<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>85 Juta Pekerjaan Hilang Imbas AI, Erick Thohir: Jangan Jadikan Itu Hal Menakutkan</title><description>Menteri BUMN Erick Thohir menyebut bahwa fenomena digitalisasi memang harus terjadi demi kemajuan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/07/320/2878910/85-juta-pekerjaan-hilang-imbas-ai-erick-thohir-jangan-jadikan-itu-hal-menakutkan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/09/07/320/2878910/85-juta-pekerjaan-hilang-imbas-ai-erick-thohir-jangan-jadikan-itu-hal-menakutkan"/><item><title>85 Juta Pekerjaan Hilang Imbas AI, Erick Thohir: Jangan Jadikan Itu Hal Menakutkan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/07/320/2878910/85-juta-pekerjaan-hilang-imbas-ai-erick-thohir-jangan-jadikan-itu-hal-menakutkan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/09/07/320/2878910/85-juta-pekerjaan-hilang-imbas-ai-erick-thohir-jangan-jadikan-itu-hal-menakutkan</guid><pubDate>Kamis 07 September 2023 16:16 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/07/320/2878910/85-juta-pekerjaan-hilang-imbas-ai-erick-thohir-jangan-jadikan-itu-hal-menakutkan-KAJ7d1J81i.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Menteri BUMN Erick Thohir minta masyarakat tak khawatir soal 85 juta pekerjaan diprediksi hilang. (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/07/320/2878910/85-juta-pekerjaan-hilang-imbas-ai-erick-thohir-jangan-jadikan-itu-hal-menakutkan-KAJ7d1J81i.JPG</image><title>Menteri BUMN Erick Thohir minta masyarakat tak khawatir soal 85 juta pekerjaan diprediksi hilang. (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8yNy83LzE2OTc5Ny81L3g4bmlsZzc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir menyebut bahwa fenomena digitalisasi memang harus terjadi demi kemajuan.

&quot;Suka tidak suka, digitalisasi harus terjadi,&quot; kata Erick kepada awak media saat mengunjungi ASEAN 2023 Media Center di Jakarta Convention Center (JCC), Kamis (7/9/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Tak Mau BUMN Jadi Menara Gading, Erick Thohir: Kami Tidak Mau Menguasai

Hanya saja, terjadinya digitalisasi bukan berarti tanpa antisipasi.
Memang, seperti data-data yang dibeberkan dari ekonomi dunia, sebanyak 85 juta tenaga kerja hilang karena digitalisasi.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Di Hadapan Petinggi ASEAN, Wamen BUMN Bahas soal Transformasi Perbankan Digital

Sementara itu, hanya 67 juta saja yang tumbuh.

&quot;Ini ada minus. Artinya apa? Jangan sampai di Indonesia, digitalisasi ini menjadi sesuatu yang menakutkan,&quot; tambah Erick.

Dia kembali menegaskan bahwa digitalisasi ini harus terjadi, maka dari itu Indonesia harus memiliki antisipasi dan terus membangun.

&quot;Apalagi kalau berbicara transparansi, terlebih karena Indonesia juga adalah negara demokrasi,&quot; ucap Erick.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Soal Dugaan Dirut Taspen Gelapkan Dana Rp300 Triliun, Erick Thohir: Kalau Korupsi Saya Copot&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Dalam Blueprint BUMN 2024-2034, Erick menyebut bahwa Indonesia menjadi salah satu yang diakses terutama mengenai e-government, khususnya dalam hal konsolidasi data.



&quot;Salah satunya yang diawali pencatatan sipil (capil nanti), kesehatan dan pendidikan menjadi sebuah data (terpadu). Sehingga kalau ada program pemerintah dan bansos tidak salah sasaran,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8yNy83LzE2OTc5Ny81L3g4bmlsZzc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir menyebut bahwa fenomena digitalisasi memang harus terjadi demi kemajuan.

&quot;Suka tidak suka, digitalisasi harus terjadi,&quot; kata Erick kepada awak media saat mengunjungi ASEAN 2023 Media Center di Jakarta Convention Center (JCC), Kamis (7/9/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Tak Mau BUMN Jadi Menara Gading, Erick Thohir: Kami Tidak Mau Menguasai

Hanya saja, terjadinya digitalisasi bukan berarti tanpa antisipasi.
Memang, seperti data-data yang dibeberkan dari ekonomi dunia, sebanyak 85 juta tenaga kerja hilang karena digitalisasi.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Di Hadapan Petinggi ASEAN, Wamen BUMN Bahas soal Transformasi Perbankan Digital

Sementara itu, hanya 67 juta saja yang tumbuh.

&quot;Ini ada minus. Artinya apa? Jangan sampai di Indonesia, digitalisasi ini menjadi sesuatu yang menakutkan,&quot; tambah Erick.

Dia kembali menegaskan bahwa digitalisasi ini harus terjadi, maka dari itu Indonesia harus memiliki antisipasi dan terus membangun.

&quot;Apalagi kalau berbicara transparansi, terlebih karena Indonesia juga adalah negara demokrasi,&quot; ucap Erick.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Soal Dugaan Dirut Taspen Gelapkan Dana Rp300 Triliun, Erick Thohir: Kalau Korupsi Saya Copot&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Dalam Blueprint BUMN 2024-2034, Erick menyebut bahwa Indonesia menjadi salah satu yang diakses terutama mengenai e-government, khususnya dalam hal konsolidasi data.



&quot;Salah satunya yang diawali pencatatan sipil (capil nanti), kesehatan dan pendidikan menjadi sebuah data (terpadu). Sehingga kalau ada program pemerintah dan bansos tidak salah sasaran,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
