<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bertemu PM Li Qiang, Presiden Jokowi Minta Daftar Ekspor Produk dan Penerbangan ke China Ditambah</title><description>Presiden Joko Widodo bertemu Perdana Menteri (PM) China Li Qiang saat pertemuan bilateral di Istana Merdeka</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/08/320/2879609/bertemu-pm-li-qiang-presiden-jokowi-minta-daftar-ekspor-produk-dan-penerbangan-ke-china-ditambah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/09/08/320/2879609/bertemu-pm-li-qiang-presiden-jokowi-minta-daftar-ekspor-produk-dan-penerbangan-ke-china-ditambah"/><item><title>Bertemu PM Li Qiang, Presiden Jokowi Minta Daftar Ekspor Produk dan Penerbangan ke China Ditambah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/08/320/2879609/bertemu-pm-li-qiang-presiden-jokowi-minta-daftar-ekspor-produk-dan-penerbangan-ke-china-ditambah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/09/08/320/2879609/bertemu-pm-li-qiang-presiden-jokowi-minta-daftar-ekspor-produk-dan-penerbangan-ke-china-ditambah</guid><pubDate>Jum'at 08 September 2023 16:44 WIB</pubDate><dc:creator>Raka Dwi Novianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/08/320/2879609/bertemu-pm-li-qiang-presiden-jokowi-minta-daftar-ekspor-produk-dan-penerbangan-ke-china-ditambah-j8AWqYkTDW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi Bertemu PM China Li Qiang di Istana Negara. (Foto: Okezone.com/Setpres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/08/320/2879609/bertemu-pm-li-qiang-presiden-jokowi-minta-daftar-ekspor-produk-dan-penerbangan-ke-china-ditambah-j8AWqYkTDW.jpg</image><title>Presiden Jokowi Bertemu PM China Li Qiang di Istana Negara. (Foto: Okezone.com/Setpres)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8wOC8xLzE3MDMyNy81L3g4bnhhN2Y=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Presiden Joko Widodo bertemu Perdana Menteri (PM) China Li Qiang saat pertemuan bilateral di Istana Merdeka, Jakarta. Keduanya sepakat untuk meningkatkan kerjasama perdagangan dan investasi.
Pada pertemuan tersebut, Menlu Retno Marsudi membeberkan, bahwa kedua pemimpin negara membahas terkait optimalisasi kerangka kerja sama di bidang perdagangan dan investasi yang menguntungkan.

BACA JUGA:
Presiden Jokowi Tagih Janji Investasi Rp333 Triliun ke PM Li Qiang&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;

Pada kesempatan tersebut, Kepala Negara meminta RRT menambah daftar ekspor produk Indonesia ke sana.
&amp;ldquo;Bapak Presiden mendorong peningkatan kerjasama perdagangan antara lain meminta dukungan untuk penambahan daftar ekspor seperti sarang burung walet dari Indonesia, kemudian pembukaan pasar bagi durian serta hasil pertanian dan hasil laut Indonesia,&amp;rdquo; ujarnya, Jumat (8/9/2023).
Dalam hal konektivitas udara, Presiden juga memandang bahwa kerjasama antara Indonesia dengan RRT belum mencapai kapasitas yang maksimal.

BACA JUGA:
RCEP Punya Potensi Besar untuk Tingkatkan Investasi Perdagangan di ASEAN&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Untuk itu, Presiden mendorong penambahan penerbangan dari wilayah Indonesia menuju RRT.
&amp;ldquo;Konektivitas udara kedua negara belum mencapai kapasitas maksimal, tadi juga disebut oleh PM Li. Dan Presiden mengharapkan dapat ada penambahan penerbangan langsung yang menghubungkan kota-kota penting di Indonesia dan Tiongkok,&amp;rdquo; tandas Menlu Retno.Dalam hal kerjasama infrastruktur, pemerintah Indonesia berharap proyek kerjasama kereta cepat Jakarta-Bandung (KCJB) dapat segera terselesaikan.
Selain itu, Presiden Jokowi juga mendorong implementasi konkret kerjasama antara Indonesia dan RRT dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
&amp;ldquo;Presiden juga mendorong implementasi konkret kerja sama OIKN dengan Shenzhen untuk perencanaan pembangunannya. Dan mengajak partisipasi aktif sektor swasta dan BUMN RRT di sektor konstruksi pembangunan IKN,&amp;rdquo; imbuhnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8wOC8xLzE3MDMyNy81L3g4bnhhN2Y=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Presiden Joko Widodo bertemu Perdana Menteri (PM) China Li Qiang saat pertemuan bilateral di Istana Merdeka, Jakarta. Keduanya sepakat untuk meningkatkan kerjasama perdagangan dan investasi.
Pada pertemuan tersebut, Menlu Retno Marsudi membeberkan, bahwa kedua pemimpin negara membahas terkait optimalisasi kerangka kerja sama di bidang perdagangan dan investasi yang menguntungkan.

BACA JUGA:
Presiden Jokowi Tagih Janji Investasi Rp333 Triliun ke PM Li Qiang&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;

Pada kesempatan tersebut, Kepala Negara meminta RRT menambah daftar ekspor produk Indonesia ke sana.
&amp;ldquo;Bapak Presiden mendorong peningkatan kerjasama perdagangan antara lain meminta dukungan untuk penambahan daftar ekspor seperti sarang burung walet dari Indonesia, kemudian pembukaan pasar bagi durian serta hasil pertanian dan hasil laut Indonesia,&amp;rdquo; ujarnya, Jumat (8/9/2023).
Dalam hal konektivitas udara, Presiden juga memandang bahwa kerjasama antara Indonesia dengan RRT belum mencapai kapasitas yang maksimal.

BACA JUGA:
RCEP Punya Potensi Besar untuk Tingkatkan Investasi Perdagangan di ASEAN&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Untuk itu, Presiden mendorong penambahan penerbangan dari wilayah Indonesia menuju RRT.
&amp;ldquo;Konektivitas udara kedua negara belum mencapai kapasitas maksimal, tadi juga disebut oleh PM Li. Dan Presiden mengharapkan dapat ada penambahan penerbangan langsung yang menghubungkan kota-kota penting di Indonesia dan Tiongkok,&amp;rdquo; tandas Menlu Retno.Dalam hal kerjasama infrastruktur, pemerintah Indonesia berharap proyek kerjasama kereta cepat Jakarta-Bandung (KCJB) dapat segera terselesaikan.
Selain itu, Presiden Jokowi juga mendorong implementasi konkret kerjasama antara Indonesia dan RRT dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
&amp;ldquo;Presiden juga mendorong implementasi konkret kerja sama OIKN dengan Shenzhen untuk perencanaan pembangunannya. Dan mengajak partisipasi aktif sektor swasta dan BUMN RRT di sektor konstruksi pembangunan IKN,&amp;rdquo; imbuhnya.</content:encoded></item></channel></rss>
