<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bantuan Pangan 640 Ribu Ton Beras Siap Disalurkan ke 21 Juta Keluarga</title><description>Pemerintah dalam segera melepas bantuan pangan beras sebagai upaya stabilisasi harga</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/09/320/2880058/bantuan-pangan-640-ribu-ton-beras-siap-disalurkan-ke-21-juta-keluarga</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/09/09/320/2880058/bantuan-pangan-640-ribu-ton-beras-siap-disalurkan-ke-21-juta-keluarga"/><item><title>Bantuan Pangan 640 Ribu Ton Beras Siap Disalurkan ke 21 Juta Keluarga</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/09/320/2880058/bantuan-pangan-640-ribu-ton-beras-siap-disalurkan-ke-21-juta-keluarga</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/09/09/320/2880058/bantuan-pangan-640-ribu-ton-beras-siap-disalurkan-ke-21-juta-keluarga</guid><pubDate>Sabtu 09 September 2023 16:19 WIB</pubDate><dc:creator> Ikhsan Permana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/09/320/2880058/bantuan-pangan-640-ribu-ton-beras-siap-disalurkan-ke-21-juta-keluarga-PJyksw5OJ7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bantuan Pangan Beras Cair. (Foto: Okezone.com/Bulog)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/09/320/2880058/bantuan-pangan-640-ribu-ton-beras-siap-disalurkan-ke-21-juta-keluarga-PJyksw5OJ7.jpg</image><title>Bantuan Pangan Beras Cair. (Foto: Okezone.com/Bulog)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah dalam segera melepas bantuan pangan beras sebagai upaya stabilisasi harga. Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi sudah memerintahkan langsung Dirut Bulog untuk melepas cadangan pangan besar pemerintah.
&amp;ldquo;Kita akan launching hari Senin dan dilakukan serentak di seluruh Indonesia, kurang lebih 640 ribu ton beras yang akan disalurkan kepada 21,35 juta KPM, tentu jumlahnya ada sedikit penyesuaian jika ada yang meninggal atau pindah domisili dan sebagainya,&quot; kata Arief dalam keterangan tertulis dikutip Sabtu (9/9/2023).
Dia menambahkan, pada waktu yang sama nanti, ID Food juga ditugaskan melalui Menteri BUMN atas perintah Presiden untuk memberikan bantuan pangan berupa ayam dan telur kepada 1,4 juta keluarga risiko stunting.

BACA JUGA:
 Harga Beras Naik, Pemerintah Siapkan Pasokan 1,5 Juta Ton Beras

Arief menjelaskan, saat ini Bulog telah mendistribusikan 1,4 juta ton beras SPHP serta bantuan pangan tahap pertama sebesar 640 ribu ton, kemudian saat ini akan digelontorkan kembali 640 ribu ton untuk tahap kedua. Ia menyatakan beras akan terus disiapkan jika masih diperlukan.
&amp;ldquo;Dalam kondisi apapun kita harus punya cadangan pemerintah, terkait perubahan harga itu tentunya kita sudah melakukan kajian impactnya berapa persen terhadap inflasi misalnya 0,3% kemudian kontribusinya juga karena ini merupakan langkah nyata yang dilakukan pemerintah sesuai arahan Presiden agar harga wajar di produsen, pedagang dan konsumen. Dan yang pasti nomor satu pemenuhan kebutuhan adalah dari ketersediaan dalam negeri, itu adalah prinsipnya,&amp;rdquo; tegas Arief.

BACA JUGA:
Bansos Beras Segera Cair, Catat Tanggalnya!

Arief juga menyebutkan bahwa Bulog akan menyerap produksi dalam negeri semaksimal mungkin, namun jika produksinya sedang di bawah seperti saat ini kemudian Bulog ikut menyerap, maka akan memicu kenaikan harga.
&quot;Hal ini yang harus dipahami ya. Memang biasanya di semester satu itu adalah waktu yang tepat untuk Bulog melakukan penyerapan secara masif,&quot; ujar Arief.Hal senada disampaikan oleh Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso yang menegaskan bahwa Bulog telah menerima penugasan dari Badan Pangan Nasional terkait penyaluran beras SPHP untuk menggelontorkan bantuan beras secara masif, tidak hanya di pasar tradisional tetapi juga mulai masuk di ritel modern untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
&amp;ldquo;Pada prinsipnya kita akan terus gelontorkan beras di pasar-pasar seluruh Indonesia, dan terkait harga memang sudah ada penyesuaian namun tetap relatif lebih murah mengingat ini adalah beras premium,&amp;rdquo; ungkap Budi.
Dia mengakui sejak awal tahun hingga saat ini, Bulog telah menggelontorkan sebanyak 756 ribu ton beras SPHP di seluruh Indonesia melalui pedagang pengecer dan juga ritel modern.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah dalam segera melepas bantuan pangan beras sebagai upaya stabilisasi harga. Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi sudah memerintahkan langsung Dirut Bulog untuk melepas cadangan pangan besar pemerintah.
&amp;ldquo;Kita akan launching hari Senin dan dilakukan serentak di seluruh Indonesia, kurang lebih 640 ribu ton beras yang akan disalurkan kepada 21,35 juta KPM, tentu jumlahnya ada sedikit penyesuaian jika ada yang meninggal atau pindah domisili dan sebagainya,&quot; kata Arief dalam keterangan tertulis dikutip Sabtu (9/9/2023).
Dia menambahkan, pada waktu yang sama nanti, ID Food juga ditugaskan melalui Menteri BUMN atas perintah Presiden untuk memberikan bantuan pangan berupa ayam dan telur kepada 1,4 juta keluarga risiko stunting.

BACA JUGA:
 Harga Beras Naik, Pemerintah Siapkan Pasokan 1,5 Juta Ton Beras

Arief menjelaskan, saat ini Bulog telah mendistribusikan 1,4 juta ton beras SPHP serta bantuan pangan tahap pertama sebesar 640 ribu ton, kemudian saat ini akan digelontorkan kembali 640 ribu ton untuk tahap kedua. Ia menyatakan beras akan terus disiapkan jika masih diperlukan.
&amp;ldquo;Dalam kondisi apapun kita harus punya cadangan pemerintah, terkait perubahan harga itu tentunya kita sudah melakukan kajian impactnya berapa persen terhadap inflasi misalnya 0,3% kemudian kontribusinya juga karena ini merupakan langkah nyata yang dilakukan pemerintah sesuai arahan Presiden agar harga wajar di produsen, pedagang dan konsumen. Dan yang pasti nomor satu pemenuhan kebutuhan adalah dari ketersediaan dalam negeri, itu adalah prinsipnya,&amp;rdquo; tegas Arief.

BACA JUGA:
Bansos Beras Segera Cair, Catat Tanggalnya!

Arief juga menyebutkan bahwa Bulog akan menyerap produksi dalam negeri semaksimal mungkin, namun jika produksinya sedang di bawah seperti saat ini kemudian Bulog ikut menyerap, maka akan memicu kenaikan harga.
&quot;Hal ini yang harus dipahami ya. Memang biasanya di semester satu itu adalah waktu yang tepat untuk Bulog melakukan penyerapan secara masif,&quot; ujar Arief.Hal senada disampaikan oleh Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso yang menegaskan bahwa Bulog telah menerima penugasan dari Badan Pangan Nasional terkait penyaluran beras SPHP untuk menggelontorkan bantuan beras secara masif, tidak hanya di pasar tradisional tetapi juga mulai masuk di ritel modern untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
&amp;ldquo;Pada prinsipnya kita akan terus gelontorkan beras di pasar-pasar seluruh Indonesia, dan terkait harga memang sudah ada penyesuaian namun tetap relatif lebih murah mengingat ini adalah beras premium,&amp;rdquo; ungkap Budi.
Dia mengakui sejak awal tahun hingga saat ini, Bulog telah menggelontorkan sebanyak 756 ribu ton beras SPHP di seluruh Indonesia melalui pedagang pengecer dan juga ritel modern.</content:encoded></item></channel></rss>
