<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kalah Saing, Aplikasi Ojol Ini Bangkrut di Indonesia</title><description>Ojol kian menjamur disebabkan karena sangat diminati dan memberikan manfaat bagi pengendara dan penumpangnya</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/07/320/2878289/kalah-saing-aplikasi-ojol-ini-bangkrut-di-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/09/07/320/2878289/kalah-saing-aplikasi-ojol-ini-bangkrut-di-indonesia"/><item><title>Kalah Saing, Aplikasi Ojol Ini Bangkrut di Indonesia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/07/320/2878289/kalah-saing-aplikasi-ojol-ini-bangkrut-di-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/09/07/320/2878289/kalah-saing-aplikasi-ojol-ini-bangkrut-di-indonesia</guid><pubDate>Kamis 07 September 2023 08:05 WIB</pubDate><dc:creator>Chindya Citra Agustina</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/06/320/2878289/kalah-saing-aplikasi-ojol-ini-bangkrut-di-indonesia-APQonlvEWs.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ojek Online yang Bangkrut di Indonesia. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/06/320/2878289/kalah-saing-aplikasi-ojol-ini-bangkrut-di-indonesia-APQonlvEWs.jpg</image><title>Ojek Online yang Bangkrut di Indonesia. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Ojek online (ojol) kian menjamur disebabkan karena sangat diminati dan memberikan manfaat bagi pengendara dan penumpangnya.
Tidak hanya itu, dengan adanya aplikasi ojol dapat membuka lapangan kerja bagi Masyarakat yang membutuhkan penghasilan tambahan.
Namun, adanya moda transportasi online menciptakan persaingan di dunia transportasi online dan digital.
Dengan adanya persaingan inilah, memulai tumbangnya beberapa aplikasi ojol dikarenakan tidak mampu bersaing dalam lingkup tersebut.

BACA JUGA:
Apakah Ojol Bisa Dikenakan Pajak Penghasilan?

Berikut ini, beberapa aplikasi ojek online yang mengalami kebangkrutan di Indonesia yang dirangkum Okezone.
1. Bangjek
Jasa ojek online yang didirikan oleh Andri Harsil. Dengan memiliki tarif yang diterapkan hanya sebesar Rp4000 untuk kilometer pertama dengan tarif Rp3,4 per meter selanjutnya.
Selain menyediakan wifi gratis, pelanggan juga disediakan plastik pelindung rambut, kotak penyimpanan dan jas hujan. Sayangnya bisnisnya tidak bertahan lama serta gulung tikar pada 2019.

BACA JUGA:
6 Aplikasi Ojol di Indonesia yang Bangkrut

2. Ojekkoe
Salah satu aplikasi ojek online (ojol) yang sempat memiliki 500 orang mitra pengemudi sebelum menjadi tidak aktif lagi.
Padahal aplikasi ini menjadi ride hailing yang dirilis sebagai bagian dari tugas akhir pendirinya, Katon Muchtar, di mana layanan mereka hanya memungut biaya minim Rp 2.500 per hari untuk mengantar penumpang.3. Uber
Layanan transportasi yang mulai berdiri sejak 2009 dan memiliki pusat di San Francisco, Amerika Serikat.
Uber hadir untuk menghubungkan penumpang dan pengemudi taksi melalui aplikasi. Tujuannya membuat penumpang lebih mudah mengakses dan memberikan banyak pilihan kepada penumpang.
Uber sendiri berhasil hadir di ratusan kota pada 59 negara di dunia. Untuk di Indonesia, Uber telah hadir di Jakarta, Bandung dan Bali. Sayangnya, Uber harus tutup pada 2018.
Baca Selengkapnya: 6 Aplikasi Ojol di Indonesia yang Bangkrut</description><content:encoded>JAKARTA - Ojek online (ojol) kian menjamur disebabkan karena sangat diminati dan memberikan manfaat bagi pengendara dan penumpangnya.
Tidak hanya itu, dengan adanya aplikasi ojol dapat membuka lapangan kerja bagi Masyarakat yang membutuhkan penghasilan tambahan.
Namun, adanya moda transportasi online menciptakan persaingan di dunia transportasi online dan digital.
Dengan adanya persaingan inilah, memulai tumbangnya beberapa aplikasi ojol dikarenakan tidak mampu bersaing dalam lingkup tersebut.

BACA JUGA:
Apakah Ojol Bisa Dikenakan Pajak Penghasilan?

Berikut ini, beberapa aplikasi ojek online yang mengalami kebangkrutan di Indonesia yang dirangkum Okezone.
1. Bangjek
Jasa ojek online yang didirikan oleh Andri Harsil. Dengan memiliki tarif yang diterapkan hanya sebesar Rp4000 untuk kilometer pertama dengan tarif Rp3,4 per meter selanjutnya.
Selain menyediakan wifi gratis, pelanggan juga disediakan plastik pelindung rambut, kotak penyimpanan dan jas hujan. Sayangnya bisnisnya tidak bertahan lama serta gulung tikar pada 2019.

BACA JUGA:
6 Aplikasi Ojol di Indonesia yang Bangkrut

2. Ojekkoe
Salah satu aplikasi ojek online (ojol) yang sempat memiliki 500 orang mitra pengemudi sebelum menjadi tidak aktif lagi.
Padahal aplikasi ini menjadi ride hailing yang dirilis sebagai bagian dari tugas akhir pendirinya, Katon Muchtar, di mana layanan mereka hanya memungut biaya minim Rp 2.500 per hari untuk mengantar penumpang.3. Uber
Layanan transportasi yang mulai berdiri sejak 2009 dan memiliki pusat di San Francisco, Amerika Serikat.
Uber hadir untuk menghubungkan penumpang dan pengemudi taksi melalui aplikasi. Tujuannya membuat penumpang lebih mudah mengakses dan memberikan banyak pilihan kepada penumpang.
Uber sendiri berhasil hadir di ratusan kota pada 59 negara di dunia. Untuk di Indonesia, Uber telah hadir di Jakarta, Bandung dan Bali. Sayangnya, Uber harus tutup pada 2018.
Baca Selengkapnya: 6 Aplikasi Ojol di Indonesia yang Bangkrut</content:encoded></item></channel></rss>
