<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Forum ISF Beri Nilai Tambah bagi Indonesia</title><description>Indonesian Sustainability Forum (ISF) bisa memberikan nilai tambah bagi Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/07/320/2878972/forum-isf-beri-nilai-tambah-bagi-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/09/07/320/2878972/forum-isf-beri-nilai-tambah-bagi-indonesia"/><item><title>Forum ISF Beri Nilai Tambah bagi Indonesia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/07/320/2878972/forum-isf-beri-nilai-tambah-bagi-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/09/07/320/2878972/forum-isf-beri-nilai-tambah-bagi-indonesia</guid><pubDate>Kamis 07 September 2023 17:18 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/07/320/2878972/forum-isf-beri-nilai-tambah-bagi-indonesia-QaVEaWyw1x.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ISF berikan nilai tambah bagi Indonesia (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/07/320/2878972/forum-isf-beri-nilai-tambah-bagi-indonesia-QaVEaWyw1x.jpg</image><title>ISF berikan nilai tambah bagi Indonesia (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8wNS80LzE3MDE1OC81L3g4bnFrOHo=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Indonesian Sustainability Forum (ISF) bisa memberikan nilai tambah bagi Indonesia. Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Rachmat Kaimuddin menilai, topik utama yang dipilih dalam gelaran ISF merupakan topik yang relevan dengan isu saat ini. Misalnya perubahan iklim dan energi baru terbarukan (EBT).
&quot;Apa yang kami pilih dalam forum ini adalah topik-topik yang kami yakini dapat memberikan banyak nilai tambah bagi Indonesia,&quot; ujar Rachmat saat konferensi pers, Indonesia Sustainability Forum 2023 di Park Hyatt, Jakarta Pusat, Kamis (7/9/2023).

BACA JUGA:
Menko Luhut Ungkap Hilirisasi Nikel Jadi Berkah Ekonomi RI, Bisa Raup Rp521 Triliun


Perihal perubahan iklim dan energi baru terbarukan dari sudut pandang negara berkembang, lanjut dia, persoalan mengurangi gas rumah kaca, melestarikan keanekaragaman hayati, hingga ekonomi hijau menjadi isu yang perlu dijawab.
&quot;Dan tentu saja, kita juga perlu mendiskusikan tentang tantangan finansial, teknologi dan sumber daya manusia. Jadi kami berharap forum ini akan sangat berguna bagi masyarakat,&quot; katanya.

BACA JUGA:
Luhut: Indonesia Telah Pelopori Proyek dan Komitmen Dekarbonisasi


Adapun ISF menghadirkan sejumlah pemimpin dunia, termasuk Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) dan Perdana Menteri Papua Nugini James Marape. Mereka bersama para pebisnis berkumpul untuk mendiskusikan isu pertumbuhan ekonomi dan perubahan iklim kawasan Asia Pasifik.
Forum ini dihadiri juga oleh pemimpin organisasi multilateral dunia  seperti Managing Director IMF, Kristalina Georgieva. Presiden Bank  Dunia, Ajay Banga. ISF diselenggarakan pemerintah melalui Kementerian  Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) dan Kamar  Dagang dan Industri Indonesia (Kadin). Lebih dari 700 peserta hadir  dalam forum tersebut.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar  Pandjaitan mengatakan, setiap negara itu unik dan mempunyai titik awal  yang berbeda, kapasitas dan kapabilitas yang berbeda dengan batasan  tersendiri untuk melakukan dekarbonisasi. Namun, krisis iklim adalah  masalah semua.
&quot;Kegagalan satu negara merupakan kegagalan seluruh dunia, oleh karena  itu kita semua memerlukan kolaborasi dan inilah yang menjadi landasan  untuk mengadakan Indonesia Sustainability Forum,&amp;rdquo; ujar Luhut.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8wNS80LzE3MDE1OC81L3g4bnFrOHo=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Indonesian Sustainability Forum (ISF) bisa memberikan nilai tambah bagi Indonesia. Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Rachmat Kaimuddin menilai, topik utama yang dipilih dalam gelaran ISF merupakan topik yang relevan dengan isu saat ini. Misalnya perubahan iklim dan energi baru terbarukan (EBT).
&quot;Apa yang kami pilih dalam forum ini adalah topik-topik yang kami yakini dapat memberikan banyak nilai tambah bagi Indonesia,&quot; ujar Rachmat saat konferensi pers, Indonesia Sustainability Forum 2023 di Park Hyatt, Jakarta Pusat, Kamis (7/9/2023).

BACA JUGA:
Menko Luhut Ungkap Hilirisasi Nikel Jadi Berkah Ekonomi RI, Bisa Raup Rp521 Triliun


Perihal perubahan iklim dan energi baru terbarukan dari sudut pandang negara berkembang, lanjut dia, persoalan mengurangi gas rumah kaca, melestarikan keanekaragaman hayati, hingga ekonomi hijau menjadi isu yang perlu dijawab.
&quot;Dan tentu saja, kita juga perlu mendiskusikan tentang tantangan finansial, teknologi dan sumber daya manusia. Jadi kami berharap forum ini akan sangat berguna bagi masyarakat,&quot; katanya.

BACA JUGA:
Luhut: Indonesia Telah Pelopori Proyek dan Komitmen Dekarbonisasi


Adapun ISF menghadirkan sejumlah pemimpin dunia, termasuk Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) dan Perdana Menteri Papua Nugini James Marape. Mereka bersama para pebisnis berkumpul untuk mendiskusikan isu pertumbuhan ekonomi dan perubahan iklim kawasan Asia Pasifik.
Forum ini dihadiri juga oleh pemimpin organisasi multilateral dunia  seperti Managing Director IMF, Kristalina Georgieva. Presiden Bank  Dunia, Ajay Banga. ISF diselenggarakan pemerintah melalui Kementerian  Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) dan Kamar  Dagang dan Industri Indonesia (Kadin). Lebih dari 700 peserta hadir  dalam forum tersebut.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar  Pandjaitan mengatakan, setiap negara itu unik dan mempunyai titik awal  yang berbeda, kapasitas dan kapabilitas yang berbeda dengan batasan  tersendiri untuk melakukan dekarbonisasi. Namun, krisis iklim adalah  masalah semua.
&quot;Kegagalan satu negara merupakan kegagalan seluruh dunia, oleh karena  itu kita semua memerlukan kolaborasi dan inilah yang menjadi landasan  untuk mengadakan Indonesia Sustainability Forum,&amp;rdquo; ujar Luhut.</content:encoded></item></channel></rss>
