<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gempa Maroko Hancurkan Bangunan Bersejarah</title><description>Gempa bumi berkekuatan 6,8 magnitudo mengguncang kawasan bersejarah Maroko.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/10/470/2880318/gempa-maroko-hancurkan-bangunan-bersejarah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/09/10/470/2880318/gempa-maroko-hancurkan-bangunan-bersejarah"/><item><title>Gempa Maroko Hancurkan Bangunan Bersejarah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/10/470/2880318/gempa-maroko-hancurkan-bangunan-bersejarah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/09/10/470/2880318/gempa-maroko-hancurkan-bangunan-bersejarah</guid><pubDate>Minggu 10 September 2023 10:23 WIB</pubDate><dc:creator>Candra Gunawan Nurhakim</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/10/470/2880318/gempa-maroko-hancurkan-bangunan-bersejarah-m0aO9S6uEm.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Gempa bumi Maroko hancurkan bangunan bersejarah. (Foto: VOA)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/10/470/2880318/gempa-maroko-hancurkan-bangunan-bersejarah-m0aO9S6uEm.JPG</image><title>Gempa bumi Maroko hancurkan bangunan bersejarah. (Foto: VOA)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8xMC8xLzE3MDQxMS81L3g4bnl0MG0=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Gempa bumi berkekuatan 6,8 magnitudo mengguncang kawasan bersejarah Yahudi, bagian dari kota tua Marrakesh, pusat wisata Maroko.

Gempa itu berpusat di barat daya Marrakesh dan menelan ribuan korban jiwa.

BACA JUGA:
Gempa M6,3 Guncang Donggala, Ribuan Warga Mengungsi Mandiri&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Marrakesh diketahui masuk dalam daftar Warisan Dunia Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization/UNESCO).

Padahal tempat wisata tersebut berhasil menarik turis sehingga menopang sekitar 7% perekonomian Maroko.

BACA JUGA:
Update Korban Gempa Maroko: Sedikitnya 1.037 Meninggal, 1.200 Luka Luka&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Seorang warga sekitar Hafida Sahraouia mengamati puing-puing setelah gempa bumi mengguncang kawasan bersejarah tersebut.

&amp;ldquo;Kota itu seperti dijatuhi bom,&amp;rdquo; katanya dilansir VOA di Jakarta, Minggu (10/9/2023).

Rumah Sahraouia sendiri luluh-lantak menjadi puing, tuturnya di antara jalan-jalan sempit yang dipenuhi pecahan atap kayu dan puing-puing lain dari bangunan yang runtuh di kawasan yang berusia berabad-abad.

&amp;ldquo;Kami sedang menyiapkan makan malam ketika kami mendengar sesuatu seperti ledakan. Karena panik, saya segera keluar bersama anak-anak saya. Sayangnya rumah kami runtuh,&amp;rdquo; katanya.

Dia dan keluarganya menyelamatkan diri ke lapangan besar di pinggir distrik, dan kini menghadapi masa depan yang tidak pasti.

&amp;ldquo;Kami kehilangan segalanya,&amp;rdquo; katanya.

Seorang tetangga, Mbarka El Ghabar, juga menyaksikan rumahnya hancur akibat gempa terkuat dalam sejarah Maroko.
&amp;ldquo;Kami tertidur ketika gempa terjadi. Sebagian atap runtuh dan kami terjebak di dalam, teapi saya dan suami berhasil melarikan diri,&amp;rdquo; katra Ghabar menceritakan setelah peristiwa tersebut.


&amp;nbsp;BACA JUGA:

Gempa M6,3 di Donggala, Tim SAR Palu Minta Warga Pesisir Mengungsi ke Dataran Tinggi

Bagi yang lain, kehilangan itu bahkan lebih menyakitkan.



Fatiha Aboualchouak mengatakan keponakannya yang berusia empat tahun termasuk di antara lebih dari 1.000 orang yang tewas.



&amp;ldquo;Saya tidak mempunyai kekuatan untuk berbicara,&amp;rdquo; ucapnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8xMC8xLzE3MDQxMS81L3g4bnl0MG0=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Gempa bumi berkekuatan 6,8 magnitudo mengguncang kawasan bersejarah Yahudi, bagian dari kota tua Marrakesh, pusat wisata Maroko.

Gempa itu berpusat di barat daya Marrakesh dan menelan ribuan korban jiwa.

BACA JUGA:
Gempa M6,3 Guncang Donggala, Ribuan Warga Mengungsi Mandiri&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Marrakesh diketahui masuk dalam daftar Warisan Dunia Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization/UNESCO).

Padahal tempat wisata tersebut berhasil menarik turis sehingga menopang sekitar 7% perekonomian Maroko.

BACA JUGA:
Update Korban Gempa Maroko: Sedikitnya 1.037 Meninggal, 1.200 Luka Luka&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Seorang warga sekitar Hafida Sahraouia mengamati puing-puing setelah gempa bumi mengguncang kawasan bersejarah tersebut.

&amp;ldquo;Kota itu seperti dijatuhi bom,&amp;rdquo; katanya dilansir VOA di Jakarta, Minggu (10/9/2023).

Rumah Sahraouia sendiri luluh-lantak menjadi puing, tuturnya di antara jalan-jalan sempit yang dipenuhi pecahan atap kayu dan puing-puing lain dari bangunan yang runtuh di kawasan yang berusia berabad-abad.

&amp;ldquo;Kami sedang menyiapkan makan malam ketika kami mendengar sesuatu seperti ledakan. Karena panik, saya segera keluar bersama anak-anak saya. Sayangnya rumah kami runtuh,&amp;rdquo; katanya.

Dia dan keluarganya menyelamatkan diri ke lapangan besar di pinggir distrik, dan kini menghadapi masa depan yang tidak pasti.

&amp;ldquo;Kami kehilangan segalanya,&amp;rdquo; katanya.

Seorang tetangga, Mbarka El Ghabar, juga menyaksikan rumahnya hancur akibat gempa terkuat dalam sejarah Maroko.
&amp;ldquo;Kami tertidur ketika gempa terjadi. Sebagian atap runtuh dan kami terjebak di dalam, teapi saya dan suami berhasil melarikan diri,&amp;rdquo; katra Ghabar menceritakan setelah peristiwa tersebut.


&amp;nbsp;BACA JUGA:

Gempa M6,3 di Donggala, Tim SAR Palu Minta Warga Pesisir Mengungsi ke Dataran Tinggi

Bagi yang lain, kehilangan itu bahkan lebih menyakitkan.



Fatiha Aboualchouak mengatakan keponakannya yang berusia empat tahun termasuk di antara lebih dari 1.000 orang yang tewas.



&amp;ldquo;Saya tidak mempunyai kekuatan untuk berbicara,&amp;rdquo; ucapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
