<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menakar Kesiapan Industri RI Mengadopsi Kecerdasan Buatan</title><description>Industri di Indonesia sudah gencar melakukan transformasi digital.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/07/455/2878919/menakar-kesiapan-industri-ri-mengadopsi-kecerdasan-buatan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/09/07/455/2878919/menakar-kesiapan-industri-ri-mengadopsi-kecerdasan-buatan"/><item><title>Menakar Kesiapan Industri RI Mengadopsi Kecerdasan Buatan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/07/455/2878919/menakar-kesiapan-industri-ri-mengadopsi-kecerdasan-buatan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/09/07/455/2878919/menakar-kesiapan-industri-ri-mengadopsi-kecerdasan-buatan</guid><pubDate>Kamis 07 September 2023 16:21 WIB</pubDate><dc:creator>Nasya Emmanuela Lilipaly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/07/455/2878919/menakar-kesiapan-industri-ri-mengadopsi-kecerdasan-buatan-q3hghMM4vD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menakar kesiapan industri mengadopsi AI (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/07/455/2878919/menakar-kesiapan-industri-ri-mengadopsi-kecerdasan-buatan-q3hghMM4vD.jpg</image><title>Menakar kesiapan industri mengadopsi AI (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8wNy85LzE2Nzg3MS81L3g4bWM2dHE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Industri di Indonesia sudah gencar melakukan transformasi digital. Dengan pondasi tersebut, artinya perusahaan siap mengadopsi kecerdasan buatan alias Artificial Intelligence (AI).
Berdasarkan riset yang dibuat Mekari, ada tiga level kesiapan perusahaan di Indonesia untuk mengadopsi teknologi kecerdasan buatan. Hasil riset &amp;lsquo;Artificial Intelligence (AI) Adoption Readiness of Businesses in Indonesia&amp;rsquo; mengungkap bahwa kesiapan perusahaan untuk mengadopsi teknologi AI dapat diukur dari tiga level implementasi teknologi saat ini.

BACA JUGA:
85 Juta Pekerjaan Hilang Imbas AI, Erick Thohir: Jangan Jadikan Itu Hal Menakutkan


&amp;ldquo;Teknologi AI akan merevolusi cara perusahaan beroperasi dengan menghadirkan sederet manfaat, mulai dari otomatisasi hingga peningkatan produktivitas. Perusahaan segala ukuran, mulai dari UMKM hingga yang besar, harus mempersiapkan diri, baik dari segi infrastruktur dan sumber daya manusia (SDM), untuk memanfaatkan AI bagi kemajuan bisnis di tengah revolusi industri 4.0,&amp;rdquo; kata CEO Mekari Suwandi Soh, Jumat (7/9/2023).
Riset Mekari menemukan di level pertama, perusahaan telah memanfaatkan setidaknya satu macam solusi digital untuk meningkatkan produktivitas di salah satu proses atau kegiatan bisnis utama.

BACA JUGA:
Tak Mau BUMN Jadi Menara Gading, Erick Thohir: Kami Tidak Mau Menguasai


Sebanyak 95% bisnis menengah dan besar di Jabodetabek, Bandung, dan Surabaya berada di level ini. Di level kedua, perusahaan telah tidak saja menggunakan, namun juga mengintegrasikan, beragam solusi digital di beberapa proses atau kegiatan operasional untuk mendorong efisiensi bisnis secara keseluruhan.
Dari semua perusahaan yang sudah menggunakan setidaknya satu solusi digital di level pertama, sebanyak 35% berhasil memperdalam penggunaan teknologi dan naik ke level yang lebih tinggi ini. Di level ketiga atau teratas, perusahaan telah membentuk ekosistem teknologi dengan menggabungkan dua faktor penting, yaitu infrastruktur teknologi dan budaya perusahaan, sehingga mampu mengoptimalkan pemanfaatan teknologi bagi pertumbuhan bisnis.
Dari semua perusahaan yang sudah mengimplementasi dan  mengintegrasikan berbagai solusi digital di level kedua, sebanyak 62%  mampu bergerak maju ke level teratas ini. Suwandi menambahkan bahwa  perusahaan dengan ekosistem teknologi menikmati pertumbuhan laba 1,4  kali lebih tinggi dibanding bisnis yang sekedar mengintegrasikan solusi  miliknya.
&amp;ldquo;Perusahaan-perusahaan di level ketiga mempunyai potensi terbesar  untuk mengadopsi AI yang akan berjalan di atas ekosistem teknologi  mereka. Selain itu, mereka bisa menjadi inspirasi bagi perusahaan lain  untuk turut meningkatkan penggunaan teknologi, khususnya AI, agar  mencapai pertumbuhan bisnis yang tinggi. Implementasi AI akan menjadi  tonggak pencapaian bagi perusahaan karena teknologi tersebut akan  memungkinkan mereka untuk merancang dan menerapkan inovasi di semua  aktivitas atau proses bisnis, mulai dari pengaturan sumber daya manusia  (SDM) hingga layanan konsumen,&amp;rdquo; katanya.
Ia melanjutkan bahwa perusahaan yang tertarik untuk mengadopsi AI  harus terlebih dahulu meninjau area-area bisnis mana saja yang menjadi  prioritas bagi penggunaan AI untuk pertama kalinya, kemudian menyiapkan  sumber daya, baik teknologi maupun SDM, yang dibutuhkan untuk  mengoperasikan teknologi berbasis AI.
&amp;ldquo;Terakhir, bisnis yang ingin mengimplementasikan AI dengan lancar  bisa bermitra dengan penyedia teknologi yang memiliki keahlian dan  pengalaman dalam membantu bisnis melakukan transformasi digital bagi  keberlanjutan bisnis,&amp;rdquo; tutupnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8wNy85LzE2Nzg3MS81L3g4bWM2dHE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Industri di Indonesia sudah gencar melakukan transformasi digital. Dengan pondasi tersebut, artinya perusahaan siap mengadopsi kecerdasan buatan alias Artificial Intelligence (AI).
Berdasarkan riset yang dibuat Mekari, ada tiga level kesiapan perusahaan di Indonesia untuk mengadopsi teknologi kecerdasan buatan. Hasil riset &amp;lsquo;Artificial Intelligence (AI) Adoption Readiness of Businesses in Indonesia&amp;rsquo; mengungkap bahwa kesiapan perusahaan untuk mengadopsi teknologi AI dapat diukur dari tiga level implementasi teknologi saat ini.

BACA JUGA:
85 Juta Pekerjaan Hilang Imbas AI, Erick Thohir: Jangan Jadikan Itu Hal Menakutkan


&amp;ldquo;Teknologi AI akan merevolusi cara perusahaan beroperasi dengan menghadirkan sederet manfaat, mulai dari otomatisasi hingga peningkatan produktivitas. Perusahaan segala ukuran, mulai dari UMKM hingga yang besar, harus mempersiapkan diri, baik dari segi infrastruktur dan sumber daya manusia (SDM), untuk memanfaatkan AI bagi kemajuan bisnis di tengah revolusi industri 4.0,&amp;rdquo; kata CEO Mekari Suwandi Soh, Jumat (7/9/2023).
Riset Mekari menemukan di level pertama, perusahaan telah memanfaatkan setidaknya satu macam solusi digital untuk meningkatkan produktivitas di salah satu proses atau kegiatan bisnis utama.

BACA JUGA:
Tak Mau BUMN Jadi Menara Gading, Erick Thohir: Kami Tidak Mau Menguasai


Sebanyak 95% bisnis menengah dan besar di Jabodetabek, Bandung, dan Surabaya berada di level ini. Di level kedua, perusahaan telah tidak saja menggunakan, namun juga mengintegrasikan, beragam solusi digital di beberapa proses atau kegiatan operasional untuk mendorong efisiensi bisnis secara keseluruhan.
Dari semua perusahaan yang sudah menggunakan setidaknya satu solusi digital di level pertama, sebanyak 35% berhasil memperdalam penggunaan teknologi dan naik ke level yang lebih tinggi ini. Di level ketiga atau teratas, perusahaan telah membentuk ekosistem teknologi dengan menggabungkan dua faktor penting, yaitu infrastruktur teknologi dan budaya perusahaan, sehingga mampu mengoptimalkan pemanfaatan teknologi bagi pertumbuhan bisnis.
Dari semua perusahaan yang sudah mengimplementasi dan  mengintegrasikan berbagai solusi digital di level kedua, sebanyak 62%  mampu bergerak maju ke level teratas ini. Suwandi menambahkan bahwa  perusahaan dengan ekosistem teknologi menikmati pertumbuhan laba 1,4  kali lebih tinggi dibanding bisnis yang sekedar mengintegrasikan solusi  miliknya.
&amp;ldquo;Perusahaan-perusahaan di level ketiga mempunyai potensi terbesar  untuk mengadopsi AI yang akan berjalan di atas ekosistem teknologi  mereka. Selain itu, mereka bisa menjadi inspirasi bagi perusahaan lain  untuk turut meningkatkan penggunaan teknologi, khususnya AI, agar  mencapai pertumbuhan bisnis yang tinggi. Implementasi AI akan menjadi  tonggak pencapaian bagi perusahaan karena teknologi tersebut akan  memungkinkan mereka untuk merancang dan menerapkan inovasi di semua  aktivitas atau proses bisnis, mulai dari pengaturan sumber daya manusia  (SDM) hingga layanan konsumen,&amp;rdquo; katanya.
Ia melanjutkan bahwa perusahaan yang tertarik untuk mengadopsi AI  harus terlebih dahulu meninjau area-area bisnis mana saja yang menjadi  prioritas bagi penggunaan AI untuk pertama kalinya, kemudian menyiapkan  sumber daya, baik teknologi maupun SDM, yang dibutuhkan untuk  mengoperasikan teknologi berbasis AI.
&amp;ldquo;Terakhir, bisnis yang ingin mengimplementasikan AI dengan lancar  bisa bermitra dengan penyedia teknologi yang memiliki keahlian dan  pengalaman dalam membantu bisnis melakukan transformasi digital bagi  keberlanjutan bisnis,&amp;rdquo; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
