<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Singapura Impor Listrik Rendah Karbon dari Indonesia, Luhut Berikan Syarat Ini</title><description>Kemenko Marves memberikan syarat khusus terkait keinginan Singapura mengimpor green electricity atau listrik rendah karbon dari Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/08/320/2879734/singapura-impor-listrik-rendah-karbon-dari-indonesia-luhut-berikan-syarat-ini</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/09/08/320/2879734/singapura-impor-listrik-rendah-karbon-dari-indonesia-luhut-berikan-syarat-ini"/><item><title>Singapura Impor Listrik Rendah Karbon dari Indonesia, Luhut Berikan Syarat Ini</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/08/320/2879734/singapura-impor-listrik-rendah-karbon-dari-indonesia-luhut-berikan-syarat-ini</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/09/08/320/2879734/singapura-impor-listrik-rendah-karbon-dari-indonesia-luhut-berikan-syarat-ini</guid><pubDate>Jum'at 08 September 2023 20:42 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/08/320/2879734/singapura-impor-listrik-rendah-karbon-dari-indonesia-luhut-berikan-syarat-ini-Fj4Oq9vTim.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Impor Singapura dari Indonesia (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/08/320/2879734/singapura-impor-listrik-rendah-karbon-dari-indonesia-luhut-berikan-syarat-ini-Fj4Oq9vTim.jpg</image><title>Impor Singapura dari Indonesia (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8wOC8xLzE3MDMyNy81L3g4bnhhN2Y=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) memberikan syarat khusus terkait keinginan Singapura mengimpor green electricity atau listrik rendah karbon dari Indonesia.
Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kemenko Marves, Rachmat Kaimuddin mengatakan, salah satu syarat yang harus dipenuhi developer adalah membangun pabrik panel surya (solar panel) di Indonesia.

BACA JUGA:
Anak Buah Luhut Sebut Banyak Negara Belajar dari Indonesia soal Hilirisasi

&quot;Intinya itu yang kita syaratkan adalah pabriknya buatan Indonesia, jadi solar panel dan baterai buatan Indonesia kalau mau ekspor,&quot; ujar Rachmat saat penutupan Indonesia Sustainability Forum 2023 di Park Hyatt, Jakarta Pusat, Jumat (8/9/2023).
Singapura dan Indonesia sudah resmi menyepakati kerja sama perdagangan listrik renda karbon. Pada tahap awal atau kurun waktu 2026-2027, pemerintah melalui developer akan menyuplai green electricity sebesar 2 Gigawatt (GW).

BACA JUGA:
Diapit Para Menteri, Sri Mulyani Ungkap Disebut Pelit oleh Luhut Cs

Adapun total listrik yang dibutuhkan Singapura hingga 2035 mencapai 4 GW. Dari nominal green electricity itu, 50 persen akan diimpor dari Indonesia.&quot;Yang saya tahu, Singapura itu hingga 2035 akan membeli 4 gigawatt green electricity,&quot; kata dia.
Terkait dengan pembangunan pabrikan surya panen, tercatat ada lima developer Indonesia dan lima lainnya dari Singapura nantinya memasang 11 gigawatt kapasitas panel surya dan 21 gigawatt baterai penyimpanan energi di Indonesia. Komitmen tersebut disepakati melalui penandatanganan Letter of Intent (LoI).
Adapun lima developer terdiri atas tiga perusahaan yang tergabung dalam konsorsium Pacific Medco Solar Energy. Lalu dua lainnya yaitu Adaro Clean Energy dan Energi Baru TBS.
Sementara itu, lima perusahaan Singapura diantaranya Seraphim Solar System, LONGi Solar Technology, IND Solar Tech, Sungrow Power Supply, dan Huawei Tech Investment.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8wOC8xLzE3MDMyNy81L3g4bnhhN2Y=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) memberikan syarat khusus terkait keinginan Singapura mengimpor green electricity atau listrik rendah karbon dari Indonesia.
Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kemenko Marves, Rachmat Kaimuddin mengatakan, salah satu syarat yang harus dipenuhi developer adalah membangun pabrik panel surya (solar panel) di Indonesia.

BACA JUGA:
Anak Buah Luhut Sebut Banyak Negara Belajar dari Indonesia soal Hilirisasi

&quot;Intinya itu yang kita syaratkan adalah pabriknya buatan Indonesia, jadi solar panel dan baterai buatan Indonesia kalau mau ekspor,&quot; ujar Rachmat saat penutupan Indonesia Sustainability Forum 2023 di Park Hyatt, Jakarta Pusat, Jumat (8/9/2023).
Singapura dan Indonesia sudah resmi menyepakati kerja sama perdagangan listrik renda karbon. Pada tahap awal atau kurun waktu 2026-2027, pemerintah melalui developer akan menyuplai green electricity sebesar 2 Gigawatt (GW).

BACA JUGA:
Diapit Para Menteri, Sri Mulyani Ungkap Disebut Pelit oleh Luhut Cs

Adapun total listrik yang dibutuhkan Singapura hingga 2035 mencapai 4 GW. Dari nominal green electricity itu, 50 persen akan diimpor dari Indonesia.&quot;Yang saya tahu, Singapura itu hingga 2035 akan membeli 4 gigawatt green electricity,&quot; kata dia.
Terkait dengan pembangunan pabrikan surya panen, tercatat ada lima developer Indonesia dan lima lainnya dari Singapura nantinya memasang 11 gigawatt kapasitas panel surya dan 21 gigawatt baterai penyimpanan energi di Indonesia. Komitmen tersebut disepakati melalui penandatanganan Letter of Intent (LoI).
Adapun lima developer terdiri atas tiga perusahaan yang tergabung dalam konsorsium Pacific Medco Solar Energy. Lalu dua lainnya yaitu Adaro Clean Energy dan Energi Baru TBS.
Sementara itu, lima perusahaan Singapura diantaranya Seraphim Solar System, LONGi Solar Technology, IND Solar Tech, Sungrow Power Supply, dan Huawei Tech Investment.</content:encoded></item></channel></rss>
