<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dirut Garuda Indonesia soal Pemimpin Harus Bebal</title><description>Pemimpin perusahaan yang dibutuhkan tidak hanya pintar, tapi harus bebal terhadap kondisi yang dialami</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/07/455/2878712/dirut-garuda-indonesia-soal-pemimpin-harus-bebal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/09/07/455/2878712/dirut-garuda-indonesia-soal-pemimpin-harus-bebal"/><item><title>Dirut Garuda Indonesia soal Pemimpin Harus Bebal</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/07/455/2878712/dirut-garuda-indonesia-soal-pemimpin-harus-bebal</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/09/07/455/2878712/dirut-garuda-indonesia-soal-pemimpin-harus-bebal</guid><pubDate>Kamis 07 September 2023 12:33 WIB</pubDate><dc:creator>Azahra Kaulika Irawansyah</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>


JAKARTA - Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra meyakini bahwa menjadi pemimpin perusahaan yang dibutuhkan tidak hanya pintar, tapi harus bebal terhadap kondisi yang dialami. Hal ini supaya pemimpin bisa siap dengan segala yang terjadi dan tantangan bisa dihadapi.
Irfan menceritakan, Garuda Indonesia merupakan perusahaan kelima yang dipimpinnya dalam 20 tahun berkarier. Dia mengatakan bahwa setiap perusahaan yang pernah dipimpin memiliki tantangan masing-masing.

BACA JUGA:
Garuda Indonesia Selamat dari Kebangkrutan, Dirut: Cobaan Diberikan pada Orang yang Bisa

&amp;ldquo;Di beberapa perusahaan yang saya pimpin itu, memang problem semua gitu yang saya masuk. Tapi magnitudenya emang enggak sebesar ini,&amp;rdquo; katanya dalam Chief Talk Okezone, Kamis (7/9/2023).
Sebagai pemimpin, lanjut Irfan, seorang tidak boleh menyerah. Pasalnya setiap cobaan yang diberikan pasti memiliki jalan ke luar untuk permasalahannya.

BACA JUGA:
Bos Garuda Indonesia: Konser Coldplay hingga MotoGP Bisa Datangkan Cuan

&amp;ldquo;Tuhan punya alasan sendiri gitu kan, mungkin yang dicari bukan yang pintar, yang dicari yang bebal,&amp;rdquo; katanya.Selain itu, seorang pemimpin harus transparan dalam kondisi apapun kepada semua pekerjannya. Hal ini penting supaya para pekerja tahun permasalahan yang dihadapi perusahaannya.
&quot;Saya dan teman-teman direksi. Kita transparan aja,&quot; ujarnya.</description><content:encoded>


JAKARTA - Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra meyakini bahwa menjadi pemimpin perusahaan yang dibutuhkan tidak hanya pintar, tapi harus bebal terhadap kondisi yang dialami. Hal ini supaya pemimpin bisa siap dengan segala yang terjadi dan tantangan bisa dihadapi.
Irfan menceritakan, Garuda Indonesia merupakan perusahaan kelima yang dipimpinnya dalam 20 tahun berkarier. Dia mengatakan bahwa setiap perusahaan yang pernah dipimpin memiliki tantangan masing-masing.

BACA JUGA:
Garuda Indonesia Selamat dari Kebangkrutan, Dirut: Cobaan Diberikan pada Orang yang Bisa

&amp;ldquo;Di beberapa perusahaan yang saya pimpin itu, memang problem semua gitu yang saya masuk. Tapi magnitudenya emang enggak sebesar ini,&amp;rdquo; katanya dalam Chief Talk Okezone, Kamis (7/9/2023).
Sebagai pemimpin, lanjut Irfan, seorang tidak boleh menyerah. Pasalnya setiap cobaan yang diberikan pasti memiliki jalan ke luar untuk permasalahannya.

BACA JUGA:
Bos Garuda Indonesia: Konser Coldplay hingga MotoGP Bisa Datangkan Cuan

&amp;ldquo;Tuhan punya alasan sendiri gitu kan, mungkin yang dicari bukan yang pintar, yang dicari yang bebal,&amp;rdquo; katanya.Selain itu, seorang pemimpin harus transparan dalam kondisi apapun kepada semua pekerjannya. Hal ini penting supaya para pekerja tahun permasalahan yang dihadapi perusahaannya.
&quot;Saya dan teman-teman direksi. Kita transparan aja,&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
