<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bertemu Presiden Yoon, Jokowi Ingin Investasi LG Rp150 Triliun Mulai Dibangun di Batam      </title><description>Presiden Joko Widodo (Jokowi) membahas sejumlah isu dengan Presiden Republik Korea Yoon Suk Yeol</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/08/320/2879563/bertemu-presiden-yoon-jokowi-ingin-investasi-lg-rp150-triliun-mulai-dibangun-di-batam</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/09/08/320/2879563/bertemu-presiden-yoon-jokowi-ingin-investasi-lg-rp150-triliun-mulai-dibangun-di-batam"/><item><title>Bertemu Presiden Yoon, Jokowi Ingin Investasi LG Rp150 Triliun Mulai Dibangun di Batam      </title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/08/320/2879563/bertemu-presiden-yoon-jokowi-ingin-investasi-lg-rp150-triliun-mulai-dibangun-di-batam</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/09/08/320/2879563/bertemu-presiden-yoon-jokowi-ingin-investasi-lg-rp150-triliun-mulai-dibangun-di-batam</guid><pubDate>Jum'at 08 September 2023 15:26 WIB</pubDate><dc:creator>Raka Dwi Novianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/08/320/2879563/bertemu-presiden-yoon-jokowi-ingin-investasi-lg-rp150-triliun-mulai-dibangun-di-batam-p62B6rcEMr.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pertemuan Presiden Jokowi dengan Presiden Korsel Yoon Suk-yeol. (Foto: Okezone.com/Setpres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/08/320/2879563/bertemu-presiden-yoon-jokowi-ingin-investasi-lg-rp150-triliun-mulai-dibangun-di-batam-p62B6rcEMr.jpg</image><title>Pertemuan Presiden Jokowi dengan Presiden Korsel Yoon Suk-yeol. (Foto: Okezone.com/Setpres)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) membahas sejumlah isu dengan Presiden Republik Korea Yoon Suk Yeol. Hal ini dilakukan dalam pertemuan bilateral di Istana Merdeka, Jakarta, hari ini.
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengungkapkan, optimisme Presiden Jokowi pada peningkatan kerjasama investasi antara Indonesia dan Republik Korea dalam pengembangan ekosistem industri kendaraan listrik.

BACA JUGA:
RI-Korea Selatan Kerjasama Kembangkan Kendaraan Listrik

&amp;ldquo;Bapak Presiden juga menyambut baik komitmen LG dengan mitra-mitranya di Indonesia untuk mempercepat realisasi grand package investasi senilai USD9,8 miliar (setara Rp150,3 triliun) dan untuk konstruksi pabrik katoda di Batam. Bapak Presiden mengharapkan agar semuanya dapat dimulai tahun ini yang melibatkan BUMN Indonesia dan pengusaha daerah,&amp;rdquo; ucap Menlu Retno, Jumat (8/9/2023).
Selain itu, Presiden Jokowi juga mendorong peningkatan kerjasama di bidang pertanian dan ekonomi hijau. Presiden berharap agar produksi pertanian Indonesia dapat memiliki akses yang lebih besar di pasar Korea.
&amp;ldquo;Bapak Presiden juga mengharapkan peningkatan kapasitas dan teknologi agar produk pertanian dapat memenuhi standar di Korea Selatan,&amp;rdquo; katanya.

BACA JUGA:
Presiden Jokowi Terima Kunjungan PM China Li Qiang di Istana

Tidak hanya itu, menurut Retno, Presiden juga berharap agar kerja sama antara Indonesia dan Republik Korea di bidang pengembangan infrastruktur transportasi dan kesehatan dapat segera terlaksana. Kepala Negara pun turut mengapresiasi dukungan Republik Korea dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai kota pintar atau smart city.
&amp;ldquo;Bapak Presiden juga mengapresiasi dukungan pemerintah Korea Selatan untuk pembangun IKN sebagai smart city dan mengharapkan dukungan Korea Selatan untuk sektor SDM (sumber daya manusia) dan digitalisasi birokrasi khususnya untuk mempercepat transformasi birokrasi,&amp;rdquo; kata Retno.Isu terakhir yang dibahas oleh Presiden Jokowi dan Presiden Yoon yaitu mengenai pekerja migran Indonesia (PMI). Presiden Jokowi menyampaikan apresiasi atas peningkatan kuota PMI yang dapat bekerja secara profesional di Republik Korea.
&amp;ldquo;(Presiden) memohon penguatan pelindungan dan juga mengharapkan agar penguatan pelindungan ini sesuai dengan apa yang sudah disepakati di IK-CEPA (Indonesia-Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement) dan kita akan dapat mulai melakukan pengiriman pekerja profesional,&amp;rdquo; kata Retno.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) membahas sejumlah isu dengan Presiden Republik Korea Yoon Suk Yeol. Hal ini dilakukan dalam pertemuan bilateral di Istana Merdeka, Jakarta, hari ini.
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengungkapkan, optimisme Presiden Jokowi pada peningkatan kerjasama investasi antara Indonesia dan Republik Korea dalam pengembangan ekosistem industri kendaraan listrik.

BACA JUGA:
RI-Korea Selatan Kerjasama Kembangkan Kendaraan Listrik

&amp;ldquo;Bapak Presiden juga menyambut baik komitmen LG dengan mitra-mitranya di Indonesia untuk mempercepat realisasi grand package investasi senilai USD9,8 miliar (setara Rp150,3 triliun) dan untuk konstruksi pabrik katoda di Batam. Bapak Presiden mengharapkan agar semuanya dapat dimulai tahun ini yang melibatkan BUMN Indonesia dan pengusaha daerah,&amp;rdquo; ucap Menlu Retno, Jumat (8/9/2023).
Selain itu, Presiden Jokowi juga mendorong peningkatan kerjasama di bidang pertanian dan ekonomi hijau. Presiden berharap agar produksi pertanian Indonesia dapat memiliki akses yang lebih besar di pasar Korea.
&amp;ldquo;Bapak Presiden juga mengharapkan peningkatan kapasitas dan teknologi agar produk pertanian dapat memenuhi standar di Korea Selatan,&amp;rdquo; katanya.

BACA JUGA:
Presiden Jokowi Terima Kunjungan PM China Li Qiang di Istana

Tidak hanya itu, menurut Retno, Presiden juga berharap agar kerja sama antara Indonesia dan Republik Korea di bidang pengembangan infrastruktur transportasi dan kesehatan dapat segera terlaksana. Kepala Negara pun turut mengapresiasi dukungan Republik Korea dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai kota pintar atau smart city.
&amp;ldquo;Bapak Presiden juga mengapresiasi dukungan pemerintah Korea Selatan untuk pembangun IKN sebagai smart city dan mengharapkan dukungan Korea Selatan untuk sektor SDM (sumber daya manusia) dan digitalisasi birokrasi khususnya untuk mempercepat transformasi birokrasi,&amp;rdquo; kata Retno.Isu terakhir yang dibahas oleh Presiden Jokowi dan Presiden Yoon yaitu mengenai pekerja migran Indonesia (PMI). Presiden Jokowi menyampaikan apresiasi atas peningkatan kuota PMI yang dapat bekerja secara profesional di Republik Korea.
&amp;ldquo;(Presiden) memohon penguatan pelindungan dan juga mengharapkan agar penguatan pelindungan ini sesuai dengan apa yang sudah disepakati di IK-CEPA (Indonesia-Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement) dan kita akan dapat mulai melakukan pengiriman pekerja profesional,&amp;rdquo; kata Retno.</content:encoded></item></channel></rss>
