<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>5 Aplikasi Ojek Online yang Bangkrut di Indonesia, Cek Faktanya</title><description>Fakta aplikasi ojek online yang mengalami kebangkrutan di Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/09/320/2879050/5-aplikasi-ojek-online-yang-bangkrut-di-indonesia-cek-faktanya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/09/09/320/2879050/5-aplikasi-ojek-online-yang-bangkrut-di-indonesia-cek-faktanya"/><item><title>5 Aplikasi Ojek Online yang Bangkrut di Indonesia, Cek Faktanya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/09/320/2879050/5-aplikasi-ojek-online-yang-bangkrut-di-indonesia-cek-faktanya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/09/09/320/2879050/5-aplikasi-ojek-online-yang-bangkrut-di-indonesia-cek-faktanya</guid><pubDate>Sabtu 09 September 2023 03:09 WIB</pubDate><dc:creator>Candra Gunawan Nurhakim</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/07/320/2879050/5-aplikasi-ojek-online-yang-bangkrut-di-indonesia-cek-faktanya-yjXwUjwomv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Aplikasi ojek online yang bangkrut (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/07/320/2879050/5-aplikasi-ojek-online-yang-bangkrut-di-indonesia-cek-faktanya-yjXwUjwomv.jpg</image><title>Aplikasi ojek online yang bangkrut (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8wNi8xLzE3MDIyMi81L3g4bnNud3g=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Fakta aplikasi ojek online yang mengalami kebangkrutan di Indonesia. Mari kita simak fakta unik di balik akun ojol yang mengalami kebangkrutan.
Di zaman era serba digital ini, bisa kita rasakan perkembangan teknologi yang begitu pesat. Bahkan moda transportasi pun bisa kita lihat semakin canggih di seluruh penjuru dunia termasuk di Indonesia sendiri.

BACA JUGA:
Terinspirasi Ganjar, Relawan Latih Driver Ojol di Lampung Membangun UMKM


Semua fasilitas moda transportasi terus dikembangkan oleh beberapa perusahaan. Hal ini juga menyebabkan adanya persaingan baru di dunia transportasi bagi beberapa perusahaan. Jika dilihat persaingan ini sangat sengit, dimulai dari basis aplikasi secara online. Dengan harapan bisa digunakan oleh semua kalangan dan membantu untuk mempermudah semua kalangan masyarakat Indonesia.
Berikut ini fakta dari beberapa aplikasi ojek online yang mengalami kebangkrutan di Indonesia yang di rangkum Okezone, Sabtu (9/9/2023).

BACA JUGA:
Mantan Ojol Nekat Manipulasi Order Fiktif hingga Meraup Keuntungan Rp2 Miliar


1. Uber.
Akun aplikasi ojek online ini berdiri sejak 2009, dan berpusat di San Francisco, Amerita Serikat. Untuk di Indonesia sendiri, Uber hadir di kota-kota besar seperti, Jakarta, Bandung, dan Bali. Tapi sayangnya akun aplikasi ini berhenti beroprasi mengalami kebangkrutan pada 2018, yang dikarenakan kesulitan bersaing dengan sejumlah akun aplikasi ojek online lainnya.
2. Ojekkoe.
OjekKoe merupakan ojek online yang menerapkan sistem bagi hasil  dengan mitra driver. Sebenarnya OjekKoe tidak memotong pendapatan dari  driver sepeser pun dan juga tidak ada sistem subsidi. Hal ini karena  OjekKoe telah menerapkan sebuah sistem yang bernama &quot;fee system&quot;, dimana  driver hanya dipungut biaya sebesar Rp.2500 per hari saja. Ojekkoe  sempat mengalami permasalahan pada modal saat proses pengembangan, akan  tetapi semua starategis khusus yang telah di rancang bertolak belakang,  bahkan mereka tidak memiliki strategis khusus untuk menghadapi  persaingan dengan aplikasi ojek online lainnya.
3. Topjek.
Topjek merupakan aplikasi ojek online yang mampu menawarkan tarif  lebih murah dibandingkan dengan akun-akun lainnya, bahkan tarif murah  ini di luar dari promo. Aplikasi ini pun membatasi pengemudi hingga  10.000 driver yang diseleksi secara ketat. Tapi sayang di sayangkan akun  ojek online ini mengalami kebangkrutan yang disebabkan karena mengalami  kerugian, dan sempat kehabisan dana, serta kalah bersaing juga dengan  lainnya.
4. Ojek Sya'i.
Aplikasi ini merupakan layanan gojek yang berbasis aplikasi di  handphone android. Ojek Syar'i sendiri merupakan layanan ojek yang  dikendarai perempuan dan konsumennya adalah perempuan muslim. Pengendara  dari akun ojek online ini sendiri adalah perempuan, karena target  pelanggannya pun di khususkan untuk perempuan-perempuan muslim. Maka  dari itu, hal ini menjadi alasan terbesar mengapa akun tersebut  mengalami kebangkrutan, ditambah dengan adanya persaingan yang begitu  sengit antar akun ojek online.
5. Blue-Jek.
Alasan Blue-jek mengalami kebangkrutan hampir sama dengan Uber,  sama-sama tidak bisa bertahan lama dalam dunia pesaingan yang ada.  Aplikasi ini diresmikan pada 17 September 2015 oleh Michael Manuhutu dan  Garret Hartono. Ternyata pada saat menurut pengakuan Garret Hartono  Blue-Jek sudah memiliki hampir dari 1000 kendaraan.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8wNi8xLzE3MDIyMi81L3g4bnNud3g=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Fakta aplikasi ojek online yang mengalami kebangkrutan di Indonesia. Mari kita simak fakta unik di balik akun ojol yang mengalami kebangkrutan.
Di zaman era serba digital ini, bisa kita rasakan perkembangan teknologi yang begitu pesat. Bahkan moda transportasi pun bisa kita lihat semakin canggih di seluruh penjuru dunia termasuk di Indonesia sendiri.

BACA JUGA:
Terinspirasi Ganjar, Relawan Latih Driver Ojol di Lampung Membangun UMKM


Semua fasilitas moda transportasi terus dikembangkan oleh beberapa perusahaan. Hal ini juga menyebabkan adanya persaingan baru di dunia transportasi bagi beberapa perusahaan. Jika dilihat persaingan ini sangat sengit, dimulai dari basis aplikasi secara online. Dengan harapan bisa digunakan oleh semua kalangan dan membantu untuk mempermudah semua kalangan masyarakat Indonesia.
Berikut ini fakta dari beberapa aplikasi ojek online yang mengalami kebangkrutan di Indonesia yang di rangkum Okezone, Sabtu (9/9/2023).

BACA JUGA:
Mantan Ojol Nekat Manipulasi Order Fiktif hingga Meraup Keuntungan Rp2 Miliar


1. Uber.
Akun aplikasi ojek online ini berdiri sejak 2009, dan berpusat di San Francisco, Amerita Serikat. Untuk di Indonesia sendiri, Uber hadir di kota-kota besar seperti, Jakarta, Bandung, dan Bali. Tapi sayangnya akun aplikasi ini berhenti beroprasi mengalami kebangkrutan pada 2018, yang dikarenakan kesulitan bersaing dengan sejumlah akun aplikasi ojek online lainnya.
2. Ojekkoe.
OjekKoe merupakan ojek online yang menerapkan sistem bagi hasil  dengan mitra driver. Sebenarnya OjekKoe tidak memotong pendapatan dari  driver sepeser pun dan juga tidak ada sistem subsidi. Hal ini karena  OjekKoe telah menerapkan sebuah sistem yang bernama &quot;fee system&quot;, dimana  driver hanya dipungut biaya sebesar Rp.2500 per hari saja. Ojekkoe  sempat mengalami permasalahan pada modal saat proses pengembangan, akan  tetapi semua starategis khusus yang telah di rancang bertolak belakang,  bahkan mereka tidak memiliki strategis khusus untuk menghadapi  persaingan dengan aplikasi ojek online lainnya.
3. Topjek.
Topjek merupakan aplikasi ojek online yang mampu menawarkan tarif  lebih murah dibandingkan dengan akun-akun lainnya, bahkan tarif murah  ini di luar dari promo. Aplikasi ini pun membatasi pengemudi hingga  10.000 driver yang diseleksi secara ketat. Tapi sayang di sayangkan akun  ojek online ini mengalami kebangkrutan yang disebabkan karena mengalami  kerugian, dan sempat kehabisan dana, serta kalah bersaing juga dengan  lainnya.
4. Ojek Sya'i.
Aplikasi ini merupakan layanan gojek yang berbasis aplikasi di  handphone android. Ojek Syar'i sendiri merupakan layanan ojek yang  dikendarai perempuan dan konsumennya adalah perempuan muslim. Pengendara  dari akun ojek online ini sendiri adalah perempuan, karena target  pelanggannya pun di khususkan untuk perempuan-perempuan muslim. Maka  dari itu, hal ini menjadi alasan terbesar mengapa akun tersebut  mengalami kebangkrutan, ditambah dengan adanya persaingan yang begitu  sengit antar akun ojek online.
5. Blue-Jek.
Alasan Blue-jek mengalami kebangkrutan hampir sama dengan Uber,  sama-sama tidak bisa bertahan lama dalam dunia pesaingan yang ada.  Aplikasi ini diresmikan pada 17 September 2015 oleh Michael Manuhutu dan  Garret Hartono. Ternyata pada saat menurut pengakuan Garret Hartono  Blue-Jek sudah memiliki hampir dari 1000 kendaraan.</content:encoded></item></channel></rss>
