<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>IMF Sebut Ekonomi ASEAN Rugi Rp1.520 Triliun akibat Bencana Alam</title><description>IMF menyebut ekonomi ASEAN rugi USD100 miliar atau setara Rp1.520 triliun akibat bencana alam.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/07/320/2878740/imf-sebut-ekonomi-asean-rugi-rp1-520-triliun-akibat-bencana-alam</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/09/07/320/2878740/imf-sebut-ekonomi-asean-rugi-rp1-520-triliun-akibat-bencana-alam"/><item><title>IMF Sebut Ekonomi ASEAN Rugi Rp1.520 Triliun akibat Bencana Alam</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/07/320/2878740/imf-sebut-ekonomi-asean-rugi-rp1-520-triliun-akibat-bencana-alam</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/09/07/320/2878740/imf-sebut-ekonomi-asean-rugi-rp1-520-triliun-akibat-bencana-alam</guid><pubDate>Kamis 07 September 2023 13:04 WIB</pubDate><dc:creator>Heri Purnomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/07/320/2878740/imf-sebut-ekonomi-asean-rugi-rp1-520-triliun-akibat-bencana-alam-S1M4HIhW1A.jpg" expression="full" type="image/jpeg">IMF sebut ekonomi ASEAN rugi akibat bencana alam (Foto: reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/07/320/2878740/imf-sebut-ekonomi-asean-rugi-rp1-520-triliun-akibat-bencana-alam-S1M4HIhW1A.jpg</image><title>IMF sebut ekonomi ASEAN rugi akibat bencana alam (Foto: reuters)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8wNC80LzE3MDEzNS81L3g4bnBqc2g=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; IMF menyebut ekonomi ASEAN rugi USD100 miliar atau setara Rp1.520 triliun akibat bencana alam. Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva berbicara perubahan iklim yang tengah menghantui dunia. Dia mengatakan betapa parahnya perubahan iklim ini akan berdampak terhadap kawasan ASEAN.
Di mana suhu saat ini sudah meningkat dua kali lipat dari biasanya dan ini menyebabkan terjadinya bencana alam, adapun negara kawasan ASEAN yang paling terdampak bencana alam yakni Vietnam, Filipina, Myanmar, Taiwan. Indonesia juga termasuk ke dalam 10 negara indeks risiko iklim global.

BACA JUGA:
Bos IMF Puji Upaya Indonesia Cegah Perubahan Iklim 


Kristalina menyebutkan bahwa Indonesia terkena dampak parah dari bencana alam karena adanya kenaikan permukaan air laut,  adanya kebakaran hutan di Indonesia. Ini juga tentunya akan berdampak terhadap perekonomian.
&quot;Kami memperkirakan kerugian ekonomi akibat bencana di ASEAN rata-rata sekitar USD 100 miliar per tahun dan lebih signifikan lagi jika kita melihat ke masa depan,&quot; katanya dalam sambutan di acara Indonesia Sustainability Forum yang diselenggarakan di Park Hyatt Jakarta, Kamis (7/9/2023).

BACA JUGA:
Resep IMF agar Ekonomi ASEAN Kuat Hadapi Tantangan Global


Di satu sisi, Kristalina mengapresiasi langkah-langkah yang sudah mulai dilakukan oleh negara-negara di ASEAN dalam melakukan tindakan pencegahan perubahan iklim saat ini.
&quot;Semua negara ASEAN berkomitmen terhadap Perjanjian Paris, yang tujuannya harus menjamin netralitas karbon pada tahun 2050,&quot; katanya.
Kemudian dari Indonesia sendiri, Kristalina mengatakan bahwa apa yang  dilakukan Indonesia dalam menghadapi perubahan iklim sudah sangat maju.
&quot;Indonesia tahun lalu, melangkah lebih jauh dengan membuat komitmen  untuk memiliki sekitar 50% pembangkit listrik melalui energi terbarukan  pada tahun 2030,&quot; katanya.
Sebagai informasi, Indonesia Sustainability Forum (ISF) 2023  merupakan forum pertama di Indonesia yang berskala internasional dan  diselenggarakan oleh entitas pemerintah negara.
Acara ini diharapkan akan menjadi event tahunan yang bisa menjadikan  Indonesia sebagai negara superpower untuk agenda Indonesia  Sustainability Forum menyediakan sarana untuk mendiskusikan  terobosan-terobosan dalam mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan, serta  memetakan kolaborasi dan kemitraan keberlanjutan dalam mempercepat  transisi menuju ekonomi hijau.
Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi (Kemenko Marves) dan  Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menjadi penyelenggara  bersama ISF pada tahun ini.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8wNC80LzE3MDEzNS81L3g4bnBqc2g=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; IMF menyebut ekonomi ASEAN rugi USD100 miliar atau setara Rp1.520 triliun akibat bencana alam. Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva berbicara perubahan iklim yang tengah menghantui dunia. Dia mengatakan betapa parahnya perubahan iklim ini akan berdampak terhadap kawasan ASEAN.
Di mana suhu saat ini sudah meningkat dua kali lipat dari biasanya dan ini menyebabkan terjadinya bencana alam, adapun negara kawasan ASEAN yang paling terdampak bencana alam yakni Vietnam, Filipina, Myanmar, Taiwan. Indonesia juga termasuk ke dalam 10 negara indeks risiko iklim global.

BACA JUGA:
Bos IMF Puji Upaya Indonesia Cegah Perubahan Iklim 


Kristalina menyebutkan bahwa Indonesia terkena dampak parah dari bencana alam karena adanya kenaikan permukaan air laut,  adanya kebakaran hutan di Indonesia. Ini juga tentunya akan berdampak terhadap perekonomian.
&quot;Kami memperkirakan kerugian ekonomi akibat bencana di ASEAN rata-rata sekitar USD 100 miliar per tahun dan lebih signifikan lagi jika kita melihat ke masa depan,&quot; katanya dalam sambutan di acara Indonesia Sustainability Forum yang diselenggarakan di Park Hyatt Jakarta, Kamis (7/9/2023).

BACA JUGA:
Resep IMF agar Ekonomi ASEAN Kuat Hadapi Tantangan Global


Di satu sisi, Kristalina mengapresiasi langkah-langkah yang sudah mulai dilakukan oleh negara-negara di ASEAN dalam melakukan tindakan pencegahan perubahan iklim saat ini.
&quot;Semua negara ASEAN berkomitmen terhadap Perjanjian Paris, yang tujuannya harus menjamin netralitas karbon pada tahun 2050,&quot; katanya.
Kemudian dari Indonesia sendiri, Kristalina mengatakan bahwa apa yang  dilakukan Indonesia dalam menghadapi perubahan iklim sudah sangat maju.
&quot;Indonesia tahun lalu, melangkah lebih jauh dengan membuat komitmen  untuk memiliki sekitar 50% pembangkit listrik melalui energi terbarukan  pada tahun 2030,&quot; katanya.
Sebagai informasi, Indonesia Sustainability Forum (ISF) 2023  merupakan forum pertama di Indonesia yang berskala internasional dan  diselenggarakan oleh entitas pemerintah negara.
Acara ini diharapkan akan menjadi event tahunan yang bisa menjadikan  Indonesia sebagai negara superpower untuk agenda Indonesia  Sustainability Forum menyediakan sarana untuk mendiskusikan  terobosan-terobosan dalam mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan, serta  memetakan kolaborasi dan kemitraan keberlanjutan dalam mempercepat  transisi menuju ekonomi hijau.
Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi (Kemenko Marves) dan  Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menjadi penyelenggara  bersama ISF pada tahun ini.</content:encoded></item></channel></rss>
