<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PLTU Batu Bara Dipensiunkan, RI Diminta Maksimalkan Sumber Energi</title><description>Indonesia jangan gegabah meninggalkan energi yang dimiliki dengan mengimpor sumber daya dari luar</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/09/320/2880116/pltu-batu-bara-dipensiunkan-ri-diminta-maksimalkan-sumber-energi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/09/09/320/2880116/pltu-batu-bara-dipensiunkan-ri-diminta-maksimalkan-sumber-energi"/><item><title>PLTU Batu Bara Dipensiunkan, RI Diminta Maksimalkan Sumber Energi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/09/320/2880116/pltu-batu-bara-dipensiunkan-ri-diminta-maksimalkan-sumber-energi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/09/09/320/2880116/pltu-batu-bara-dipensiunkan-ri-diminta-maksimalkan-sumber-energi</guid><pubDate>Sabtu 09 September 2023 18:43 WIB</pubDate><dc:creator>Himayatul Azizah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/09/320/2880116/pltu-batu-bara-dipensiunkan-ri-diminta-maksimalkan-sumber-energi-FdcVFkJGAe.png" expression="full" type="image/jpeg">PLTU Batu Bara Dihentikan Apa Dampaknya? (Foto: okezone.com/ESDM)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/09/320/2880116/pltu-batu-bara-dipensiunkan-ri-diminta-maksimalkan-sumber-energi-FdcVFkJGAe.png</image><title>PLTU Batu Bara Dihentikan Apa Dampaknya? (Foto: okezone.com/ESDM)</title></images><description>JAKARTA - Indonesia jangan gegabah meninggalkan energi yang dimiliki dengan mengimpor sumber daya dari luar. Di mana saat ini ramai-ramai Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dihentikan.
&amp;ldquo;Kita harus optimalkan kondisi sumber daya yang dimiliki untuk pembangkitan listrik di Tanah Air,&amp;rdquo; ujar Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto, Sabtu (9/9/2023).
Menurut Mulyanto, pada kesepakatan apapun dengan pihak luar, pemerintah harus berhati-hati menjaga kepentingan dalam negeri, terutama yang terkait dengan daya beli masyarakat secara luas.

BACA JUGA:
PLTU Suralaya dalam Kondisi Shutdown, Kualitas Udara Jakarta Membaik?&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&amp;ldquo;Jangan sampai kita harus impor, karena impor justru menyulitkan daya beli masyarakat. Itu namanya sudah jatuh tertimpa tangga,&amp;rdquo; ujarnya.
Oleh karena itu, dirinya berharap pemerintah tetap berdaulat dengan mempertahankan pembangkitan energi listrik dengan sumber daya yang melimpah di Indonesia.
Di mana pembangkitan listrik harus tetap mengacu pada situasi di Tanah Air.

BACA JUGA:
Pakai Amonia Hijau, PLTU Jawa 9 dan 10 Jadi Pembangkit Listrik Hybrid Pertama di Indonesia

&amp;ldquo;Walaupun kita sudah mengakui investment plan dari Just Energy Transition Partnership/JETP yang di dalamnya mengatur kebijakan investasi untuk penghentian PLTU, pemerintah tetap harus mengutamakan sumber daya dalam negeri,&amp;rdquo; tegasnya.
Pernyataan bernada imbauan itu diungkap Mulyanto seusai mengunjungi PLTU Suralaya yang shutdown unit sebesar 1,6 GW sejak 29 Agustus 2023. Saat itu Mulyanto juga memastikan bahwa emisi operasional PLTU Suralaya sudah terkelola dengan baik.Sebagaimana diketahui, PLTU Suralaya sempat dituding sebagai kambing hitam penyebab polusi udara di Jakarta. Namun yang terjadi saat PLTU tersebut shutdown, kualitas udara tidak kunjung membaik pada 30-31 Agustus. Pada tanggal itu, Indeks IQAir masih pada posisi 163 atau tidak sehat.
Tercatat, kualitas udara membaik justru saat penerapan 75% WFH aparatur sipil negara yang bekerja di Jakarta. &amp;ldquo;Hal itu membuktikan bahwa PLTU Suralaya bukan penyebab memburuknya kualitas udara di Jakarta,&amp;rdquo; kata Mulyanto.</description><content:encoded>JAKARTA - Indonesia jangan gegabah meninggalkan energi yang dimiliki dengan mengimpor sumber daya dari luar. Di mana saat ini ramai-ramai Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dihentikan.
&amp;ldquo;Kita harus optimalkan kondisi sumber daya yang dimiliki untuk pembangkitan listrik di Tanah Air,&amp;rdquo; ujar Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto, Sabtu (9/9/2023).
Menurut Mulyanto, pada kesepakatan apapun dengan pihak luar, pemerintah harus berhati-hati menjaga kepentingan dalam negeri, terutama yang terkait dengan daya beli masyarakat secara luas.

BACA JUGA:
PLTU Suralaya dalam Kondisi Shutdown, Kualitas Udara Jakarta Membaik?&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&amp;ldquo;Jangan sampai kita harus impor, karena impor justru menyulitkan daya beli masyarakat. Itu namanya sudah jatuh tertimpa tangga,&amp;rdquo; ujarnya.
Oleh karena itu, dirinya berharap pemerintah tetap berdaulat dengan mempertahankan pembangkitan energi listrik dengan sumber daya yang melimpah di Indonesia.
Di mana pembangkitan listrik harus tetap mengacu pada situasi di Tanah Air.

BACA JUGA:
Pakai Amonia Hijau, PLTU Jawa 9 dan 10 Jadi Pembangkit Listrik Hybrid Pertama di Indonesia

&amp;ldquo;Walaupun kita sudah mengakui investment plan dari Just Energy Transition Partnership/JETP yang di dalamnya mengatur kebijakan investasi untuk penghentian PLTU, pemerintah tetap harus mengutamakan sumber daya dalam negeri,&amp;rdquo; tegasnya.
Pernyataan bernada imbauan itu diungkap Mulyanto seusai mengunjungi PLTU Suralaya yang shutdown unit sebesar 1,6 GW sejak 29 Agustus 2023. Saat itu Mulyanto juga memastikan bahwa emisi operasional PLTU Suralaya sudah terkelola dengan baik.Sebagaimana diketahui, PLTU Suralaya sempat dituding sebagai kambing hitam penyebab polusi udara di Jakarta. Namun yang terjadi saat PLTU tersebut shutdown, kualitas udara tidak kunjung membaik pada 30-31 Agustus. Pada tanggal itu, Indeks IQAir masih pada posisi 163 atau tidak sehat.
Tercatat, kualitas udara membaik justru saat penerapan 75% WFH aparatur sipil negara yang bekerja di Jakarta. &amp;ldquo;Hal itu membuktikan bahwa PLTU Suralaya bukan penyebab memburuknya kualitas udara di Jakarta,&amp;rdquo; kata Mulyanto.</content:encoded></item></channel></rss>
