, dan jika habit of cooperation ditingkatkan. Ini merupakan  tanggung jawab kita semua yang berada di kawasan Indo-Pasifik,&amp;rdquo; tandas  Jokowi.</content:encoded></item></channel></rss>
