<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kata Menko Luhut soal Rencana Pertalite Dihapus</title><description>Pemerintah berencana menghapus BBM Pertalite.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/07/320/2878310/kata-menko-luhut-soal-rencana-pertalite-dihapus</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/09/07/320/2878310/kata-menko-luhut-soal-rencana-pertalite-dihapus"/><item><title>Kata Menko Luhut soal Rencana Pertalite Dihapus</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/07/320/2878310/kata-menko-luhut-soal-rencana-pertalite-dihapus</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/09/07/320/2878310/kata-menko-luhut-soal-rencana-pertalite-dihapus</guid><pubDate>Kamis 07 September 2023 04:14 WIB</pubDate><dc:creator>Azahra Kaulika Irawansyah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/06/320/2878310/kata-menko-luhut-soal-rencana-pertalite-dihapus-VBdyAbPNsp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pemerintah bakal menghapus pertalite (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/06/320/2878310/kata-menko-luhut-soal-rencana-pertalite-dihapus-VBdyAbPNsp.jpg</image><title>Pemerintah bakal menghapus pertalite (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8wMy8xLzE3MDA5Mi81L3g4bm90MXY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Pemerintah berencana menghapus BBM Pertalite. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan bahwa rencana tersebut akan segera dilakukan.
Alasan penghapusan BBM Pertalite ini adalah untuk mengatasi masalah polusi udara.

BACA JUGA:
Pertamina Cuma Jual 3 BBM Jenis Pertamax jika Pertalite Dihapus


&quot;Nanti kita lakukan semua itu. Sekarang lagi dihitung supaya ini kan masalah polusi juga. Jadi kita mau etanol berapa persen supaya oktannya (naik),&quot; katanya di Hotel Fairmont Jakarta, Rabu (6/9/2023).
Sebab, lanjut dia, polusi udara lebih banyak disumbangkan oleh sektor transportasi dibandingkan sektor lainnya.

BACA JUGA:
Perbedaan Pertalite dan Pertamax Green 92, Mana yang Lebih Baik Digunakan?


&quot;Karena sampai hari ini kita liat bahwa yang paling banyak berpengaruh terhadap udara ya dari transportasi, ya transportasi itu emisi karbon itu. Maka itu hasil pengetesan di lapangan sekarang 37% sepeda motor tidak lulus uji emisi,&quot; katanya.
Maka itu, Luhut menambahkan pemerintah akan melakukan perbaikan terlebih dahulu dari bahan bakar yang digunakan untuk sektor transportasi.
Kemudian pemerintah tengah mengkaji program Kemitraan Indonesia  Australia untuk Perekonomian (Prospera) dalam penanganan polusi udara.
&quot;Nah jadi sekarang kita mau perbaiki dulu bahan bakarnya. Itu semua  kita lakukan secara terukur sekarang ini kita prospera membuat studi  detail mengenai ini,&quot; katanya.
Adapun saat ini Pertamina tengah mengkaji untuk meningkatkan kadar  oktan BBM Subsidi RON 90 menjadi RON 92. Hal tersebut dilakukan dengan  mencampur Pertalite dengan Ethanol 7 persen sehingga menjadi Pertamax  Green 92.
Namun, kajian yang dinamakan Program Langit Biru Tahap 2 tersebut masih dilakukan secara internal dan belum diputuskan.
&amp;ldquo;Program tersebut merupakan hasil kajian internal Pertamina, belum  ada keputusan apapun dari pemerintah. Tentu ini akan kami usulkan dan  akan kami bahas lebih lanjut,&amp;rdquo; kata Direktur Utama Pertamina Nicke  Widyawati.
Nicke menambahkan, jika nanti usulan tersebut dapat dibahas dan  menjadi program pemerintah, harganya pun tentu akan diatur oleh  pemerintah. &amp;ldquo;Tidak mungkin Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) harganya  diserahkan ke pasar karena ada mekanisme subsidi dan kompensasi di  dalamnya,&amp;rdquo; terang Nicke.
Baca Juga: Pertalite Dihapus, Menko Luhut: Nanti Kita Lakukan</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8wMy8xLzE3MDA5Mi81L3g4bm90MXY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Pemerintah berencana menghapus BBM Pertalite. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan bahwa rencana tersebut akan segera dilakukan.
Alasan penghapusan BBM Pertalite ini adalah untuk mengatasi masalah polusi udara.

BACA JUGA:
Pertamina Cuma Jual 3 BBM Jenis Pertamax jika Pertalite Dihapus


&quot;Nanti kita lakukan semua itu. Sekarang lagi dihitung supaya ini kan masalah polusi juga. Jadi kita mau etanol berapa persen supaya oktannya (naik),&quot; katanya di Hotel Fairmont Jakarta, Rabu (6/9/2023).
Sebab, lanjut dia, polusi udara lebih banyak disumbangkan oleh sektor transportasi dibandingkan sektor lainnya.

BACA JUGA:
Perbedaan Pertalite dan Pertamax Green 92, Mana yang Lebih Baik Digunakan?


&quot;Karena sampai hari ini kita liat bahwa yang paling banyak berpengaruh terhadap udara ya dari transportasi, ya transportasi itu emisi karbon itu. Maka itu hasil pengetesan di lapangan sekarang 37% sepeda motor tidak lulus uji emisi,&quot; katanya.
Maka itu, Luhut menambahkan pemerintah akan melakukan perbaikan terlebih dahulu dari bahan bakar yang digunakan untuk sektor transportasi.
Kemudian pemerintah tengah mengkaji program Kemitraan Indonesia  Australia untuk Perekonomian (Prospera) dalam penanganan polusi udara.
&quot;Nah jadi sekarang kita mau perbaiki dulu bahan bakarnya. Itu semua  kita lakukan secara terukur sekarang ini kita prospera membuat studi  detail mengenai ini,&quot; katanya.
Adapun saat ini Pertamina tengah mengkaji untuk meningkatkan kadar  oktan BBM Subsidi RON 90 menjadi RON 92. Hal tersebut dilakukan dengan  mencampur Pertalite dengan Ethanol 7 persen sehingga menjadi Pertamax  Green 92.
Namun, kajian yang dinamakan Program Langit Biru Tahap 2 tersebut masih dilakukan secara internal dan belum diputuskan.
&amp;ldquo;Program tersebut merupakan hasil kajian internal Pertamina, belum  ada keputusan apapun dari pemerintah. Tentu ini akan kami usulkan dan  akan kami bahas lebih lanjut,&amp;rdquo; kata Direktur Utama Pertamina Nicke  Widyawati.
Nicke menambahkan, jika nanti usulan tersebut dapat dibahas dan  menjadi program pemerintah, harganya pun tentu akan diatur oleh  pemerintah. &amp;ldquo;Tidak mungkin Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) harganya  diserahkan ke pasar karena ada mekanisme subsidi dan kompensasi di  dalamnya,&amp;rdquo; terang Nicke.
Baca Juga: Pertalite Dihapus, Menko Luhut: Nanti Kita Lakukan</content:encoded></item></channel></rss>
