<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pelaku UMKM Wajib Kelola Keuangan, Ini Keuntungannya</title><description>Pelaku UMKM wajib bisa mengelola keuangan agar bisa bertahan di tengah ketidakpastian ekonomi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/07/455/2878875/pelaku-umkm-wajib-kelola-keuangan-ini-keuntungannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/09/07/455/2878875/pelaku-umkm-wajib-kelola-keuangan-ini-keuntungannya"/><item><title>Pelaku UMKM Wajib Kelola Keuangan, Ini Keuntungannya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/07/455/2878875/pelaku-umkm-wajib-kelola-keuangan-ini-keuntungannya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/09/07/455/2878875/pelaku-umkm-wajib-kelola-keuangan-ini-keuntungannya</guid><pubDate>Kamis 07 September 2023 15:38 WIB</pubDate><dc:creator>Andri Bagus Syaeful </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/07/455/2878875/pelaku-umkm-wajib-kelola-keuangan-ini-keuntungannya-iGJVPElACu.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Pelaku UMKM harus bisa mengelola keuangan (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/07/455/2878875/pelaku-umkm-wajib-kelola-keuangan-ini-keuntungannya-iGJVPElACu.jpeg</image><title>Pelaku UMKM harus bisa mengelola keuangan (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8wNS80LzE3MDE1OC81L3g4bnFrOHo=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
BOGOR &amp;ndash; Pelaku UMKM wajib bisa mengelola keuangan agar bisa bertahan di tengah ketidakpastian ekonomi. Pasalnya, situasi perekonomian dunia masih diselimuti isu-isu resesi yang mengakibatkan disebut era penuh ketidakpastian.
Pelaku UMKM kue kering binaan BRI Nandang Sutendi mengakui, mempertahankan usaha di tengah era saat ini memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Diperlukan pengetahuan mengelola keuangan agar pengeluaran dan pemasukan tercatat dengan baik.

BACA JUGA:
Upaya BRI Berdayakan UMKM dalam Perkembangan Ekonomi ASEAN


Nandang sendiri sudah membangun usahanya sejak 2004 dan kini masih mampu bertahan. Hal itu berkat strategi keuangan yang jitu. Nandang mengatakan para pelaku UMKM pemula harus teliti dalam mengelola keuangan dengan kondisi saat ini. Caranya bisa dilakukan dengan menekan segi pengeluaran.
&quot;Lebih hati-hati dalam penggunaan uang. Wajib lebih disiplin. Kalau ceroboh, bisa hancur (usahanya),&quot; kata Nandang kepada Okezone.com, Jumat (7/9/2023).

BACA JUGA:
Lindungi UMKM, Social Commerce Wajib Ditata


Dia memberikan contoh sederhana mengelola keuangan yang bisa dipahami. Saat pelaku UMKM mendapatkan keuntungan dari usahanya segera disisihkan.
50% pemasukan untuk tambahan modal kembali, 20% disisihkan untuk ditabung, dan 10% sebagai dana darurat. Sementara itu, 20% keuntungan yang bisa dinikmati.
&quot;Intinya, maksimal pengeluaran untuk tambahan modal 50%,&quot; ucapnya.
Menurutnya, menjadi pelaku UMKM saat ini memang sangat sulit karena  persaingan yang ketat. Hal itu membuat para pelaku UMKM harus bisa  meyakinkan konsumen agar menjadi langganan tetap.
&quot;Persaingan cukup ketat karena masyarakat yang terkena PHK imbas covid-19 banyak yang memilih terjun menjadi UMKM,&quot; ucapnya.
Ditambah lagi daya beli masyarakat pun terus menurun. Pasalnya,  pandemi covid-19 sudah usai yang sempat mengganggu perekonomian banyak  orang.
&quot;Daya beli masyarakat sangat kurang. Sebab, mereka masih merasakan kesulitan ekonomi. Itu berpengaruh,&quot; ujarnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8wNS80LzE3MDE1OC81L3g4bnFrOHo=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
BOGOR &amp;ndash; Pelaku UMKM wajib bisa mengelola keuangan agar bisa bertahan di tengah ketidakpastian ekonomi. Pasalnya, situasi perekonomian dunia masih diselimuti isu-isu resesi yang mengakibatkan disebut era penuh ketidakpastian.
Pelaku UMKM kue kering binaan BRI Nandang Sutendi mengakui, mempertahankan usaha di tengah era saat ini memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Diperlukan pengetahuan mengelola keuangan agar pengeluaran dan pemasukan tercatat dengan baik.

BACA JUGA:
Upaya BRI Berdayakan UMKM dalam Perkembangan Ekonomi ASEAN


Nandang sendiri sudah membangun usahanya sejak 2004 dan kini masih mampu bertahan. Hal itu berkat strategi keuangan yang jitu. Nandang mengatakan para pelaku UMKM pemula harus teliti dalam mengelola keuangan dengan kondisi saat ini. Caranya bisa dilakukan dengan menekan segi pengeluaran.
&quot;Lebih hati-hati dalam penggunaan uang. Wajib lebih disiplin. Kalau ceroboh, bisa hancur (usahanya),&quot; kata Nandang kepada Okezone.com, Jumat (7/9/2023).

BACA JUGA:
Lindungi UMKM, Social Commerce Wajib Ditata


Dia memberikan contoh sederhana mengelola keuangan yang bisa dipahami. Saat pelaku UMKM mendapatkan keuntungan dari usahanya segera disisihkan.
50% pemasukan untuk tambahan modal kembali, 20% disisihkan untuk ditabung, dan 10% sebagai dana darurat. Sementara itu, 20% keuntungan yang bisa dinikmati.
&quot;Intinya, maksimal pengeluaran untuk tambahan modal 50%,&quot; ucapnya.
Menurutnya, menjadi pelaku UMKM saat ini memang sangat sulit karena  persaingan yang ketat. Hal itu membuat para pelaku UMKM harus bisa  meyakinkan konsumen agar menjadi langganan tetap.
&quot;Persaingan cukup ketat karena masyarakat yang terkena PHK imbas covid-19 banyak yang memilih terjun menjadi UMKM,&quot; ucapnya.
Ditambah lagi daya beli masyarakat pun terus menurun. Pasalnya,  pandemi covid-19 sudah usai yang sempat mengganggu perekonomian banyak  orang.
&quot;Daya beli masyarakat sangat kurang. Sebab, mereka masih merasakan kesulitan ekonomi. Itu berpengaruh,&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
