<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perusahaan Korsel Siapkan Rp 9 Triliun untuk Investasi Smelter Nikel di RI</title><description>Perusahaan pengolahan logam non-besi asal Korea Selatan (Korsel) Korea Zinc berminat investasi di Indonesia</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/09/320/2879945/perusahaan-korsel-siapkan-rp-9-triliun-untuk-investasi-smelter-nikel-di-ri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/09/09/320/2879945/perusahaan-korsel-siapkan-rp-9-triliun-untuk-investasi-smelter-nikel-di-ri"/><item><title>Perusahaan Korsel Siapkan Rp 9 Triliun untuk Investasi Smelter Nikel di RI</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/09/320/2879945/perusahaan-korsel-siapkan-rp-9-triliun-untuk-investasi-smelter-nikel-di-ri</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/09/09/320/2879945/perusahaan-korsel-siapkan-rp-9-triliun-untuk-investasi-smelter-nikel-di-ri</guid><pubDate>Sabtu 09 September 2023 12:18 WIB</pubDate><dc:creator> Ikhsan Permana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/09/320/2879945/perusahaan-korsel-siapkan-rp-9-triliun-untuk-investasi-smelter-nikel-di-ri-oRp9stJN9F.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Investor Korea Minat Investasi Smelter di Indonesia. (Foto: Okezone.com/Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/09/320/2879945/perusahaan-korsel-siapkan-rp-9-triliun-untuk-investasi-smelter-nikel-di-ri-oRp9stJN9F.jpg</image><title>Investor Korea Minat Investasi Smelter di Indonesia. (Foto: Okezone.com/Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Perusahaan pengolahan logam non-besi asal Korea Selatan (Korsel) Korea Zinc berminat investasi di Indonesia. Hal tersebut dilakukan dalam bentuk kerjasama Joint Venture dengan perusahaan lokal dengan rencana investasi USD600 juta atau sekitar Rp 9 triliun.
Rencana investasi disampaikan oleh Executive Chairman &amp;amp; CEO Korea Zinc Choi Yun-beom kepada Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia di Kantor Kementerian Investasi/BKPM, Jakarta.

BACA JUGA:
RI-Korea Selatan Kerjasama Kembangkan Kendaraan Listrik

Bahlil mengatakan, Korea Zinc berencana mendirikan fasilitas smelter nikel dengan teknologi High Pressure Acid Leaching (HPAL) di Indonesia yang dapat menghasilkan mixed hydroxide precipitate (MHP) dengan kapasitas 40.000 ton per tahun.
&quot;Dengan keberhasilannya menghasilkan pendapatan USD 8,7 triliun pada 2022, Korea Zinc menyampaikan ketertarikan untuk berkolaborasi dengan Indonesia melalui investasi pengolahan nikel dengan kapasitas 40.000 ton logam nikel per tahun,&quot; ungkap Bahlil dalam keterangan resminya dikutip Sabtu (9/9/2023).

BACA JUGA:
Anak Muda di Korea Selatan Ternyata Lebih Suka Jadi Pengangguran, Ini Buktinya&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Bahlil menuturkan bahwa hal tersebut menegaskan kembali potensi Indonesia sebagai tujuan investasi strategis di pasar global.
&quot;Kami berkomitmen mendukung kolaborasi ini demi kemajuan industri berkelanjutan dan pemberdayaan ekonomi nasional,&quot; tutur Bahlil.Sebagai informasi, Korea Zinc merupakan perusahaan pengolahan logam non-besi yang berkantor pusat di Seoul dan telah beroperasi sejak tahun 1974.
Perusahaan tersebut memproduksi sekitar 21 jenis logam non-besi yang mendukung industri utama dan berkomitmen pada industri yang keberlanjutan melalui pengembangan energi terbarukan dan baterai sekunder.</description><content:encoded>JAKARTA - Perusahaan pengolahan logam non-besi asal Korea Selatan (Korsel) Korea Zinc berminat investasi di Indonesia. Hal tersebut dilakukan dalam bentuk kerjasama Joint Venture dengan perusahaan lokal dengan rencana investasi USD600 juta atau sekitar Rp 9 triliun.
Rencana investasi disampaikan oleh Executive Chairman &amp;amp; CEO Korea Zinc Choi Yun-beom kepada Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia di Kantor Kementerian Investasi/BKPM, Jakarta.

BACA JUGA:
RI-Korea Selatan Kerjasama Kembangkan Kendaraan Listrik

Bahlil mengatakan, Korea Zinc berencana mendirikan fasilitas smelter nikel dengan teknologi High Pressure Acid Leaching (HPAL) di Indonesia yang dapat menghasilkan mixed hydroxide precipitate (MHP) dengan kapasitas 40.000 ton per tahun.
&quot;Dengan keberhasilannya menghasilkan pendapatan USD 8,7 triliun pada 2022, Korea Zinc menyampaikan ketertarikan untuk berkolaborasi dengan Indonesia melalui investasi pengolahan nikel dengan kapasitas 40.000 ton logam nikel per tahun,&quot; ungkap Bahlil dalam keterangan resminya dikutip Sabtu (9/9/2023).

BACA JUGA:
Anak Muda di Korea Selatan Ternyata Lebih Suka Jadi Pengangguran, Ini Buktinya&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Bahlil menuturkan bahwa hal tersebut menegaskan kembali potensi Indonesia sebagai tujuan investasi strategis di pasar global.
&quot;Kami berkomitmen mendukung kolaborasi ini demi kemajuan industri berkelanjutan dan pemberdayaan ekonomi nasional,&quot; tutur Bahlil.Sebagai informasi, Korea Zinc merupakan perusahaan pengolahan logam non-besi yang berkantor pusat di Seoul dan telah beroperasi sejak tahun 1974.
Perusahaan tersebut memproduksi sekitar 21 jenis logam non-besi yang mendukung industri utama dan berkomitmen pada industri yang keberlanjutan melalui pengembangan energi terbarukan dan baterai sekunder.</content:encoded></item></channel></rss>
